BREBES, DN-II Kondisi wilayah Kecamatan Sirampog pasca-terjangan banjir dan tanah longsor pada Sabtu (24/1/2026) kian memprihatinkan. Berdasarkan data dari Kabid 2 BPBD Brebes, Wibowo Budi Santoso, cuaca ekstrem di wilayah Brebes Selatan tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga terancam roboh dan puluhan pohon tumbang.
Merespons situasi darurat ini, Wakil Bupati Brebes, Wurja, meninjau langsung titik lokasi bencana didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Peninjauan ini bertujuan untuk memetakan skala kerusakan secara akurat guna menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Instruksi Bupati: Penanganan Harus Tuntas
Hasil tinjauan lapangan tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) dan Bupati Brebes. Melalui sambungan telepon, Bupati memberikan instruksi tegas agar krisis di wilayah selatan segera ditangani secara tuntas dan cepat.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Brebes dijadwalkan menggelar rapat koordinasi (rakor) besar pada Selasa mendatang di Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT). Rakor ini akan mempertemukan:
Seluruh OPD teknis terkait.
Jajaran TNI/Polri.
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
“Ibu Bupati menekankan bahwa warga yang rumahnya rusak harus segera mendapatkan kepastian bantuan, baik berupa perbaikan fisik maupun kompensasi penggantian,” ujar perwakilan pemerintah daerah dalam keterangannya. 
Progres Hunian Tetap (Huntap) Desa Mendala
Selain penanganan darurat, Pemkab juga memaparkan progres solusi jangka panjang bagi korban tanah bergerak di Desa Mendala. Dari target relokasi sekitar 120 rumah, saat ini telah terbangun 40 unit Hunian Tetap (Huntap) yang siap huni. Langkah relokasi ini menjadi prioritas agar warga tidak lagi dihantui ancaman tanah bergerak di lokasi lama.
Soroti Alih Fungsi Lahan sebagai Pemicu Utama
Dalam tinjauan tersebut, pemerintah menyoroti faktor penyebab bencana yang berulang di Sirampog. Analisis lapangan menunjukkan adanya alih fungsi lahan yang masif. Kawasan hutan milik Perhutani yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air, kini banyak beralih fungsi menjadi lahan pertanian sayur dan perkebunan warga.
Kondisi hutan yang gundul menyebabkan tanah kehilangan daya ikat terhadap air hujan, yang secara langsung memicu longsor serta banjir bandang saat curah hujan tinggi.
Langkah Mitigasi dan Edukasi
Ke depan, Pemkab Brebes akan mengintensifkan dialog dengan masyarakat dan pihak Perhutani mengenai bahaya penggundulan hutan. Upaya mitigasi komprehensif, mulai dari reboisasi hingga penataan lahan pertanian, akan menjadi fokus utama untuk memutus siklus bencana tahunan di wilayah Brebes Selatan demi keselamatan jangka panjang masyarakat.
Reporter: Teguh
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
