BREBES, DN-II Proyek rehabilitasi ruang kelas di SLB Negeri (SLBN) Brebes resmi dinyatakan rampung pada awal Januari 2026. Meski kini memiliki fasilitas fisik yang lebih representatif, sekolah tersebut masih menghadapi tantangan besar: krisis tenaga pendidik untuk melayani ratusan siswa berkebutuhan khusus.
Fasilitas Fisik Capai 100 Persen
Proyek rehabilitasi yang dikerjakan oleh CV Kuat Jaya Karya dengan anggaran sekitar Rp 2 miliar ini telah memasuki tahap akhir. Perwakilan guru SLBN Brebes, Ibu Ninin, menyatakan bahwa gedung baru tersebut kini sudah siap difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Pembangunan sudah selesai 100 persen, saat ini tinggal proses finishing atau merapikan bagian-bagian kecil saja. Hasil pengerjaannya cukup memuaskan, estetika bangunan terlihat bagus dan pemilihan warnanya sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan,” ujar Ninin saat ditemui pada Selasa (13/1/2026).
Darurat Tenaga Pendidik: 25 Guru Melayani 39 Rombel
Di balik megahnya bangunan baru, SLBN Brebes masih bergelut dengan persoalan klasik terkait rasio guru dan murid. Saat ini, sekolah tersebut hanya memiliki 25 tenaga pendidik yang harus mendampingi 240 siswa.
Kondisi ini sangat jauh dari ideal. Pasalnya, SLBN Brebes memiliki 39 rombongan belajar (rombel) yang seharusnya masing-masing didampingi oleh satu wali kelas. Untuk menyiasati ketimpangan ini, pihak sekolah terpaksa mengambil langkah darurat:
Rangkap Jabatan: Guru mata pelajaran (seperti Agama dan Olahraga) terpaksa merangkap tugas sebagai wali kelas.
Penggabungan Kelas (Merger): Beberapa kelas terpaksa digabung meskipun tingkat kekhususan siswanya berbeda.
“Satu tingkat saja, misalnya Kelas 1, bisa terdiri dari 6 rombel karena kategori kekhususan yang beragam. Kami melayani lima kategori: Tunanetra, Tunarungu, Tunagrahita (sedang & ringan), Tunadaksa, hingga Autis. Tanpa jumlah guru yang memadai, pelayanan tentu tidak bisa maksimal,” jelas Ninin.
Menanti Intervensi Pemerintah
Pihak sekolah berharap Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat segera memberikan perhatian serius, terutama dalam penambahan kuota guru. Penambahan tenaga pengajar dinilai krusial agar proses pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dapat berjalan optimal tanpa harus mengorbankan kualitas lewat penggabungan kelas.
Mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mendatang, Ninin mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyekolahkan anak mereka di SLBN Brebes. Namun, ia memberikan catatan mengenai keterbatasan daya tampung.
“Kami mempersilakan masyarakat untuk mendaftar. Namun, perlu dipahami bahwa akan ada proses seleksi yang ketat. Hal ini terpaksa kami lakukan semata-mata karena keterbatasan jumlah tenaga pengajar yang kami miliki saat ini,” tutupnya.
Reporter: Teguh
Editor: [Casroni/Admin]
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
