Beranda » Riau » Halaman 2

Riau

Banjarbaru, DN-II Lanud Sjamsudin Noor kembali menunjukkan kesiapsiagaannya dalam mendukung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Dukungan tersebut diwujudkan dengan melaksanakan tiga sortie penerbangan penyemaian bahan semai Natrium Klorida (NaCl) menggunakan pesawat BNPB PK-SNK di wilayah Kalimantan Selatan, Senin (07/09/2026).

Dalam pelaksanaan OMC kali ini, tiap sortie pesawat membawa 1 ton bahan semai NaCl yang disiapkan untuk disemai. Pelaksanaan penyemaian dilakukan berdasarkan kondisi meteorologi dan perkembangan awan di wilayah sasaran. Dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer yang tersedia, bahan semai dilepaskan pada lokasi dan waktu yang dinilai sesuai untuk mendukung terbentuknya hujan di wilayah operasi.

OMC sendiri menjadi salah satu bagian dari penanganan Karhutla di Kalsel. Terbukti dari tiga sortie penyemaian dari udara tersebut membuahkan hasil dengan turunnya hujan dibeberapa wilayah di Kab. Tanah Bumbu, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menegaskan bahwa Lanud Sam akan terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan OMC sesuai kebutuhan operasi dengan memastikan personel, fasilitas, dan dukungan dari pangkalan berada dalam kondisi siap, sehingga setiap misi dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat, terkoordinasi, dan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.

Lebih lanjut, Danlanud Sam menyampaikan bahwa OMC bukan satu-satunya langkah dalam menghadapi Karhutla. Ini merupakan bagian dari penanganan terpadu yang harus berjalan bersama dengan pemadaman, pembasahan, pemantauan, dan pencegahan di lapangan yang membutuhkan sinergi berbagai unsur.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dengan dukungan pesawat BNPB dan keterlibatan personel di pangkalan, Lanud Sam akan terus memperkuat kontribusi TNI AU dalam mendukung pemerintah dan instansi terkait menangani Karhutla, serta memastikan setiap rangkaian operasi udara dapat terlaksana secara profesional, aman, dan terkoordinasi. “Diharapkan pelaksanaan OMC dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu mengurangi dampak Karhutla serta menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kalimantan Selatan,” ujar Danlanud. Red

Banjarbaru, DN-II Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat terus diperkuat Lanud Sjamsudin Noor. Salah satunya melalui peningkatan kemampuan personel dalam mengoperasikan kendaraan khusus pemadam kebakaran. Personel Lanud Sjamsudin Noor bersama personel Satuan Radar 206 Banjarbaru mengikuti pelatihan pengoperasian dan penggunaan kendaraan khusus pemadam kebakaran di Jalan Sempati, Tegal Arum, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Minggu (06/09/2026).
Pelatihan tersebut diberikan oleh petugas Pemadam Kebakaran Bandara Syamsudin Noor bersama personel Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Barokah Syamsudin Noor. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat, tepat, dan terukur, sekaligus meningkatkan keterampilan dalam mengoperasikan kendaraan pemadam kebakaran.
Dalam pelatihan, personel mendapatkan pembekalan mengenai pengenalan kendaraan, fungsi berbagai peralatan pendukung, tata cara pengoperasian, hingga prosedur keselamatan dalam menghadapi situasi kebakaran. Materi kemudian dipraktikkan secara langsung agar personel memiliki pengalaman dan keterampilan yang dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi sebenarnya di lapangan.
Pelaksanaan pelatihan ini memiliki arti penting di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan yang terus dilakukan. Kesiapan personel menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi situasi darurat, terlebih ketika kondisi di lapangan membutuhkan respons cepat dan dukungan berbagai unsur secara bersamaan.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menegaskan bahwa kesiapan personel harus dibangun melalui latihan yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya kemampuan personel merupakan bagian dari kesiapan Lanud Sam dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat, termasuk Karhutla yang masih menjadi perhatian di wilayah Kalsel yang membutuhkan kecepatan respons dan sinergi. Lebih lanjut, Danlanud Sam menyampaikan bahwa akan terus memperkuat kesiapan personel dan sarana yang dimiliki agar dapat memberikan dukungan secara maksimal, sehingga ketika kondisi darurat terjadi, personel sudah siap melaksanakan tugas.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Lanud Sam, Satrad 206 Banjarbaru, Pemadam Kebakaran Bandara Syamsudin Noor, dan BPK Barokah Syamsudin Noor. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan pemahaman dan kesiapan menghadapi kondisi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya. Melalui latihan yang dilaksanakan secara rutin dan terukur, Lanud Sam berkomitmen menjaga kesiapan personel agar selalu berada dalam kondisi optimal. Dengan kemampuan yang terus diasah, setiap personel diharapkan mampu memberikan respons cepat, profesional, dan aman dalam mendukung tugas, termasuk dalam menghadapi potensi Karhutla di Kalsel. Red

