BOGOR, DN-II Dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah SWT, Ketua Umum Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia, Herry Setiawan, S.H., C.B.J., C.E.J., bersama sang istri tercinta, Maria Sulastri, C.B.J., C.E.J., merayakan hari jadi pernikahan mereka. Momen istimewa ini menjadi refleksi atas perjalanan bahtera rumah tangga yang dibangun di atas fondasi cinta, kesabaran, keikhlasan, dan kebersamaan. (20/7/2026).
Acara penuh khidmat tersebut diselenggarakan pada Selasa, 21 Juli 2026, bertempat di Villa Rio 1, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bersama keluarga dan sahabat, tetapi juga momentum untuk memperbarui komitmen dalam meniti kehidupan rumah tangga yang diberkahi.
Membangun Keluarga yang Harmonis
Dalam pandangan Islam, pernikahan adalah sebuah ikatan suci (mitsaqan ghalizha) yang bertujuan untuk menciptakan ketenangan jiwa. Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 21:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.”
Membangun rumah tangga adalah ibadah panjang. Bapak Herry Setiawan dan Ibu Maria Sulastri memaknai peringatan ini sebagai upaya untuk terus menjaga semangat saling menguatkan dalam suka maupun duka, serta melangkah bersama dengan berpegang teguh pada nilai-nilai keimanan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ungkapan Syukur dan Harapan
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Herry Setiawan dan Ibu Maria Sulastri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendoakan kebaikan bagi keluarga mereka.
”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga, sahabat, dan para tamu yang hadir maupun yang telah memberikan doa terbaik. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kebahagiaan, serta menjadikan keluarga kami senantiasa dalam naungan sakinah, mawaddah, dan warahmah hingga akhir hayat,” ujar keduanya.

Melalui momentum ini, pasangan tersebut berharap agar nilai-nilai cinta, kesetiaan, dan kepercayaan terus menjadi kompas dalam kehidupan. Keluarga yang kokoh, menurut mereka, tidak hanya dibangun dari rasa kasih sayang, tetapi juga dengan rasa saling menghormati, mendukung, serta doa yang tidak pernah putus, sebagaimana doa yang diajarkan dalam QS. Al-Furqan ayat 74:
“…Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”
Doa untuk Masa Depan
Selamat Hari Jadi Pernikahan kepada Ketua Umum Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia, Bapak Herry Setiawan, S.H., C.B.J., C.E.J., dan Ibu Maria Sulastri, C.B.J., C.E.J.
Semoga Allah SWT terus melimpahkan rahmat, keberkahan, dan perlindungan-Nya atas rumah tangga Bapak dan Ibu. Semoga perjalanan cinta ini senantiasa dipenuhi dengan keharmonisan, keberkahan, dan menjadi teladan yang baik bagi sesama hingga akhir hayat.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Reporter: Redaksi
Jakarta, DN-II Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengikuti nonton bareng (nobar) final Piala Dunia antara Argentina melawan Spanyol bersama warga di kawasan Menteng Tenggulun, Kelurahan Menteng, Jakarta, Senin (20/7/2026) dini hari.
Di kawasan padat penduduk tersebut, Mendagri hadir bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.
Menurut Mendagri, kegiatan nobar menjadi sarana untuk membangun kebersamaan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar nobar digelar secara luas dengan dukungan stasiun televisi nasional dan pemerintah daerah (Pemda).
Ia menambahkan, pelaksanaan nobar di berbagai daerah telah memberikan dampak nyata. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari para kepala daerah, masyarakat tampak antusias menyaksikan perhelatan sepak bola dunia yang digelar empat tahun sekali tersebut.
“Di daerah-daerah, saya juga dapat laporan dari kepala-kepala daerah, nobarnya ramai. Untuk menunjukkan kebersamaan, hiburan, kekompakan, sekaligus mendorong ekonomi,” katanya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Terkait jalannya pertandingan kedua tim, Mendagri menilai Spanyol cukup mendominasi laga. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil pertandingan bukanlah hal utama dibandingkan dengan semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan nobar tersebut.
