BREBES, DN-II Menandai hari jadi Kabupaten Brebes yang ke-348, Pemerintah Kabupaten Brebes dalam sebutan bupati Brebes hari ini 29 Januari 2026 Paramita Widya Kusuma dalam sambutannya menggelar aksi kemanusiaan berupa khitanan massal gratis bagi warga. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian perayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat luas.
Sinergi di Tiga Titik Lokasi
Acara yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan secara serentak kamis 29 Januari 2026 di tiga fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah, yakni RSUD Brebes, RSUD Bumiayu, dan RSUD Ir. Soekarno Ketanggungan. Program ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Pemerintah Kabupaten, RSUD, Baznas, serta Panitia Hari Jadi Kabupaten Brebes.
Sebelumnya, semarak HUT Brebes telah dimeriahkan dengan berbagai agenda hiburan mulai dari konser musik, pengajian akbar, hingga kirab budaya. Namun, bakti sosial ini dipilih sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah dalam meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu.
Harapan untuk Ekonomi dan Kesejahteraan
Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah menyampaikan bahwa usia ke-348 merupakan momentum untuk mempercepat pembangunan dan penguatan ekonomi rakyat. Beberapa poin krusial yang ditekankan antara lain:
Sektor Pertanian: Mengingat Brebes adalah lumbung bawang merah nasional, pemerintah berharap stabilitas harga bawang, padi, dan jagung terus terjaga demi kemakmuran petani.
Stabilitas Harga: Komitmen untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kenaikan UMK 2026: Disampaikan pula kabar baik mengenai kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Brebes menjadi Rp2,4 juta, yang diharapkan menjadi stimulus daya beli masyarakat.
“Di usia yang semakin matang ini, fokus kita adalah memastikan masyarakat merasakan dampak nyata dari pembangunan, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi,” ujar perwakilan penyelenggara.
Apresiasi Tenaga Medis: “Khitan Tanpa Rasa Sakit”
Penyelenggara memberikan instruksi khusus kepada para dokter dan tim medis agar mengedepankan Standar Operasional Prosedur (SOP) terbaik. Tujuannya agar anak-anak peserta khitan merasa nyaman dan tidak trauma.
Suasana sempat mencair ketika penyelenggara berkelakar mengenai latar belakang pendidikannya yang sempat mencicipi bangku kedokteran meskipun tidak sampai lulus. Seloroh ini dilontarkan sebagai bentuk apresiasi dan rasa hormat terhadap dedikasi para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam aksi sosial ini.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, diiringi harapan agar anak-anak yang telah dikhitan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berbakti kepada nusa dan bangsa.
Reporter: Teguh
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
