BREBES, DN-II Atmosfer kompetisi Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Brebes 2026 mencapai puncaknya. Aula Islamic Center Brebes menjadi saksi bisu ketatnya sesi tanya jawab krusial, di mana ketangkasan berpikir dan kedalaman visi para finalis diuji langsung oleh panelis berkompeten, Sabtu (10/01/2026) malam.
Salah satu momen paling ikonik terjadi saat Azmi Majid, Ketua Sepakat Brebes Bermartabat sekaligus tokoh pegiat sosial, melontarkan pertanyaan strategis kepada Fajar, finalis unggulan dari Universitas Harkat Negeri (UHN) yang tampil menonjol di atas panggung.
Aturan Ketat: Satu Menit Penentu Nasib
Ketegangan menyelimuti panggung saat panitia memberlakukan regulasi ketat: setiap finalis hanya diberikan durasi 60 detik untuk menjawab. Tantangan semakin berat karena panelis tidak akan mengulang pertanyaan, menuntut konsentrasi penuh dan kecakapan komunikasi dari setiap peserta.
Azmi Majid dan ketua kadin Brebes Indra Kusuma, hadirย sebagai panelis.
Visi Kebijakan: Program wajib apa yang akan diinisiasi di institusi pendidikan jika finalis memiliki otoritas sebagai pengambil kebijakan?
Edukasi Karier: Bagaimana strategi konkret menjelaskan korelasi negatif penyalahgunaan narkoba terhadap prospek karier generasi muda di masa depan?
Jawaban Lugas Berbasis Digital
Meski berada di bawah tekanan waktu, Fajar berhasil memukau hadirin dengan jawaban yang taktis dan visioner. Ia mengusulkan integrasi kurikulum anti-narkoba berbasis ekosistem digital di sekolah-sekolah, serta pendekatan persuasif mengenai “catatan hitam” kriminalitas yang dapat memutus mata rantai impian karier seseorang.
“Jawaban yang disampaikan Fajar sangat lugas dan menyentuh substansi. Ia memahami bahwa langkah konkret harus dimulai dari penguatan di lingkungan pendidikan dan kesadaran akan masa depan,” puji Azmi Majid saat ditemui usai sesi penjurian.
Sinergi Lintas Sektor Perangi Narkoba
Kegiatan yang dinakhodai oleh Heru Irawan, S.H, M.M. ini bukan sekadar ajang kompetisi kecantikan atau bakat, melainkan simbol sinergi tokoh masyarakat Brebes dalam memerangi narkotika.
Dukungan nyata terlihat dari kehadiran tokoh-tokoh penting. Selain Indra Kusuma dan Azmi Majid, nampak hadir perwakilan pengusaha nasional H. Muhadi Setiabudi yang diwakili oleh Mey, General Manager Grand Dian Hotel.
Kehadiran para tokoh lintas sektor ini menegaskan komitmen kolektif untuk membentengi wilayah Brebes dari peredaran gelap narkoba. Diharapkan, duta yang terpilih nantinya mampu menjadi agent of change yang membawa pesan preventif secara segar dan efektif bagi Milenial dan Gen Z.
Usai melewati fase eliminasi yang sengit ini, para finalis dijadwalkan akan melaju ke Malam Grand Final yang akan diselenggarakan di Gedung Islamic Centre Brebes sebagai penentu siapa yang layak menyandang gelar Duta Anti Narkoba 2026.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
