Beranda » Ekonomi » Halaman 68

Ekonomi

BREBES, DN-II Momentum Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun 2026 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, diwarnai aksi sosial yang menyentuh masyarakat. Ribuan anak-anak di lokasi upacara tampak ceria saat menerima pembagian susu dan telur gratis, Selasa (10/2/2026).

Aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesehatan gizi anak sejak dini. Pembagian dilakukan secara langsung oleh personel Satgas TMMD bersama unsur terkait, yang segera diserbu dengan antusiasme tinggi oleh anak-anak maupun para orang tua yang hadir.

Kegiatan ini menjadi salah satu pilar dalam sasaran non-fisik TMMD ke-127, yang difokuskan pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta penguatan sumber daya manusia di wilayah pelosok.

Fokus pada Pengentasan Stunting

Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int, menegaskan bahwa intervensi gizi melalui pembagian susu dan telur ini adalah langkah konkret TNI dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“TMMD tidak hanya bicara soal pembangunan infrastruktur jalan atau jembatan. Lebih dari itu, kami berkomitmen membangun kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya vitalnya adalah pengentasan stunting agar generasi muda kita tumbuh sehat dan kuat,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.

Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Melalui gerakan kecil yang berdampak besar ini, diharapkan kemanunggalan antara TNI dan rakyat semakin erat. Manfaat nyata dari program TMMD diharapkan tidak hanya dirasakan melalui akses jalan yang lebih baik, tetapi juga melalui peningkatan taraf kesehatan warga Desa Cikuya secara jangka panjang.

Hadirnya program ini menjadi bukti bahwa TNI senantiasa hadir di tengah kesulitan rakyat dan menjadi solusi bagi kesejahteraan masyarakat desa. (Red/Pen0713)

BREBES, DN-II Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali bergelora di wilayah perbatasan Jawa Tengah. Sebanyak 25 prajurit pilihan dari Batalyon Infanteri (Yonif) 406/Candra Kusuma (CK) resmi diterjunkan untuk memperkuat pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 tahun 2026 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Selasa (10/02/2026).

Kehadiran personel dari satuan tempur ini menjadi “darah segar” bagi Satuan Tugas (Satgas) TMMD di bawah komando Kodim 0713/Brebes. Dipimpin langsung oleh Kapten Inf Suwarno, para prajurit ini diproyeksikan untuk mengakselerasi berbagai sasaran program, baik infrastruktur fisik maupun penyuluhan non-fisik.

Kapten Inf Suwarno menegaskan bahwa keterlibatan Yonif 406/CK bukan sekadar bantuan teknis, melainkan perwujudan nyata jati diri TNI sebagai tentara rakyat.

“Kami hadir untuk menyatu dengan urat nadi kehidupan masyarakat. Kehadiran 25 personel kami diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga membangun ikatan emosional yang kuat demi kesejahteraan warga Desa Cikuya,” ujar Kapten Inf Suwarno saat meninjau titik lokasi pembangunan.

Sementara itu, Kepala Desa Cikuya menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para prajurit. Ia menyebut kehadiran personel Yonif 406/CK menjadi suntikan motivasi bagi warga untuk terjun langsung ke lapangan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Melihat bapak-bapak TNI begitu semangat, warga kami jadi lebih termotivasi. Budaya gotong royong yang mungkin sempat meredup kini kembali berkobar di desa kami,” ungkapnya.

TMMD Reguler ke-127 ini menjadi momentum krusial untuk membuktikan bahwa sinergi lintas sektoral adalah kunci pembangunan daerah terisolir. Selain membangun infrastruktur, misi utama kegiatan ini tetap pada penguatan kemanunggalan TNI-Rakyat sebagai pilar utama pertahanan negara. (Red/pen0713)

BREBES, DN-II Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dulunya adalah impian banyak orang karena dianggap sebagai simbol kemapanan. Namun, potret kesejahteraan abdi negara belakangan ini mulai dipertanyakan seiring dengan melambungnya harga komoditas pokok dan logam mulia yang tidak sebanding dengan kenaikan gaji. (9/2/2026).