PEKANBARU  –  Aktivitas dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di Jalan Palembang, Kelurahan Metangor, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru, terus berjalan tanpa hambatan seolah-olah pemiliknya kebal hukum. Hingga kini, aparat penegak hukum (APH) belum juga mengambil tindakan nyata di lapangan, membiarkan keresahan warga kian memuncak.

Pantauan di lokasi pada Senin, 7 September 2026, menunjukkan sebuah bangunan berpagar seng merah di tengah area perkebunan beroperasi secara terang-terangan. Kendaraan pengangkut keluar-masuk leluasa hingga malam hari, tanpa ada rasa takut tersentuh razia atau penertiban hukum.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Sejumlah warga yang ditemui di lokasi menduga pemilik gudang tersebut sengaja dibiarkan melenggang kangkung karena memiliki pengaruh kuat atau kedekatan khusus, membuat hukum seolah tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

“Kami warga sini resah sekali. Tempat itu jelas-jelas diduga gudang BBM ilegal, tapi dibiarkan begitu saja. Kalau aparat diam terus, publik wajar curiga ada apa di balik semua ini? Jangan-jangan pengusahanya kebal hukum atau memang dipelihara?” ujar salah satu warga dengan nada geram yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Dugaan pembiaran ini membuat pemilik gudang kian leluasa meraup keuntungan pribadi di atas penderitaan dan ancaman keselamatan orang lain. Aktivitas penyimpanan BBM tanpa izin di kawasan pemukiman tidak hanya melanggar hukum secara telak, tetapi juga mempertaruhkan nyawa ratusan warga sekitar dari ancaman kebakaran maut dan kerusakan lingkungan parah.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Berdasarkan ketentuan Pasal 53 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diperbarui dalam UU Cipta Kerja, pelaku penimbunan ilegal terancam pidana penjara hingga enam tahun dan denda maksimal Rp60 miliar. Namun, aturan ketat tersebut seolah menjadi macan kertas di hadapan pemilik gudang Metangor yang hingga kini masih melenggang bebas tanpa tersentuh satu pun sel tahanan.

Redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang terkait mandeknya penindakan di lokasi tersebut, namun belum ada respons maupun tindakan konkret yang diberikan. Hak jawab tetap disediakan bagi pihak pengelola gudang maupun instansi terkait sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Kontributor Liputan – Utama

Banjarbaru, DN-II Dukungan TNI Angkatan Udara dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan terus bergerak. Pesawat Hercules TNI Angkatan Udara A-1328 kembali mendarat di Apron Lanud Sjamsudin Noor. Sabtu, (05/09/2026), membawa dukungan logistik untuk memperkuat keselamatan dan kesiapan personel yang bertugas di lapangan.

Kali ini, Hercules A-1328 membawa 500 Koli Alat Pelindung Diri (APD) dari Kementerian Pertahanan RI serta 2 koli masker dari Pusat Kesehatan (Puskes) TNI AU. Setibanya di Lanud Sjamsudin Noor, seluruh bantuan segera diterima dan disiapkan untuk didistribusikan guna mendukung kebutuhan personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.

