BREBES, DN-II Jalur perbatasan Desa Grinting dan Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, kini dalam status siaga. Aksi provokatif sekelompok pemuda yang diduga geng motor kian meresahkan warga dengan pamer senjata tajam (sajam) di ruang publik. Tak sekadar mengganggu ketertiban, aksi show of force ini telah mengarah pada tindak pidana serius yang mengancam nyawa. (13/2/2026).
Titik rawan terpantau mulai dari area Rocket Chicken hingga perbatasan antar-desa. Lokasi yang merupakan urat nadi ekonomi warga ini berubah mencekam saat malam hari. Para oknum pemuda tersebut kerap mondar-mandir mencari lawan tawuran, menciptakan atmosfer ketakutan bagi pengguna jalan.
Konsekuensi Hukum: Ancaman 10 Tahun Penjara
Pihak berwajib menegaskan bahwa membawa senjata tajam di tempat umum bukanlah sekadar kenakalan remaja biasa. Para pelaku dapat dijerat pasal berlapis yang berpotensi memutus masa depan mereka:
UU Darurat No. 12 Tahun 1951: Membawa sajam tanpa hak diancam hukuman penjara hingga 10 tahun.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pasal 170 KUHP: Kekerasan secara bersama-sama di muka umum dengan ancaman maksimal 5 tahun 6 bulan.
Pasal 351 KUHP: Penganiayaan yang mengakibatkan luka berat atau kematian diancam hukuman 7 hingga 12 tahun penjara.
Pesan untuk Orang Tua: Jaga “Anak Lanang”
Tokoh masyarakat Bulakamba mengimbau agar para orang tua meningkatkan pengawasan ketat terhadap anak laki-laki mereka. Orang tua diminta tidak abai terhadap aktivitas luar rumah, terutama pada jam-jam rawan malam hari.
“Jangan sampai masa depan anak hancur di balik jeruji besi hanya karena solidaritas semu di jalanan. Orang tua adalah benteng pertama pencegahan,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.
Langkah Preventif di Lingkungan Keluarga:
Pemberlakuan Jam Malam: Pastikan anak sudah berada di rumah sebelum pukul 22.00 WIB.
Pantau Aktivitas Digital: Periksa grup WhatsApp dan media sosial untuk mendeteksi dini ajakan tawuran atau bergabung dengan kelompok motor.
Edukasi Dampak Hukum: Berikan pemahaman bahwa catatan kriminal pada SKCK akan menutup pintu masa depan dalam mencari pekerjaan atau melanjutkan pendidikan.
Panduan Keamanan bagi Pengguna Jalan
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Bagi warga yang terpaksa melintasi jalur Grinting–Kluwut pada malam hari, berikut langkah antisipasinya:
Hindari Berkendara Sendiri: Usahakan beriringan dengan kendaraan lain atau truk yang melintas.
Cari Titik Aman: Jika melihat kerumunan mencurigakan, segera menepi ke lokasi ramai seperti SPBU, minimarket 24 jam, atau kantor polisi terdekat.
Lapor Call Center 110: Segera hubungi pihak kepolisian jika melihat indikasi gangguan kamtibmas.
Sinergi Kolektif demi Keamanan
Saat ini, masyarakat mendesak aparat penegak hukum dari Polsek Bulakamba dan Koramil untuk meningkatkan intensitas patroli skala besar, khususnya pada akhir pekan. Selain itu, reaktivasi Siskamling di tingkat desa dianggap mendesak untuk mempersempit ruang gerak kelompok pengganggu keamanan tersebut.
Keamanan wilayah adalah tanggung jawab bersama. Mari saling jaga dan tetap waspada!
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Menindaklanjuti program nasional Indonesia Asri, jajaran TNI dari Kodim 0713/Brebes dan Polres Brebes menggelar aksi kerja bakti (korve) massal di kawasan obyek wisata Pantai Randusanga Indah (Parin), Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, pada Jumat (13/2/2026) pagi.
Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 100 personel gabungan. Aksi bersih-bersih ini menyasar tumpukan sampah di sepanjang bibir pantai dan area wisata guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi para pengunjung.
Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardiansyah, S.H., S.I.K., M.I.R., M.I.P., yang memimpin langsung kegiatan tersebut, menegaskan bahwa aksi ini merupakan implementasi nyata instruksi Presiden terkait program kebersihan lingkungan.