Dalam sebuah diskusi hangat Senin 9 Pebruari 2026 mengenai kondisi ekonomi terkini, terungkap fakta pahit mengenai penurunan daya beli PNS jika diukur dengan instrumen emas

Emas Melambung, Daya Beli Menurun

Jika menilik beberapa tahun ke belakang, dengan asumsi gaji PNS sebesar Rp 3 juta, seorang pegawai mampu membeli sekitar 3,5 gram emas (saat harga emas masih di kisaran Rp 800 ribu per gram).

Namun, dengan harga emas yang kini menembus angka Rp 1,3 juta hingga Rp 1,4 juta per gram, daya beli gaji tersebut merosot tajam. Saat ini, gaji dengan nominal yang sama bahkan tidak cukup untuk membeli 1 gram emas jika dikurangi kebutuhan pokok lainnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Dulu gaji Rp3 juta bisa dapat 3,5 gram emas. Sekarang? Gaji PNS hampir setara dengan 1 gram emas saja. Bagaimana dengan inflasi dan kebutuhan lainnya?” ujar salah satu narasumber dalam diskusi tersebut.

Fenomena ‘Hanya Bertahan Hidup’

Kenaikan harga pangan juga menjadi pukulan telak. Harga cabai yang sempat menyentuh Rp 80.000 hingga Rp 100.000 per kilogram memaksa para pegawai untuk memutar otak. Meski harga beras relatif stabil karena intervensi Bulog, tekanan ekonomi tetap terasa nyata.

Perubahan gaya hidup menjadi konsekuensi yang tidak terelakkan. Jika dulu profesi PNS bisa menunjang gaya hidup tertentu, kini realitanya bergeser pada upaya bertahan hidup (survival mode).

“Sekarang enggak bisa bergaya, hanya bertahan hidup saja. Harus berhemat dan pinter-pinter mengelola keuangan,” ungkap seorang pegawai menanggapi situasi ekonomi saat ini.

PNS Bukan Lagi Karier Favorit?

Kondisi ini memicu spekulasi bahwa profesi PNS mulai kehilangan daya tariknya sebagai karier favorit di masa depan. Untuk menutupi celah kebutuhan, para pegawai kini didorong untuk mencari pendapatan sampingan, meski hal tersebut tidaklah mudah dilakukan di tengah beban kerja yang ada.

Di wilayah seperti Brebes, para pegawai hanya bisa pasrah dan mengandalkan pengelolaan keuangan keluarga yang ketat. Seloroh “yang penting gaji istri aman” menjadi tawa getir di tengah ketidakpastian harga emas yang diprediksi akan terus melambung.

Harapan para pegawai negeri tetap sederhana: setidaknya penghasilan mereka mampu mencukupi kebutuhan dasar secara layak di tengah badai inflasi yang kian kencang.

Harga emas menembus 3 juta dua ratus ribu per gramnya sedangkan UMR Brebes masih 2,45 juta , gaji PNS , Brebes , dulu bisa membeli 3,5 gram emas sedangkan sekarang hanya bisa membeli satu gram saja

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Reporter: Teguh

JAKARTA, DN-II Ketua Relawan Rakyat Membela Prabowo (Rambo) Nusantara, Ali Sopyan, angkat bicara mengenai mandeknya penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan pupuk di PT Pupuk Sriwijaya Palembang. Ali mengendus adanya ketidakberesan dalam penanganan kasus periode 2024 yang dilaporkan pada 14 Februari 2025 lalu.

Menurut Ali, hingga saat ini perkembangan kasus tersebut seolah “ditelan bumi” tanpa ada kejelasan status hukum yang transparan dari pihak berwenang.

Kritik Tajam Terhadap Kinerja KPK

Ali Sopyan menyatakan keprihatinannya terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yang dinilai lamban dalam merespons laporan masyarakat terkait sektor ketahanan pangan.