Kedatangan bantuan tersebut menjadi bagian penting dari dukungan logistik dalam operasi penanganan Karhutla. Selain memperkuat kesiapan operasional, ketersediaan APD dan masker menjadi perhatian utama mengingat personel di lapangan berhadapan langsung dengan asap, panas, serta kondisi medan yang penuh tantangan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menegaskan bahwa keselamatan personel harus menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas penanganan Karhutla. Dukungan APD dan masker ini sangat penting untuk melindungi personel yang berada di lapangan, sehingga seluruh personel dapat melaksanakan tugas secara maksimal, namun tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan.

Danlanud Sam juga menegaskan bahwa Lanud Sjamsudin Noor akan terus memastikan dukungan transportasi udara, penerimaan logistik, maupun kebutuhan operasional lainnya dapat berjalan dengan baik.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sinergi dan koordinasi dengan Kementerian Pertahanan, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait akan terus diperkuat, karena dukungan udara memiliki peran penting dalam memastikan kebutuhan operasional dapat terpenuhi dengan cepat, khususnya ketika kondisi di lapangan membutuhkan tambahan logistik dan perlengkapan secara segera.

Kehadiran Hercules A-1328 dengan membawa dukungan APD dan masker menjadi bukti bahwa penanganan Karhutla dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pengerahan personel dan operasi pemadaman, tetapi juga dengan memastikan perlengkapan keselamatan serta kebutuhan pendukung penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan tersedia tepat waktu. Red

jarbaru, DN-II Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak hanya dilakukan ketika api mulai berkobar. Di balik setiap operasi pemadaman, kesiapan sumber air menjadi salah satu faktor penting yang harus dipastikan setiap saat. Hal tersebut menjadi perhatian Lanud Sjamsudin Noor melalui Satgas Pengamanan Irigasi Embung Jokowi yang terus menjaga kesiapan sarana pendukung operasi Karhutla di Kalimantan Selatan, Jumat (04/09/2026).

Berlokasi di kawasan Tegal Arum, Embung Jokowi menjadi salah satu sumber air strategis dalam mendukung operasi pemadaman Karhutla, khususnya di wilayah sekitar Bandara Syamsudin Noor. Karena itu, personel Satgas Irigasi Lanud Sam secara konsisten melaksanakan pengamanan, pemeliharaan, serta pengecekan sarana dan prasarana guna memastikan seluruh sistem siap digunakan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan.

Pengecekan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari unit pompa, mesin penggerak, generator, selang bertekanan tinggi, rangka apung, hingga saringan air. Setiap komponen diperiksa untuk memastikan tidak terdapat kendala yang dapat menghambat distribusi air saat operasi pemadaman berlangsung.

Bukan hanya peralatan yang menjadi perhatian. Keamanan fasilitas dan lingkungan sekitar Embung Jokowi juga dijaga secara berkelanjutan. Personel melaksanakan pengamanan selama 24 jam melalui sistem piket bergilir, sehingga kondisi lokasi dapat terus dipantau sekaligus mengantisipasi potensi titik api maupun gangguan terhadap fasilitas pendukung operasi.

Dalam pelaksanaannya, Satgas Irigasi Lanud Sam juga terus memperkuat sinergi dengan unsur terkait. Dukungan alat berat dimanfaatkan untuk menjaga akses menuju lokasi, menata saluran, serta memastikan jalur suplai air tetap terbuka dan dapat berfungsi dengan baik. Kesiapan tersebut menunjukkan bahwa perjuangan menghadapi Karhutla tidak hanya berlangsung di garis depan ketika api membesar. Jauh sebelum itu, personel Lanud Sam telah memastikan sumber daya, sarana, dan personel berada dalam kondisi siap untuk bergerak.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Melalui kesiapsiagaan 24 jam, pemeliharaan sarana secara berkelanjutan, serta koordinasi lintas unsur, Lanud Sam terus memperkuat dukungan TNI Angkatan Udara dalam penanganan Karhutla di Kalsel. Setiap pompa air yang siap, setiap saluran yang terjaga, dan setiap personel yang berjaga menjadi bagian dari kesiapan menghadapi ancaman api sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak Karhutla. Red