“Harus diakui bahwa pertandingan ini didominasi oleh Spanyol, dan memang wajar kalau Spanyol yang menang, sportif. Tapi yang lebih penting bagi saya, acara ini dilaksanakan di Menteng Tenggulun, bersama-sama masyarakat. Kemudian oleh Pak Ara Sirait tadi, [Kepala] BPS, itu menunjukkan kebersamaan kita,” ujarnya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui momentum Piala Dunia dapat terus terjaga. Selain itu, ia berharap aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik meski ajang tersebut telah berakhir.
“Piala Dunia berakhir, kita harapkan ekonomi kita tetap berjalan dengan bagus,” pungkasnya. Red
JAKARTA, DN-II Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO), Dwi Christianto, melayangkan kecaman keras terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea. Sikap Hotman yang dinilai merendahkan wartawan saat konferensi pers terkait kasus Jampidsus Febrie Adriansyah, Jumat (17/7/2026), dianggap sebagai ancaman terhadap kebebasan pers.
Dalam insiden tersebut, Hotman terekam melontarkan kalimat “lu punya otak enggak?” kepada seorang jurnalis. Ia juga melontarkan narasi perumpamaan yang dinilai merendahkan profesi wartawan di hadapan publik.
Dwi Christianto menegaskan bahwa perilaku menunjuk-nunjuk dan meremehkan jurnalis yang sedang bertugas adalah tindakan tidak etis, apalagi dilakukan oleh seorang praktisi hukum.
”Kami meminta Hotman Paris Hutapea menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Profesi wartawan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pertanyaan yang diajukan jurnalis adalah hak publik untuk mendapatkan informasi yang transparan,” ujar Dwi melalui keterangan tertulis yang diterima DetikNasional.com, Minggu (19/7/2026).
Mengingatkan Perlindungan UU Pers
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dwi memaparkan bahwa posisi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik memiliki landasan hukum yang kuat melalui UU Pers:
Pasal 4 ayat (1), (2), dan (3): Menjamin kemerdekaan pers sebagai hak asasi warga negara, melarang penyensoran, serta menjamin hak pers untuk mencari dan menyebarluaskan informasi.
Pasal 8: Menegaskan bahwa dalam melaksanakan profesinya, wartawan mendapat perlindungan hukum dari segala bentuk intimidasi atau perlakuan yang merendahkan.

Pasal 3: Menegaskan fungsi pers sebagai media kontrol sosial, di mana pertanyaan wartawan adalah bagian dari pemenuhan hak publik atas informasi.
Menurut Dwi, intimidasi terhadap jurnalis bukan sekadar melukai individu, melainkan upaya melemahkan pilar demokrasi.
”Tidak ada alasan bagi seorang kuasa hukum untuk merendahkan wartawan. Ini harus menjadi pembelajaran bersama bagi para praktisi hukum. Wartawan dan pengacara sama-sama memiliki peran penting dalam sistem peradilan yang berkeadilan,” tegasnya.
Menjaga Etika dan Profesionalisme
IWO menegaskan akan memantau serius setiap bentuk intimidasi terhadap wartawan. Organisasi ini juga mengimbau kepada seluruh anggota dan komunitas pers untuk tetap mengedepankan profesionalisme dan etika jurnalistik saat meliput, serta tidak gentar dalam mengawal kasus-kasus hukum demi kepentingan publik.
”Kami akan terus mengawal kasus-kasus hukum penting demi transparansi dan supremasi hukum di Indonesia,” pungkas Dwi.
Penulis: S. Bimantoro
Editor: Redaksi DetikNasional.com
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
SRAGEN, DN-II Kepedulian terhadap warga yang mulai terdampak musim kemarau ditunjukkan Babinsa Desa Poleng Koramil 12/Gesi Kodim 0725/Sragen, Sertu Kokok Juang Nadili, dengan mengawal sekaligus membantu penyaluran bantuan air bersih dari Paguyuban Seduluran Sragen Bersatu (SSB), Senin (20/7/2026).