“Kami sangat prihatin. Jangan sampai pameo ‘hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah’ benar-benar terjadi di lembaga sekelas KPK. Kasus ini melibatkan kepentingan petani dan kerugian negara yang diduga sangat besar,” ujar Ali Sopyan kepada media.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Komitmen Kawal Kasus Hingga Tuntas

Relawan Rambo Nusantara menegaskan tidak akan tinggal diam dan akan terus memantau serta menagih perkembangan laporan ini ke gedung Merah Putih. Ali menduga ada kerugian keuangan negara yang signifikan dalam carut-marut distribusi atau pengadaan pupuk tersebut.

“Kami akan terus memburu kejelasan kasus ini. Rakyat berhak tahu ke mana aliran dana tersebut dan siapa yang harus bertanggung jawab. Tunggu langkah kami selanjutnya,” tegas Ali menutup pembicaraan.

Tim Prima

Semarang, DN-II 9 Februari 2026 – Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh insan pers, terutama mereka yang tergabung dalam Insan Pers Jawa Tengah (IPJT). Dalam kesempatan ini, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IPJT, Firdaus Andika, memberikan penegasan yang sangat penting bagi seluruh pengurus maupun anggota IPJT di tingkat provinsi hingga kabupaten. Ia menekankan konsistensi dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas kewartawanan dengan mengedepankan prinsip-prinsip jurnalisme yang beretika serta tunduk pada Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Mengingat Indonesia adalah negara yang secara geografis rawan bencana alam, peran wartawan tidak sekadar sebagai penyampai informasi, melainkan sebagai penghubung yang kritis dalam proses penyampaian aspirasi, kebutuhan, serta situasi yang dialami masyarakat. Dalam situasi bencana, informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya adalah kunci agar penanganan bencana bisa dilakukan secara efektif.

Konsistensi Menjunjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik

Firdaus menegaskan, menjaga independensi adalah fondasi utama bagi wartawan. Dalam era informasi sekarang, di mana berita palsu (hoaks) mudah tersebar luas, kehadiran wartawan yang bertanggung jawab dapat menahan arus disinformasi yang meresahkan masyarakat. Wartawan dituntut untuk selalu melakukan verifikasi fakta dan sumber berita yang mereka gunakan. Hal ini sesuai dengan kode etik jurnalistik yang menuntut kejujuran, keberimbangan, serta menghindari pemberitaan yang menyudutkan tanpa alasan yang jelas.

“Setiap berita yang kita sampaikan harus berlandaskan fakta yang bisa dipertanggung jawabkan. Ini penting agar kita benar-benar bisa menjadi lidah yang menyambung suara masyarakat kepada pihak yang berwenang,” ujar Firdaus.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pentingnya Peran Wartawan dalam Menangani Situasi Bencana

Indonesia sering mengalami bencana alam mulai dari banjir, longsor, gempa bumi, hingga cuaca ekstrem seperti angin puting beliung. Kejadian ini menyebabkan dampak sosial dan ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat terdampak. Oleh karena itu, seorang wartawan harus memahami betul perannya saat bencana terjadi, yaitu sebagai penyampai informasi yang objektif dan benar-benar membantu masyarakat serta pemerintah dalam mengambil langkah penanganan bencana.

Selain menyampaikan kabar terbaru tentang keadaan terkini, wartawan juga memegang peran penting dalam mengawasi penyaluran bantuan serta penanganan oleh aparat dan pemerintah daerah. Mereka menjadi pengawas publik agar proses bantuan tidak tersendat, serta memberikan tekanan positif bagi pihak yang berwenang untuk bertindak cepat dan tepat.

Teknologi dan Media Sosial sebagai Pendukung Kewartawanan Bencana

Di era digital saat ini, penyebaran informasi melalui media sosial menjadi salah satu kekuatan paling besar dalam kewartawanan. Firdaus menekankan agar para wartawan IPJT juga memanfaatkan teknologi informasi dengan maksimal namun tidak terjebak pada informasi yang belum diverifikasi kebenarannya.