Banjarbaru, DN-II Perjuangan pantang menyerah kembali ditunjukkan personel Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan rawan kebakaran. Memasuki hampir satu bulan pelaksanaan operasi pemadaman, semangat para personel tak surut untuk terus melakukan pembasahan dan penyekatan titik api, khususnya di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, yang berada tidak jauh dari Bandara Syamsudin Noor, Kamis (03/09/2026).
Di tengah kondisi cuaca dan medan yang penuh tantangan, personel Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor tetap bergerak menyusuri kawasan gambut untuk memastikan bara api yang berpotensi muncul kembali dapat dikendalikan. Penanganan tidak hanya dilakukan pada titik api yang terlihat di permukaan, tetapi juga menyasar potensi bara yang masih bertahan di bawah permukaan tanah.
Medan yang dihadapi pun tidaklah mudah. Kawasan gambut dengan kedalaman mencapai 1 hingga 3 meter menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Kondisi tersebut membuat api dapat bertahan dan kembali menyala dari bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah berhasil dipadamkan. Untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses kendaraan, personel harus berjalan kaki menembus kawasan gambut sembari memikul berbagai perlengkapan pemadam. Mesin pompa, gulungan selang, peralatan pendukung hingga perbekalan logistik harus dibawa secara manual menuju lokasi penanganan.
Langkah demi langkah ditempuh. Keringat dan rasa lelah menjadi bagian dari perjuangan para personel di lapangan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk memastikan kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor tetap aman dari ancaman Karhutla.
Bukan hanya kekuatan fisik, kekompakan menjadi modal penting dalam menghadapi panjangnya operasi di lapangan. Di tengah tekanan fisik dan mental yang menguras stamina, rasa kekeluargaan antar personel menjadi sumber kekuatan untuk menjaga semangat tetap menyala.
Sesekali terdengar canda dan gurauan di sela-sela tugas. Tawa sederhana menjadi cara mereka mengusir rasa jenuh sekaligus mengembalikan energi setelah berjibaku dengan medan gambut. Kekompakan tersebut menjadi gambaran bahwa perjuangan menghadapi Karhutla bukan hanya tentang alat dan tenaga, tetapi juga tentang kebersamaan dan semangat pantang menyerah.
Dengan semangat “pantang menyerah sebelum api benar-benar padam”, personel Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Setiap pembasahan dan penyekatan menjadi bagian dari langkah nyata untuk mencegah api kembali membesar sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan kawasan strategis di sekitar Bandara Syamsudin Noor. (Pen Lanud Sjamsudin Noor)

KAMPAR, DN-II Kepedulian terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan pemberian sembako gratis bagi warga Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 WIB tersebut menjadi momentum mempererat sinergitas antara pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, perusahaan, pemerintah desa, dan insan pers dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Hadir dalam kegiatan tersebut : Camat Tapung Hulu Nuryadi, SE, Kapolsek Tapung Hulu, Riko Rizki Masri,SH,MH, Kepala desa Kasikan ,Alhudri,S.T,Perwakilan PT.Bumi Siak Pusako, Fahkrudin ,Insan Pers Keadilan Tapung Hulu, Babinsa Kasikan Serma A. Y. Zalukhu, serta Pemerintah Desa Kasikan.

Kepala Desa Kasikan, Alhundri, ST, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepedulian seluruh pihak yang ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial tersebut.

Menurutnya, bantuan sembako bukan hanya soal nilai materi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan kepedulian kepada masyarakat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sementara itu, Kapolsek Tapung Hulu Riko Rizki Masri, SH, MH, menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan wujud nyata kehadiran berbagai unsur di tengah masyarakat.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan kebutuhan warga sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat dengan unsur pemerintahan, TNI-Polri, perusahaan dan insan pers.

