BUMIAYU, DN-II Intensitas hujan tinggi di wilayah hulu lereng Gunung Slamet memicu luapan Sungai Kalikeruh pada Minggu (22/2/2026). Akibatnya, Desa Penggarutan dan Desa Adisana di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, kini dalam kondisi siaga setelah air mulai menerjang permukiman warga.
Berdasarkan pantauan lapangan dan laporan visual yang sempat viral di media sosial, berikut adalah poin-poin kritis situasi terkini di lokasi:
1. Banjir Bandang dan Material Berat
Aliran sungai terpantau mengalir sangat deras dengan membawa material bongkahan batu, lumpur pekat, serta potongan kayu. Karakteristik ini mengindikasikan terjadinya banjir bandang yang membahayakan struktur bangunan di sepanjang bantaran sungai.
2. Tanggul Darurat Adisana Jebol
Kondisi diperparah dengan jebolnya kembali tanggul darurat di Desa Adisana yang sebelumnya baru saja diperbaiki. Kerusakan infrastruktur ini menjadi pintu masuk utama air sungai langsung menuju area permukiman warga.
3. Dampak Terhadap Permukiman
Sejumlah rumah di Desa Penggarutan dan Adisana dilaporkan mulai tergenang. Berkaca pada kejadian serupa, warga khawatir akan adanya kerusakan bangunan yang lebih masif jika debit air tidak segera menyusut. Saat ini, beberapa bangunan di titik rawan dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat hantaman material kayu. 
4. Koordinasi Darurat
Aparat desa setempat bersama relawan telah melakukan koordinasi cepat dengan BPBD Kabupaten Brebes. Fokus utama saat ini adalah:
Evakuasi warga di titik koordinat paling rawan.
Pemantauan debit air secara berkala di wilayah hulu.
Pendataan kerusakan infrastruktur dan kebutuhan logistik darurat.
Peringatan Dini: Masyarakat di sepanjang aliran Sungai Kalikeruh diimbau untuk segera mengamankan barang berharga dan tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan, mengingat cuaca di wilayah lereng Gunung Slamet masih terpantau mendung pekat.
Reporter: Teguh
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