“Media sosial bisa menjadi alat yang efektif untuk cepat memberikan informasi, menggalang solidaritas, maupun mempercepat koordinasi bantuan bagi korban bencana. Tapi kita harus tetap berjaga-jaga agar tidak menyebarkan informasi yang salah yang justru bisa memperkeruh situasi,” tandasnya.

Selain itu, pengembangan platform digital dan website resmi media menjadi sangat penting untuk menyajikan berita yang berkualitas dan akurat. Penggunaan multimedia seperti video, foto, serta grafik interaktif juga dapat membantu masyarakat memahami fakta situasi bencana secara lebih komprehensif.

Peningkatan Kapasitas Wartawan untuk Menghadapi Tantangan Baru

Firdaus juga menyerukan perlunya peningkatan kapasitas dan profesionalisme wartawan, terutama dalam menangani berita-berita penting terkait bencana, wartawan harus siap secara mental dan teknis ketika harus meliput kejadian di lokasi yang terkadang berbahaya.

Kemampuan berbahasa yang baik juga sangat pentting karena wartawan yang baik harus menguasai tata berbahasa dan penguasaan teknologi informasi sebagai modal utama wartawan di era sekarang agar bisa menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan mudah diterima masyarakat luas.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Firdaus berharap agar hubungan koordinasi antara insan pers dan pemerintah semakin erat. Media bukan hanya berperan sebagai pengawas atau penyampai informasi, melainkan juga menjadi mitra penting pemerintah dalam menyiarkan program edukasi mitigasi bencana, sosialisasi keselamatan, serta update terkait perkembangan penanganan bencana.

Melalui kolaborasi yang baik, masyarakat akan mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat mulai dari peringatan dini hingga setelah proses evakuasi selesai. Hal ini juga memperkuat rasa percaya masyarakat terhadap media dan pemerintah sebagai sumber informasi terpercaya.

Menjaga Integritas dalam Peliputan Politik dan Isu Sosial

Selain peran wartawan dalam peliputan bencana, Firdaus juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam peliputan isu-isu politik, sosial, dan ekonomi. Di tengah dinamika politik nasional maupun daerah, wartawan harus tetap netral dan proporsional dalam penyajian berita. Tidak boleh ada intervensi atau kepentingan tertentu yang mengganggu objektivitas berita.

Dalam konteks ini, IPJT menegaskan kembali kepada seluruh anggotanya untuk menjadikan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 sebagai landasan hukum utama dalam menjalankan tugas jurnalistik. Dengan begitu, wartawan bisa menjalankan profesinya secara profesional, legal, dan beretika tanpa tekanan maupun intimidasi.

Wartawan Pilar Demokrasi dan Pendorong Perubahan

Dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional 2026, pernyataan dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IPJT menjadi penegasan penting akan peran wartawan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Wartawan diharapkan menjadi pilar demokrasi yang objektif, mengedepankan kebenaran dan fakta, serta menjadi agen perubahan sosial yang mampu menyuarakan aspirasi rakyat.

Terutama dalam situasi sulit seperti bencana alam yang kerap melanda negeri ini, keberadaan wartawan sangat krusial untuk memastikan suara masyarakat terdengar dan bantuan bisa tersalurkan dengan efektif. Dengan memperkuat kapasitas, menjaga profesionalisme, dan memanfaatkan teknologi secara tepat, wartawan akan terus menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang benar dan mencerahkan.

Mari kita dukung para insan pers agar terus konsisten memegang teguh kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Pers sebagai landasan utama dalam tugas mulia mereka. Sebab, melalui wartawan yang independen dan profesional, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang jujur dan tepat waktu, serta pemerintah dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. (*)

Detik-Nasional.Com — Banyak di antara kita merasa telah mencapai puncak spiritualitas melalui rutinitas ibadah yang padat. Namun, sebuah fenomena spiritual mengungkap realitas yang menggetarkan: banyak amalan ternyata “ditunggangi” oleh tipu daya ego dan gangguan non-fisik, sehingga gagal membuahkan perubahan akhlak yang nyata.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut adalah bedah mendalam mengenai pentingnya memurnikan tauhid dari intervensi jin dan tipu daya hati.