Senada, Camat Tapung Hulu Nuryadi, SE, mengapresiasi kebersamaan seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai kolaborasi dan kepedulian sosial merupakan modal penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Dari Insan Pers Keadilan Tapung Hulu, sambutan di sampaikan oleh sekretaris Irwansyah Panjaitan,”Bahwa insan pers tidak hanya memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan membangun kepedulian bersama di tengah tengah masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Warga penerima bantuan tampak menyambut baik pembagian sembako tersebut.

Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap masyarakat dapat tumbuh melalui sinergi dan kebersamaan, tanpa melihat latar belakang maupun perbedaan.

“Sembako ini mungkin tidak mampu menyelesaikan semua masalah, tetapi semoga dapat meringankan beban dan membawa senyum di wajah warga hari ini.”  Red

Banjarbaru, DN-II Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mendorong pemerintah daerah (Pemda) agar memastikan aset Barang Milik Daerah (BMD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki kepastian hukum serta dikelola secara produktif.

Menurutnya, sertifikasi aset daerah menjadi langkah strategis dalam memberikan perlindungan hukum serta memperkuat tata kelola aset milik Pemda. Dengan upaya tersebut, diharapkan aset daerah dapat menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tentunya harapan kita ini merupakan modal strategis pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan publik dan juga meningkatkan pendapatan daerah dan juga mendukung pembangunan di daerah,” ujar Wiyagus dalam acara Penyerahan Sertipikat Tanah Aset BMD dan Aset BUMD, serta Penyerahan Program Local Service Delivery Project (LSDP) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026).

Ia menegaskan, Pemda perlu memastikan aset yang dimiliki tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi juga mempunyai kepastian hukum, aman, tertib, dan memberikan nilai tambah bagi daerah. Khusus untuk aset BUMD, Wiyagus menilai sertifikasi tanah juga menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola dan kesehatan korporasi daerah. Kepastian atas aset dinilai dapat memberikan fondasi yang lebih kuat bagi BUMD untuk meningkatkan kinerja dan kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

Dorong PAD dan Pelayanan Publik, Wamendagri Minta Pemda Amankan Aset Lewat Sertifikasi

 

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa momentum tersebut merupakan upaya untuk memastikan program LSDP dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah. Ia menekankan bahwa keberhasilan suatu program pemerintah tidak berhenti pada tahap penyerahan, tetapi harus dilanjutkan dengan pemanfaatan, pemeliharaan, pengawasan, dan keberlanjutan.

“Nah terkait dengan program LSDP ini kami dari Kemendagri memandang bahwa program ini sebagai bagian dari upaya memperkuat keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat dan memastikan bahwa program pemerintah ini benar-benar memberikan manfaat nyata di daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wiyagus mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Komisi II DPR RI, jajaran pemerintah pusat, Pemda, hingga pemangku kepentingan lainnya dalam menyukseskan kebijakan tersebut. Ia menilai, melalui kerja sama yang terus diperkuat, kebijakan tersebut dapat berjalan efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Ia berharap penyerahan sertifikat aset dan program LSDP menjadi momentum untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan daerah. Aset negara maupun daerah, menurutnya, harus dipastikan memiliki status hukum yang jelas dan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Semoga penyerahan sertifikat dan program ini menjadi momentum untuk terus memperkuat atas pengelolaan pemerintah daerah dan memastikan bahwa setiap aset negara dan daerah … memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat,” pungkasnya.

Turut hadir pada acara tersebut Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN) Ossy Dermawan, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, serta pihak terkait lainnya. Red/Casroni

KUANTAN SINGINGI, 2 September 2026 – Praktik kejahatan lingkungan di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, kembali mencuat. Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang menggunakan alat berat terpantau beroperasi secara vulgar dan tanpa hambatan di Desa Sungai Paku, Kecamatan Singingi Hilir. Maraknya aktivitas ilegal ini memicu pertanyaan besar publik terkait efektivitas pengawasan serta penegakan hukum oleh instansi berwenang di tingkat daerah.

