TEGAL, DN-II Kabar miring mengenai dugaan suap yang melibatkan tiga pamong desa di Desa Kertaharja, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, resmi ditepis. Isu yang menyebutkan adanya “uang pelicin” dalam proses pengangkatan perangkat desa tersebut dinyatakan sebagai berita bohong atau hoaks.
Kepastian ini disampaikan oleh Surono, salah satu tokoh masyarakat sekaligus pengusaha asal Desa Kertaharja. Dalam klarifikasinya kepada awak media pada Minggu (25/1/2026), ia menegaskan bahwa informasi tersebut sengaja dihembuskan pihak tak bertanggung jawab untuk menyudutkan Kepala Desa (Kades) petahana.
Penegasan Prosedur Sesuai Regulasi
Surono menjelaskan bahwa Kepala Desa Kertaharja, Darisman Ariwibowo, telah menjalankan seluruh tahapan pengangkatan perangkat desa sesuai dengan regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Saya sudah mengklarifikasi langsung kepada Kepala Desa. Beliau menyatakan dengan tegas bahwa berita itu tidak benar. Proses seleksi dilakukan secara transparan oleh Panitia Seleksi tanpa ada praktik suap-menyuap sedikit pun,” tegas Surono.
Aroma Politik dan “Black Campaign”
Lebih lanjut, Surono menengarai munculnya isu ini berkaitan erat dengan momentum Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) mendatang. Mengingat Darisman Ariwibowo merupakan petahana yang akan kembali mencalonkan diri, serangan informasi tersebut diduga kuat merupakan bagian dari kampanye hitam (black campaign).
“Rumor ini sengaja dihembuskan oleh oknum untuk merusak citra Kades di mata masyarakat. Tujuannya jelas, ingin mencoreng nama baik beliau menjelang kontestasi Pilkades,” tambahnya.
Surono juga membeberkan fakta lapangan mengenai dedikasi sang Kades. Menurut pengamatannya, Darisman dikenal sebagai pemimpin yang totalitas, bahkan seringkali bermalam di balai desa demi memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan optimal tanpa hambatan.
Masyarakat Diminta Waspada
Menutup keterangannya, Surono mengimbau warga Desa Kertaharja agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia berharap masyarakat lebih selektif dan kritis dalam menyaring berita, terutama di tengah suhu politik desa yang mulai menghangat.
“Jangan sampai persaudaraan di desa rusak hanya karena fitnah yang tidak berdasar. Mari kita jaga kondusivitas desa kita,” pungkasnya.
Reporter: Teguh
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