1. Paradoks Dzikir: Saat Lisan Berucap, Namun Hati Menolak

Dalam praktik penyucian jiwa (Tazkiyatun Nafs), sering ditemukan fenomena unik: seseorang mampu berdzikir mandiri selama berjam-jam, namun bereaksi keras—seperti mual, sesak, atau gelisah—saat diperdengarkan ayat Al-Qur’an oleh orang lain.

Hal ini mengindikasikan adanya “dualisme spiritual”. Dzikir tersebut mungkin baru sebatas hiasan lisan, sementara di relung hati terdalam masih ada “penghuni” lain yang merasa nyaman karena tidak terusik oleh esensi tauhid yang murni. Al-Qur’an menegaskan:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Jika dzikir justru memicu gejolak negatif saat kebenaran datang, itu adalah alarm nyata bahwa ada intervensi jin yang sedang “berlindung” di balik rutinitas ibadah Anda.

2. Tipu Daya ‘Jalur Kanan’: Iblis di Balik Topeng Kesalehan

Iblis telah bersumpah untuk menyesatkan manusia tidak hanya melalui lembah maksiat, tetapi juga melalui puncak ketaatan. Inilah yang disebut dengan Godaan Jalur Kanan. Allah SWT berfirman mengenai janji Iblis:

“…saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka…” (QS. Al-A’raf: 16-17)

Godaan dari “kanan” adalah menyusupkan penyakit hati secara halus, seperti:

Ujub: Bangga berlebihan atas amal sendiri.

Riya: Haus akan pujian manusia.

Sum’ah: Senang jika kehebatannya didengar orang lain.

Jika ibadah meningkat namun rasa sombong dan dengki tetap kokoh, maka pahala Anda sedang mengalami “pencurian” secara sistematis.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Mengapa Ibadah Gagal Menjadi Transformasi Akhlak?

Sering kita jumpai seseorang yang ahli ibadah namun tetap temperamental, kikir, atau gemar mencela. Hal ini terjadi karena ibadah kehilangan ruh utamanya: Ikhlas.

Beberapa faktor penyebab “kebocoran” spiritual ini antara lain:

Orientasi Transaksional: Beribadah hanya sebagai alat tukar agar bisnis lancar atau hajat duniawi terpenuhi, bukan karena cinta kepada Sang Khalik.

Bisikan Was-was: Setan menyusupkan keraguan atau niat mencari pengakuan manusia ke dalam dada (sebagaimana peringatan dalam QS. An-Nas).

Investasi Ego: Merasa lebih suci dibandingkan orang lain sehingga menutup pintu hidayah dan nasihat.

Solusi: Menuju Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa)

Al-Qur’an menjanjikan keberuntungan bagi mereka yang berani berbenah dan membersihkan diri dari segala bentuk polusi spiritual:

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9-10)

Langkah praktis yang dapat ditempuh:

Taubat Nasuha: Mengakui penyimpangan niat di masa lalu secara jujur di hadapan Allah.

Tajdidun Niyah (Meluruskan Niat): Mengembalikan fokus bahwa “Lailahaillallah” berarti tidak ada tujuan dan tidak ada yang dicintai melebihi Allah.

Terapi Ruqyah & Edukasi Tauhid: Menggunakan sarana syar’i untuk membersihkan sisa-sisa energi negatif atau gangguan jin yang menghambat kekhusyukan.

Kesimpulan

Ibadah bukanlah sekadar angka statistik atau rutinitas mekanis, melainkan sarana transformasi diri. Tanpa pembersihan hati dari intervensi jin dan dominasi ego, kita hanya sedang membangun istana pasir yang akan runtuh seketika oleh badai kesombongan di akhirat kelak.

