MUARADUA, DN-II Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan terus memacu optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) OKU Selatan, H. M. Rahmatullah, S.STP., M.M., saat memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Tahun 2025-2026 di Ruang Nagara Bhakti, Jumat (27/02/2026).
Dalam laporannya, Kepala Bapenda Kabupaten OKU Selatan, Firman Bastari, S.STP., M.Si., mengungkapkan bahwa sektor pajak daerah masih menjadi tulang punggung utama kontribusi PAD dibandingkan sektor retribusi maupun pendapatan sah lainnya.
Fokus optimalisasi saat ini mencakup lima sektor krusial, yakni:
Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2)
Pajak Restoran dan Hotel
Pajak Reklame
Pajak Penerangan Jalan
“Kami mencatat ada beberapa tantangan di lapangan, mulai dari perlunya peningkatan kepatuhan wajib pajak, pembaruan data objek pajak, hingga urgensi inovasi sistem pemungutan berbasis digital,” jelas Firman.
Menanggapi hal tersebut, Sekda OKU Selatan, H. M. Rahmatullah, menekankan bahwa pajak daerah adalah mesin utama pembiayaan pembangunan daerah. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan langkah intensifikasi dan ekstensifikasi secara berkelanjutan.
“Evaluasi ini bukan sekadar melihat angka capaian 2025, tapi merumuskan strategi di tahun 2026. Kita harus memperkuat koordinasi, memperbaiki sistem pendataan, dan memperketat pengawasan agar potensi pajak tergali maksimal,” tegas Sekda.
Lebih lanjut, rapat tersebut menyepakati pemanfaatan teknologi informasi guna mendukung transparansi dan akuntabilitas. Pemerintah Kabupaten OKU Selatan berkomitmen melakukan percepatan transformasi digital dalam tata kelola pajak demi kesejahteraan masyarakat.
Hadir dalam rapat tersebut Asisten III, Inspektur, Kepala Bapenda, jajaran Kepala OPD, Kabag Umum, serta para Camat se-Kabupaten OKU Selatan.
Reporter: Udin
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
