GUCI, TEGAL, DN-II PT Dedy Jaya Perkasa resmi menggelar forum silaturahmi sekaligus memaparkan rencana strategis pengembangan komunitas di Aula Wisma Guci, kawasan Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu (24/1/2026), malam.
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 30 perwakilan media massa lintas platform, baik lokal maupun nasional, serta sejumlah pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan visi antara korporasi dan penggerak sosial dalam membangun daerah.
Peran Vital Aktivis dan Independensi Jurnalis
Dalam sambutannya, tokoh aktivis yang dekat dengan jurnalis , Azmi Asmuni Majid, menekankan pentingnya kepekaan sosial bagi para penggerak perubahan. Menurutnya, aktivis harus hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan advokasi dan pemberdayaan, khususnya bagi kelompok rentan.
“Aktivis mati sekali, aktor mati berkali-kali,” tegas Azmi, mengutip pepatah ikonik untuk menggambarkan totalitas perjuangan seorang aktivis dalam menyuarakan kebenaran.
Tak hanya menyoroti peran aktivis, Azmi juga memberikan pesan mendalam bagi insan pers. Ia menegaskan bahwa dalam menjalankan fungsinya, jurnalis tidak boleh sekadar netral, melainkan harus menjaga independensi.
“Jurnalis harus independen, menyajikan kebenaran berdasarkan fakta dan data secara jujur serta transparan. Kita harus bebas mengekspresikan problematika yang ada di masyarakat agar tercipta solusi yang nyata,” tambahnya.
Usulan Biografi Inspiratif: Dr. (HC) H. Muhadi Setiabudi
Di sela-sela forum, muncul sebuah usulan menarik untuk mendokumentasikan jejak langkah tokoh inspiratif asal Brebes, Dr. (HC) H. Muhadi Setiabudi. Sosok beliau dinilai memiliki kontribusi luar biasa yang tidak hanya terbatas pada sektor bisnis, tetapi juga pada aksi sosial dan kemanusiaan.
Penyusunan biografi ini diharapkan dapat menjadi literatur motivasi bagi generasi muda mengenai cara menyelaraskan kesuksesan ekonomi dengan pengabdian sosial.
Red/Casroni
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