Editor: Redaksi Detik-Nasional
Tanggal: 9 Februari 2026

LAMPUNG TENGAH, DN-II Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI di Gedung Sesat Nuwo Balak, Gunung Sugih, Sabtu (7/2/2026). Momentum ini ditegaskan sebagai titik balik konsolidasi partai untuk lebih dekat dengan rakyat melalui gagasan dan kerja nyata.

Awali Musda dengan Gerakan Menanam (GELAM)

Sebelum memasuki inti agenda musyawarah, Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung, Ir. H. Hanan A. Rozak, M.S., melakukan aksi simpatik berupa Gerakan Lampung Menanam (GELAM). Didampingi Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri dan Ketua DPRD Febriyantoni, Hanan menanam bibit pohon produktif seperti alpukat, durian, dan mangga di area sekitar gedung acara.

Aksi ini menjadi simbol bahwa Partai Golkar bukan sekadar mesin politik, melainkan organisasi yang peduli terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan masa depan masyarakat.

Apresiasi Prestasi dan Soliditas Internal

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana Musda XI, Febriyantoni, mengungkapkan bahwa acara ini dihadiri sekitar 1.600 peserta dan peninjau. Ia memberikan apresiasi khusus kepada H. Tony Eka Candra yang dalam masa singkat 28 hari sebagai Plt. Ketua DPD II, mampu mengawal persiapan Musda dengan sangat baik.

Senada dengan itu, Tony Eka Candra dalam sambutannya memuji pondasi kokoh yang ditinggalkan kepemimpinan sebelumnya di bawah Musa Ahmad.

“Dedikasi Bapak Musa Ahmad telah membawa Golkar meraih 13 kursi di DPRD Lampung Tengah. Ini adalah prestasi luar biasa yang harus kita pertahankan, bahkan kita targetkan meningkat menjadi 15 kursi pada Pemilu 2029 mendatang,” tegas Tony.

Ia juga menekankan pentingnya musyawarah mufakat dalam pemilihan ketua baru guna menjaga persatuan internal di bawah panji beringin.

Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten

Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, menyambut positif kiprah Partai Golkar. Menurutnya, Golkar telah memberikan warna dan sumbangsih nyata dalam pembangunan daerah.

“Musda bukan sekadar memilih pengurus, tapi ruang untuk regenerasi dan menyusun agenda strategis. Kami berharap Golkar terus bersinergi dengan pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat Lampung Tengah,” ujar Komang.

Arahan Hanan A. Rozak: Golkar Sebagai Jembatan Solusi

Saat membuka Musda secara resmi, Hanan A. Rozak menekankan bahwa partai harus mengimplementasikan doktrin Karya Kekaryaan. Ia ingin kader Golkar Lampung Tengah hadir di tengah masyarakat sebagai pemecah masalah, bukan justru menjadi bagian dari masalah.

Hanan menitipkan tiga instruksi utama bagi pengurus yang baru nantinya:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Struktur yang Rapi: Penguatan organisasi hingga tingkat desa, kelurahan, dan RT.

Kader Aktif: Kader harus turun langsung ke lapangan dan merespons aspirasi warga.

Program Relevan: Menjalankan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Partai Golkar harus tampil dengan karya dan gagasan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat. Jadikan kantor partai sebagai rumah aspirasi bagi seluruh masyarakat Lampung Tengah,” pesan Hanan sebelum memukul gong tanda dibukanya Musda XI.

Hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda, pimpinan partai politik, ormas, tokoh adat, serta jajaran pengurus DPD I Golkar Lampung seperti Sekretaris Aprozi Alam dan Ketua Harian Riza Mirhardi.

Red

MRANGGEN, DN-II Tabir di balik pengelolaan Koperasi Merah Putih (KOPDES) Mranggen semakin terkuak lebar. Di tengah ancaman pengusiran pedagang yang jatuh tempo pada 10 Februari besok, terungkap angka perputaran uang yang sangat fantastis. Berdasarkan data tagihan Januari 2026, terdapat 34 pedagang yang nasibnya kini berada di ujung tanduk. Minggu, (8/2/2026).