“Kebersihan adalah wajah daerah kita. Sinergitas TNI-Polri dan instansi terkait hari ini adalah upaya membangun kesadaran kolektif. Kita ingin mengubah pandangan dunia terhadap tingkat kebersihan di Indonesia, dimulai dari langkah kecil di lingkungan sekitar kita,” ujar Kapolres saat memimpin apel kesiapan.
Kapolres Brebes juga menambahkan bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar tugas instansi, melainkan tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat sebagai wujud dari nilai ibadah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Senada dengan Kapolres, Kasdim 0713/Brebes, Mayor Arm Aris Khaerudin, S.Ag, menekankan bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai seremonial belaka. Ia berharap aksi ini menjadi pemantik bagi pengelola wisata dan masyarakat untuk menjaga kebersihan secara berkelanjutan.
“Jika Pantai Randusanga bersih dan tertib, maka sektor pariwisata akan meningkat. Hal ini tentu berdampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat lokal. Sinergi lintas sektoral adalah kunci,” tutur Kasdim.
Turut hadir dalam giat tersebut jajaran pejabat utama Polres Brebes, perwakilan Dinbudpar Kabupaten Brebes, serta Kepala Koordinator Pantai Randusanga Indah.
Aksi yang berlangsung selama tiga jam tersebut berbuah hasil. Area Pantai Randusanga Indah tampak lebih asri dan siap menyambut wisatawan dengan suasana yang lebih segar. (Red/Hms)
BREBES, DN-II Ancaman banjir akibat luapan sungai menghantui warga Desa Sidamulya, Kabupaten Brebes. Kondisi tanggul sungai di wilayah tersebut dilaporkan dalam status kritis, di mana debit air hanya menyisakan jarak sekitar setengah meter dari bibir tanggul.
Menanggapi situasi mendesak tersebut, warga bersama jajaran dinas terkait langsung melakukan aksi gotong royong lintas sektoral. Langkah ini diambil guna memperkuat struktur tanggul dan mengantisipasi risiko jebolnya dinding sungai yang dapat merendam pemukiman.
Penanganan Darurat: Matras Hingga Kayu Dolken
Kepala Desa Sidamulya, Sunoto, mengungkapkan bahwa rembesan air mulai terdeteksi di sejumlah titik krusial. Sebagai langkah mitigasi, berbagai bantuan material dari PSDA Provinsi, PSDA Kabupaten, BPBD, hingga Dinas PU telah diterjunkan ke lokasi.
“Kondisinya sangat kritis. Saat ini kami fokus pada penguatan tanggul menggunakan karung tanah, matras, kayu dolken, dan sasak bambu. Kami juga memasang terpal untuk menahan rembesan agar tidak semakin meluas,” ujar Sunoto saat memantau lokasi, Jumat (13/02/2026).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Aksi bakti sosial ini telah berlangsung sejak Kamis lalu. Guna menjaga keberlanjutan tenaga di lapangan, Sunoto menerapkan sistem piket bergilir bagi warga dari setiap RT.
Rencana Pembangunan Pleoper dan Kendala Teknis
Selain langkah darurat, Dinas PU dilaporkan telah melakukan pengukuran untuk pembangunan Pleoper (Pelapis Lereng) permanen. Konstruksi ini direncanakan serupa dengan model yang ada di wilayah Tangki, yang nantinya akan dibarengi dengan peninggian jalan di sisi tanggul guna memperkokoh tebing sungai.
Meski demikian, Sunoto menyebut masih ada kendala teknis yang menghambat percepatan proyek permanen tersebut.
“Idealnya, sebelum pengerjaan pleoper, harus ada alat berat (ekskavator) untuk pengerasan jalan di samping tanggul. Pondasi jalan harus dikukuhkan terlebih dahulu sebagai akses dan penopang sebelum pengerjaan utama dimulai,” tambahnya.
Dukungan Logistik dan Atensi Pemerintah
Kritisnya kondisi tanggul Sidamulya mendapat perhatian serius dari jajaran pemerintah daerah. Tercatat, Wakil Bupati Brebes telah melakukan tinjauan lapangan sebanyak dua kali guna memastikan penanganan berjalan optimal.