Berdasarkan peninjauan lapangan pada Rabu, 26 Agustus 2026, sekitar pukul 14.08 WIB, ditemukan aktivitas operasional yang melibatkan satu unit ekskavator dan satu unit rakit penambang (dompeng). Lokasi penambangan tersebut berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), di sekitar jalur penghubung Lipat Kain dan Taluk Kuantan.

Secara yuridis, aktivitas semacam ini melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Beleid tersebut secara tegas melarang penambangan tanpa izin resmi yang berpotensi merusak ekosistem dan merugikan keuangan negara.

Dampak langsung dari eksploitasi tanpa izin ini dirasakan oleh lingkungan sekitar. Perubahan kualitas air sungai menjadi keruh dan pekat mengindikasikan terjadinya pencemaran berat. Selain itu, aktivitas pengerukan di sempadan sungai berisiko memicu abrasi serta meningkatkan kerentanan terhadap bencana longsor yang mengancam keselamatan warga.

Sejumlah warga sekitar yang dihimpun keterangannya mengungkapkan kecemasan mendalam atas kelangsungan lingkungan mereka. Warga berharap adanya tindakan nyata dari pihak berwenang guna menghentikan kegiatan yang dinilai merusak sumber daya alam tersebut.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Upaya konfirmasi dan perimbangan informasi secara berimbang terus ditempuh kepada aparat penegak hukum setempat, termasuk jajaran Polsek Singingi Hilir dan instansi terkait, guna mengakomodasi tanggapan resmi serta penjelasan atas pengawasan di wilayah tersebut.

Publik dan berbagai elemen masyarakat mendesak instansi penegak hukum yang lebih tinggi, seperti Kepolisian Resor Kuantan Singingi dan Kepolisian Daerah Riau, untuk melakukan evaluasi serta penertiban secara tegas terhadap seluruh praktik pertambangan liar di wilayah hukum Provinsi Riau.

Publisher -Red

KAMPAR, DN-II Polsek Tapung Hulu resmi menerbitkan Surat Pemberitahuan Hasil Penyelidikan (SP2HP) atas laporan dugaan pengancaman terhadap tiga pelajar di Desa Kusau Makmur, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar. Laporan ini sebelumnya diajukan oleh Paridah selaku orang tua korban. (1/9/2026).

​Peristiwa pengancaman tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Ketiga korban yang masih berstatus pelajar diduga diancam menggunakan senjata tajam berupa dodos sawit. Adapun identitas para korban yakni:

​Aria Jaka Rasyid – Siswa SMKN 1 Tapung Hulu

​Refi Andika – Siswa SMKN 1 Tapung Hulu

​Muhamad Rizki – Siswa SMAN 2 Tapung Hulu

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Laporan resmi tercatat dalam Surat Tanda Bukti Lapor (STBL) Nomor: STBL/89/VIII/2026/SPKT/Polsek Tapung Hulu/Polres Kampar/Polda Riau pada Senin, 24 Agustus 2026. Melalui penerbitan SP2HP, pihak kepolisian menyatakan bahwa proses penyelidikan dijadwalkan berlangsung dalam jangka waktu 14 hari kerja, dengan opsi perpanjangan jika diperlukan pendalaman fakta di lapangan.

Polisi Bergerak Cepat, Penyelidikan Kasus Pengancaman Pelajar di Kampar Resmi Dimulai

​Pihak keluarga korban menyampaikan apresiasi atas respons cepat jajaran Polsek Tapung Hulu dalam menindaklanjuti laporan ini. “Kami berharap perkara ditangani secara transparan, objektif, dan mengutamakan keadilan, sehingga anak-anak kami dapat memperoleh rasa aman kembali,” ungkap perwakilan keluarga korban.

​Hingga 31 Agustus 2026, penyidik telah melaksanakan serangkaian langkah penegakan hukum meliputi penerimaan pengaduan, pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta pemeriksaan terhadap ketiga saksi sekaligus korban. Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berjalan guna mengungkap fakta secara tuntas dan berimbang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

​(Sumber: Pelapor / Keluarga Korban)
Red/Irwansyah P