Hasil kalkulasi tim redaksi menunjukkan bahwa KOPDES Mranggen diperkirakan menarik dana rutin dari 34 pedagang mencapai lebih dari Rp25 Juta setiap bulan, atau menembus angka Rp306 Juta per tahun. Angka ini murni berasal dari retribusi harian dan sewa bulanan yang dipungut dari para pencari nafkah di Komplek Pondok Majapahit 2.

“Ini angka yang sangat besar untuk ukuran pasar desa. Pertanyaannya, ke mana uang ratusan juta itu mengalir? Mengapa saat pedagang menunggak beberapa ratus ribu saja, koperasi langsung bertindak arogan dengan ancaman pengusiran?” tulis redaksi dalam kritiknya.

Dalam daftar tagihan Januari, total tunggakan dari 34 pedagang “hanya” sebesar Rp7.888.000. Angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan total pemasukan tahunan koperasi yang mencapai ratusan juta. Namun, pihak pengurus tetap bersikeras memberikan label merah dan mengancam akan mengambil alih lapak.

Kebijakan ini dinilai sebagai praktik “perampokan” ruang usaha rakyat secara sistematis. Dengan uang pendaftaran yang sudah disetor sebesar Rp650.000 per orang, koperasi seharusnya memiliki bantalan sosial untuk membantu anggota yang kesulitan, bukan justru menjadi eksekutor yang mematikan rezeki warga.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Redaksi mendesak Pemerintah Desa Mranggen dan Dinas Koperasi Kabupaten Demak untuk segera melakukan audit transparan. Bagaimana mungkin lembaga yang memungut lebih dari Rp300 Juta per tahun dari rakyat kecil tidak memiliki skema keringanan bagi anggotanya yang sedang terpuruk?

Rakyat Mranggen menunggu jawaban. Jangan biarkan koperasi yang seharusnya menjadi penolong, justru menjelma menjadi predator yang menghisap keringat pedagang kecil hingga kering.*(Red)

BANDUNG, DN-II Di balik kemegahan arsitektur Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung, terdapat ratusan pekerja yang menggantungkan hidupnya di sana. Salah satunya adalah Naya, seorang karyawati yang telah mengabdi selama empat tahun di bawah bendera PT Impala Akbar Indo. (8/2/2026).

Dalam sebuah kesempatan bincang santai, Naya membagikan pengalamannya mengenai realita upah dan biaya hidup di Kota Kembang. Meski telah bekerja selama empat tahun, ia mengungkapkan bahwa penghasilannya masih mengacu pada standar Upah Minimum Regional (UMR) setempat.

Standar Upah yang Beragam

“Saya sudah kerja di sini empat tahun. Gajinya sesuai UMR Kota Bandung, sekitar Rp4.245.000,” ujar Naya.

Menariknya, saat disinggung mengenai perbandingan upah dengan daerah lain—seperti Brebes yang berada di kisaran Rp2,4 juta—Naya menilai angka tersebut tergolong kecil. Baginya, perbedaan standar upah antar kota adalah hal yang wajar mengingat biaya kebutuhan hidup di setiap daerah tidaklah sama.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Sedikit kalau Rp2,4 juta itu. Soalnya tiap kota kan UMR-nya beda-beda,” tambahnya.

Rasa Syukur di Tengah Kebutuhan Ekonomi

Meskipun kenaikan gajinya lebih didasarkan pada penyesuaian UMR tahunan dan bukan semata-mata karena masa kerja, Naya mengaku tetap merasa cukup. Saat ditanya apakah penghasilan sebesar Rp4,2 juta tersebut masih menyisakan tabungan atau “turah” dalam bahasa Jawa, ia menjawab dengan penuh rasa syukur.

“Alhamdulillah, ada (sisanya),” ucapnya tersenyum.

Kondisi ekonomi Naya juga terbantu oleh sang suami yang turut bekerja. Baginya, bekerja di lingkungan Masjid Al Jabbar bukan sekadar mencari nafkah, tapi juga bentuk kontribusi untuk membantu perekonomian keluarga kecilnya.