Sebanyak 16.000 liter air bersih yang diangkut menggunakan dua truk tangki disalurkan ke empat titik penampungan di Dukuh Grengseng RT 05 serta Dukuh Bendorejo RT 10 dan RT 11, Desa Poleng, Kecamatan Gesi. Bantuan tersebut disambut antusias warga yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat berkurangnya debit sumber air.
Sertu Kokok Juang Nadili mengatakan kehadiran Babinsa dalam kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat sekaligus memastikan distribusi bantuan berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.
“Memasuki musim kemarau, kebutuhan air bersih menjadi kebutuhan utama masyarakat. Kami hadir untuk membantu sekaligus memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Ketua Paguyuban Seduluran Sragen Bersatu (SSB) Kabupaten Sragen, Hendry Momon, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan aksi kemanusiaan sebagai bentuk solidaritas kepada warga yang terdampak kekeringan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami berharap bantuan air bersih ini bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Apabila kondisi kemarau semakin panjang, kami siap berkoordinasi kembali untuk menyalurkan bantuan lanjutan,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT 05 Dukuh Grengseng, Slamet Riyadi, menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban SSB, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan seluruh pihak yang telah membantu warganya.
“Atas nama warga, kami mengucapkan terima kasih. Bantuan ini sangat berarti karena persediaan air bersih mulai menipis. Kehadiran Babinsa yang ikut mendampingi juga membuat penyaluran berjalan tertib dan lancar,” ungkapnya. Red/Ak
Awali Tahun Ajaran 2026/2027, SDN 04 Rambang Kuang Gelar MPLS Edukatif dan Menyenangkan
AMBANG KUANG, www.detik-nasional.com // Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 04 Rambang Kuang resmi dimulai pada hari Senin (13/07/2026). Acara pembukaan yang menandai dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 ini berlangsung dengan khidmat, tertib, dan berjalan sangat lancar sejak pagi hari di halaman utama sekolah.
Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh seluruh dewan guru beserta jajaran staf kependidikan. Kehadiran Kepala Sekolah SDN 04 Rambang Kuang, Ibu Dimawati, S.Ag., S.Pd., di tengah-tengah upacara turut memberikan suntikan semangat dan rasa hangat tersendiri bagi para siswa baru yang tampak antusias mengikuti jalannya acara.
Dalam sambutannya, Ibu Dimawati menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh siswa-siswi baru yang kini telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar SDN 04 Rambang Kuang. Beliau menekankan bahwa masa MPLS merupakan jembatan penting bagi anak-anak untuk beradaptasi dari lingkungan taman kanak-kanak menuju jenjang sekolah dasar yang lebih mandiri.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Lebih lanjut, pihak sekolah memaparkan bahwa rangkaian kegiatan MPLS tahun ini dikemas secara edukatif, kreatif, dan menyenangkan. Melalui program ini, para siswa baru tidak hanya dikenalkan pada fasilitas fisik sekolah, melainkan juga diperkenalkan dengan nilai-nilai keagamaan, tata tertib, serta pembiasaan karakter baik sejak dini.
Suasana ceria dan penuh kehangatan menyelimuti lapangan sekolah saat dilakukan simbolisasi penerimaan siswa baru. Para orang tua murid yang turut hadir mendampingi di area sekitar sekolah juga terlihat sangat mendukung dan mengapresiasi kesiapan pihak sekolah dalam menyambut anak-anak mereka.
Dengan dimulainya MPLS ini, SDN 04 Rambang Kuang berharap dapat meletakkan fondasi karakter yang kuat dan positif kepada para peserta didik baru. Pihak sekolah optimis bahwa sinergi yang baik antara guru, siswa, dan orang tua akan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta siap berprestasi.
