BREBES, DN-II Memasuki tahun ketiga sinergi strategis, inovasi pendidikan berbasis digital terus diperkuat. Sekolah menjalin kolaborasi erat dengan Bank BJB melalui peluncuran kartu pelajar elektronik multifungsi. Langkah ini bukan sekadar pembaruan identitas siswa, melainkan bagian dari transformasi digital menyeluruh serta edukasi literasi finansial sejak dini.
Kartu Pelajar “All-in-One”: Solusi Transaksi Masa Kini
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Azis, menjelaskan bahwa kartu pelajar yang kini dipegang siswa telah bertransformasi menjadi kartu pintar (smart card) dengan fitur unggulan layaknya kartu perbankan modern:
Sistem Non-Tunai: Mengadopsi teknologi kartu mahasiswa, berfungsi sebagai alat pembayaran sah di lingkungan sekolah.
Integrasi QRIS: Mendukung ekosistem digital, memungkinkan siswa bertransaksi di berbagai gerai penyedia layanan QRIS.
Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar): Mendorong budaya hemat dengan setoran awal yang sangat terjangkau, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 10.000.
Lab Perbankan Mini: Mencetak “Teller” Muda
Tak hanya fasilitas kartu, sekolah juga menghadirkan pengalaman nyata melalui operasional perbankan mini. Setiap hari Jumat, tersedia layanan menabung di tempat yang dioperasikan langsung oleh siswa. Di sini, siswa belajar mengelola administrasi perbankan dan berperan layaknya teller profesional, memberikan edukasi manajerial secara praktis.
Agenda Strategis Pasca-Lebaran
Selain inovasi finansial, pihak sekolah tengah menyiapkan dua agenda besar yang akan disosialisasikan kepada orang tua siswa setelah libur Hari Raya Idulfitri:
1. Implementasi Kurikulum Merdeka: Menghapus Sekat Jurusan
Sesuai kebijakan nasional, sekolah mulai meniadakan penjurusan konvensional (IPA/IPS). Sebagai gantinya, diterapkan Sistem Peminatan:
Tersedia 5 paket peminatan yang dirancang sesuai bakat dan minat siswa.
Siswa diberikan fleksibilitas mengombinasikan mata pelajaran lintas disiplin, seperti Biologi dengan Ekonomi, dalam satu paket pilihan.
Sosialisasi ini bertujuan agar orang tua dapat mendampingi putra-putrinya dalam menentukan jalur akademik di kelas XI.
2. Persiapan Outing Class ke Bali
Rencana kegiatan edukasi luar kelas (outing class) menuju Bali bagi siswa Kelas X juga menjadi poin krusial. Mengingat kegiatan ini memerlukan perencanaan matang, sekolah telah memberikan informasi awal sejak Agustus lalu agar orang tua memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan anggaran secara terencana.
“Sinergi ini adalah upaya nyata sekolah dalam membentuk karakter siswa yang melek teknologi dan bijak mengelola keuangan, sembari tetap menjaga kualitas akademik melalui kurikulum yang adaptif,” ujar Azis, Rabu (25/2/2026).
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