Lokasi Kerja: Masjid Al Jabbar, Kota Bandung.

Masa Kerja: 4 Tahun.

Perusahaan: PT Impala Akbar Indo.

Nominal Gaji: Rp4.245.000 (Sesuai UMR Kota Bandung).

Status: Menikah dan belum memiliki anak.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Reporter: Teguh

Kuningan, DN-II Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus secara resmi membuka Retret Pejabat Administrator Kabupaten Kuningan di Ballroom Arya Kemuning, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat (6/2/2026). Dalam acara tersebut, Wiyagus menekankan pentingnya seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan untuk bersinergi dalam mewujudkan visi misi kepala daerah setempat.

“Retret juga bagian dari membentuk superteam ya, untuk mencapai visi dan misi Bapak Bupati tentunya. Sebagai bagian dari visi-misi Bapak Presiden Prabowo tentunya,” ujar Wiyagus.

Ia menambahkan, pelaksanaan retret sangat penting dalam membangun keselarasan visi misi pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, kegiatan tersebut berperan dalam memperkuat harmonisasi pusat dan daerah, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kebijakan.

Dalam kesempatan itu, Wiyagus mengungkapkan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Pengembangan SDM, kata dia, menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Melalui berbagai program dan kebijakan, Indonesia bertekad menciptakan SDM berdaya saing global, berkarakter kuat, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Lebih lanjut, Wiyagus menjelaskan bahwa dalam mengimplementasikan kebijakan terdapat sejumlah tantangan yang menjadi kendala, termasuk bagi Pemkab Kuningan. Oleh karena itu, penting bagi daerah untuk menerapkan kebijakan berbasis kondisi masing-masing daerah. Di sisi lain, dari segi pengelolaan keuangan daerah, pemerintah melakukan penyesuaian alokasi dana transfer ke daerah sebagai bagian dari konsolidasi fiskal nasional. Hal ini dapat menjadi peluang bagi daerah untuk meningkatkan kemandirian fiskal.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Oleh karena itu, di sini pemerintah daerah dituntut untuk mampu mengelola APBD secara efektif dan berkualitas, dengan menetapkan skala prioritas belanja, mengoptimalkan pendapatan asli daerah, serta mendorong inovasi pembiayaan melalui kerja sama dengan swasta dan optimalisasi BUMD,” jelas Wiyagus.

Ia menambahkan, dalam menghadapi berbagai tantangan, kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah menjadi sangat penting. Hal ini terbukti melalui kolaborasi yang optimal, pemerintah pusat dan daerah berhasil menekan angka inflasi agar lebih terkendali. Begitu pula saat terjadinya pandemi Covid-19 yang mampu diatasi melalui kerja keras pusat dan daerah. Wiyagus berharap, pemerintah daerah, termasuk Pemkab Kuningan, dapat menyambut sekaligus mendukung program prioritas Presiden yang tertuang dalam Asta Cita. Dengan begitu, program tersebut diyakini mampu mendorong kesejahteraan rakyat.

“Kami berharap seluruh Pemda dapat menyambut dan mengimplementasikan program-program ini secara bersungguh-sungguh, terencana, kemudian juga berkelanjutan. Hal ini menjadi kunci agar kehadiran negara melalui berbagai kebijakan dan program pembangunan ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” tandas Wiyagus.

Untuk diketahui, usai membuka retret tersebut, Wiyagus menyambangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kasturi di Kabupaten Kuningan. Wiyagus mengecek langsung proses pembuatan sekaligus distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Usai menyambangi SPPG, Wiyagus beranjak menuju Sekolah Rakyat yang berlokasi di SMP Negeri 6 Kuningan. Di sekolah tersebut, Wiyagus berinteraksi dengan para guru dan siswa. Ia juga menyaksikan kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan secara antusias oleh guru dan siswa.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kuningan.

Red

You cannot copy content of this page