REPORT : JULIYAN
www.detik-nasional.com // Di tengah akselerasi zaman yang menuntut kita untuk selalu “terhubung”, banyak orang justru merasakan pergeseran drastis dalam ritme hidup mereka. lingkaran pertemanan menyempit, keramaian menjadi beban, dan waktu sendiri justru menjadi kebutuhan yang tak terelakkan. Fenomena yang sering disalahpahami sebagai kesepian ini, dalam kacamata spiritualitas, sebenarnya adalah sinyal kebangkitan jiwa. (19/7/2026).
Kesunyian sebagai Ruang Suci: Khalwat dan Tapa
Dalam tradisi Islam, kesunyian yang disengaja untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dikenal sebagai Khalwat. Rasulullah SAW telah mencontohkan pentingnya menarik diri dari kebisingan duniawi di Gua Hira untuk memurnikan tauhid. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Muzzammil ayat 8:
”Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.”
Ayat ini menegaskan bahwa untuk mencapai derajat tabattul pengabdian yang sepenuh hati manusia membutuhkan ruang jeda dari hiruk-pikuk keduniawian. Senada dengan itu, kearifan lokal Jawa mengenal konsep Tapa. Bukan berarti mengasingkan diri dari tanggung jawab sosial, melainkan upaya eling lan waspada, ingat kepada Sang Pencipta dan waspada dalam melangkah. Kesunyian adalah jeda suci bagi jiwa untuk kembali ke fitrahnya yang murni.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Urip Iku Mung Mampir Ngombe dan Praktik Kezuhudan
Filosofi Jawa Urip iku mung mampir ngombe (hidup hanyalah singgah sejenak untuk minum) memiliki resonansi kuat dengan konsep Zuhud dalam Islam. Keduanya sepakat bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan sementara.

Ketika seseorang mulai mengurangi keterlibatan dalam keramaian yang tidak esensial, ia sebenarnya sedang mempraktikkan manajemen hati. Ia tidak lagi mengejar validasi manusia yang fana, melainkan berupaya mengejar keridaan Ilahi yang abadi. Fase ini adalah proses pendewasaan batin di mana seseorang mulai memilah energi, mana yang membawa manfaat bagi pertumbuhan jiwa dan mana yang sekadar menjadi kebisingan yang menguras mental.
Transformasi: Menuju Kejernihan Batin
Jika saat ini lingkungan sosial Anda menyusut, janganlah memandangnya sebagai sebuah kemunduran atau kesepian yang tragis. Dalam perspektif spiritual, ini adalah seleksi alamiah agar jiwa tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang menghambat perjalanan menuju Tuhan.
Kedewasaan menuntut keberanian untuk berjalan sendiri. Mengapa? Karena jalan menuju kebenaran adalah perjalanan yang menuntut kemandirian batin. Ketika dunia diam, suara hati yang seringkali merupakan petunjuk Tuhan akan terdengar jauh lebih jernih.
Penyucian Jiwa: Kesunyian adalah waktu terbaik untuk memproses luka batin dan meresapi istighfar.
Kejernihan Tujuan: Menjauh dari riuh rendah dunia memungkinkan kita melihat esensi hidup dengan lebih terang.
Refleksi Akhir
Kesunyian bukanlah sebuah kehilangan; ia adalah sebuah transformasi. Ini adalah proses menjadi versi diri yang paling jujur di hadapan Tuhan dan sesama. Saat seseorang memilih jalan yang sunyi, ia sebenarnya sedang bergerak menuju esensi dirinya yang paling dalam.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Di tengah dunia yang terus menuntut kita untuk bersuara, mungkin inilah saatnya untuk berani diam. Apakah fase kesunyian yang Anda alami saat ini merupakan bagian dari proses untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, ataukah sebuah panggilan untuk menemukan kembali kedamaian batin yang selama ini terabaikan oleh hiruk-pikuk kehidupan?.
Oleh: Casroni
LAMPUNG TIMUR, DN-II Setelah hampir satu dekade terkendala akibat pembangunan jembatan yang mangkrak sejak 2016, masyarakat Desa Kali Pasir, Kecamatan Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (18/07/2026).
Kini segera menikmati akses yang lebih aman dan layak. Melalui Program Jembatan Perintis Garuda, Kodam XXI/Radin Inten menghadirkan jembatan gantung sebagai solusi nyata untuk memulihkan konektivitas, memperlancar mobilitas warga, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan.
Pembangunan Jembatan Perintis di Desa Kali Pasir merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan pedesaan. Program ini dilaksanakan oleh Kodam XXI/Radin Inten sebagai bentuk komitmen menghadirkan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Program Jembatan Perintis Garuda menjadi salah satu prioritas strategis Kodam XXI/Radin Inten. Di seluruh Provinsi Lampung, program ini menargetkan pembangunan sebanyak 64 jembatan yang terdiri atas 30 jembatan gantung, 24 jembatan armco, dan 10 jembatan beton. Seluruh proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026 sebagai upaya memperkuat konektivitas antarwilayah dan membuka akses menuju pusat-pusat aktivitas masyarakat.
Pembangunan Jembatan Perintis di Desa Kali Pasir diawali dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 1 April 2026. Kini, jembatan gantung sepanjang 120 meter dengan lebar 2 meter telah berdiri dan menjadi simbol kolaborasi antara prajurit TNI Angkatan Darat, tenaga teknisi, serta masyarakat setempat yang bergotong royong selama proses pembangunan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam kunjungannya ke lokasi, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaian fasilitas tersebut agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat.
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, menginformasikan bahwa pembangunan jembatan di Way Bungur telah terbengkalai sejak tahun 2016. Beliau memastikan bahwa jembatan darurat di lokasi tersebut akan selesai dibangun dalam waktu dua minggu.
Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu mengembalikan akses yang selama ini terputus, memperlancar distribusi hasil pertanian, mempermudah mobilitas warga, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Desa Kali Pasir dan wilayah sekitarnya.
Melalui pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, Kodam XXI/Radin Inten bersama seluruh pemangku kepentingan terus mendukung pemerataan pembangunan, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung. Red
Semarang, DN-II Pernyataan seorang oknum wartawan bernama Warsito Pimpinan Redaksi beritaistana.co.id
yang diduga menyebut wartawan yang belum memiliki Sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai “wartawan bodrex” serta menyatakan mereka dapat dipidana, menuai sorotan dan memicu perdebatan di kalangan insan pers. Minggu, (19/7/2026).
Pernyataan tersebut dinilai sejumlah pihak telah merendahkan martabat profesi wartawan dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait status hukum wartawan yang belum mengikuti UKW. Sejumlah organisasi pers independen pun menyampaikan keberatan atas narasi tersebut karena dianggap tidak sejalan dengan semangat kemerdekaan pers.
Pemerhati hukum dan pegiat pers, Prof. Dr. Sutan Nasomal, menegaskan bahwa anggapan wartawan yang belum memiliki sertifikat UKW dapat dipidana tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Menurutnya, Uji Kompetensi Wartawan merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme insan pers, bukan sebagai syarat legal seseorang untuk menjalankan profesi jurnalistik.
“UKW bertujuan meningkatkan kompetensi wartawan, bukan menentukan sah atau tidaknya seseorang menjadi wartawan,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pandangan serupa juga pernah disampaikan Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu. Ia menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers tidak menjadikan sertifikat UKW sebagai syarat mutlak untuk menjadi wartawan. Wartawan yang belum mengikuti UKW tetap memiliki hak dan perlindungan hukum sepanjang menjalankan tugas jurnalistik sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers ditegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk mendirikan perusahaan pers dan melaksanakan kegiatan jurnalistik sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, Pasal 18 ayat (1) UU Pers mengatur sanksi pidana terhadap setiap orang yang dengan sengaja menghambat atau menghalangi pelaksanaan kerja jurnalistik.

Prof. Sutan Nasomal menilai penggunaan istilah yang merendahkan terhadap wartawan yang belum mengikuti UKW tidak mencerminkan semangat kemerdekaan pers. Menurutnya, perbedaan tingkat kompetensi seharusnya menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas profesi, bukan dijadikan alasan untuk mendiskreditkan sesama insan pers.
Sejumlah kalangan pers juga menyayangkan apabila terdapat oknum wartawan yang menggunakan pernyataan bernada menghina atau mengklaim dapat “membackup” pihak tertentu dengan cara yang dinilai arogan. Sikap semacam itu dianggap tidak mencerminkan etika seorang jurnalis profesional yang seharusnya menjunjung tinggi integritas, independensi, serta saling menghormati antar sesama profesi.
Perdebatan mengenai UKW diharapkan tidak mengaburkan substansi utama kemerdekaan pers sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, yakni memberikan ruang bagi wartawan untuk menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, bertanggung jawab, dan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.
Di tengah dinamika dunia jurnalistik, peningkatan kompetensi melalui UKW tetap dipandang penting sebagai upaya memperkuat kualitas pemberitaan. Namun, berbagai pihak mengingatkan agar perbedaan status kompetensi tidak dijadikan alat untuk merendahkan atau menghakimi sesama wartawan, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan profesionalisme insan pers Indonesia. Tim Red
JAKARTA, DN-II Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia melalui Ketua Umumnya menyatakan sikap tegas menanggapi pernyataan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang dinilai merendahkan profesi wartawan dalam sebuah video yang beredar luas di publik. (19/7/2026).
Ketua Umum IWO Indonesia Dr. NR. Icang Rahardian, SH., S.Akun., MH., M.Pd menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak dapat dibenarkan dan telah mencederai marwah serta integritas insan pers yang menjalankan fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat. Sebagai bentuk keseriusan dalam menyikapi persoalan ini, IWO Indonesia akan melayangkan surat permohonan audiensi atau pertemuan langsung kepada Hotman Paris Hutapea.
“Surat akan kami layangkan besok hari Senin. Kami ingin mendengarkan klarifikasi langsung dari Bapak Hotman Paris terkait pernyataannya yang dinilai menyinggung rekan-rekan wartawan,” ujar Ketua Umum IWO Indonesia.

Langkah ini diambil sebagai upaya persuasif guna membangun ruang dialog yang sehat dan mencari penyelesaian atas kesalahpahaman yang terjadi, sekaligus menegaskan pentingnya etika berkomunikasi dan saling menghargai antarkalangan profesi.
IWO Indonesia berharap pertemuan ini nantinya dapat menjadi momentum untuk memperjelas duduk perkara dan memberikan edukasi publik mengenai posisi pers dalam kerangka hukum dan demokrasi di Indonesia.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) merupakan organisasi profesi jurnalis yang berkomitmen dalam menjaga kualitas jurnalistik, memperjuangkan kebebasan pers yang bertanggung jawab, serta memberikan perlindungan bagi wartawan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya di seluruh Indonesia. (Red)
Sorong Selatan, DN-II Semangat kebersamaan dan gotong royong terus mewarnai pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 di Kampung Sesor, Distrik Wayer, Kabupaten Sorong Selatan. Memasuki Hari H+4 (hari ke-5), Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan turun langsung ke lokasi sasaran fisik dengan ikut serta dalam kegiatan pengecoran jalan. Minggu (19/7/2026).
Kehadiran Dansatgas di tengah-tengah anggota Satgas TMMD dan masyarakat tidak hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga memberikan teladan dengan turut bekerja bersama dalam proses pengecoran jalan yang saat ini telah mencapai 30 persen. Aksi tersebut menjadi penyemangat bagi personel Satgas maupun warga yang bergotong royong menyelesaikan pembangunan infrastruktur desa.
Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan menegaskan bahwa keterlibatan langsung di lapangan merupakan wujud komitmen TNI untuk selalu hadir bersama masyarakat. Melalui semangat kebersamaan, seluruh pekerjaan diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang berkualitas sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.
Program TMMD Ke-129 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sinergi yang terjalin selama pelaksanaan kegiatan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong merupakan kekuatan utama dalam membangun desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Red
You cannot copy content of this page