Di sisi lain, aspek logistik bagi para relawan dan warga yang bekerja pun terus mengalir. Selain jaminan pangan dari Pemerintah Desa, PMI Kabupaten Brebes turut mendistribusikan sedikitnya 100 paket logistik setiap harinya untuk mendukung stamina warga di garda terdepan.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes bergerak cepat melakukan penanganan darurat terhadap kondisi tanggul Sungai Pemali yang kian kritis di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Jumat (13/2/2026). Langkah preventif ini diambil guna mengantisipasi potensi jebolnya tanggul akibat pengikisan (abrasi) yang membuat badan tanggul kian menipis.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah alat berat dan material penguat mulai dikerahkan. Aksi nyata ini merupakan kolaborasi lintas sektoral antara BPBD Kabupaten Brebes, PSDA Pemali Comal, DPU Kabupaten Brebes, serta partisipasi aktif warga setempat.
Sinergi Lintas Sektoral Demi Keamanan Warga
Meskipun secara kewenangan Sungai Pemali berada di bawah PSDA Pemali Comal, Pemkab Brebes memandang perlu adanya langkah proaktif karena dampak risiko langsung bersentuhan dengan masyarakat lokal.
Rismanto, Subkor BPBD Brebes yang mewakili Kepala Pelaksana BPBD, Drs. Budhi Darmawan, M.Si, menegaskan bahwa sinergi adalah kunci dalam menghadapi ancaman bencana ini.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Hari ini, pihak PSDA Pemali Comal telah mendatangkan sandbag (kantong pasir) dan kayu dolken untuk cerucuk. Penanganan difokuskan pada penguatan struktur dasar tanggul di sisi sungai agar tidak semakin tergerus arus,” ujar Ismawan, Sekretaris Dinas PU Brebes saat memberikan keterangan di lapangan.
Inovasi Teknis: Tanggul Sekaligus Akses Jalan
Mewakili Kepala DPU Kabupaten Brebes, Dani Asmoro, S.T., M.T., Ismawan menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema teknis yang lebih efisien. Belajar dari keberhasilan di Desa Tengki, DPU akan menerapkan pola pembangunan akses jalan yang sejajar dengan tinggi tanggul.
“Kami berencana membuat jalan setinggi tanggul. Fungsinya ganda (multifungsi): sebagai penguat struktur agar tanggul tidak mudah terkikis, sekaligus menjadi akses transportasi bagi warga,” jelas Ismawan.
Efisiensi Anggaran di Tengah Kondisi Kritis
Untuk tahap awal, anggaran sebesar Rp 100 juta telah dialokasikan khusus untuk penanganan darurat ini. Meski bersifat temporer, DPU memastikan rekayasa teknik tetap melibatkan konsultan ahli agar hasil pengerjaan tepat sasaran di tengah keterbatasan dana.
“Kondisi tanggul sudah sangat tipis, jadi prioritas utama adalah keamanan warga. Konsultan sudah menghitung di lapangan agar dengan anggaran yang tersedia, kita bisa meminimalisir risiko jebolnya tanggul secepat mungkin,” tambahnya.
Budaya Gotong Royong yang Masih Kental
Aksi penanganan darurat ini juga diwarnai dengan semangat gotong royong yang luar biasa. Warga Desa Sidamulya tidak tinggal diam; mereka turun langsung bahu-membahu bersama petugas sejak hari pertama.
Berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga berbagi peran. Jika PSDA dan DPU bersinergi dalam penyediaan material tanah urug, pihak lain mendukung dengan penyediaan kayu dolken guna memperkokoh titik-titik paling kritis di sepanjang bantaran Pemali tersebut.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) hari Kamis – Jumat 12-13 Februari 2026 menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan terjun langsung ke lokasi bencana. Instansi ini menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terdampak musibah banjir di wilayah Dukuh Bayur, Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, sebagai upaya meringankan beban masyarakat di tengah kondisi darurat.
Kepala BPKAD Kabupaten Brebes Drs. Edy Kusmartono, M.Si. melalui salah satu petugas lapangan Iwan Prasetyawan Langkah ini Indonesia inisiatif rekan-rekan kantor, dan langkah ini diambil menyusul tingginya intensitas hujan yang menyebabkan pemukiman warga terendam air. Kondisi tersebut melumpuhkan sebagian aktivitas ekonomi dan domestik, sehingga kebutuhan akan pangan siap saji menjadi prioritas utama bagi warga yang bertahan di rumah maupun di titik pengungsian.
Dalam penyaluran tahap awal ini, BPKAD mendistribusikan puluhan paket bantuan berupa 50 bungkus nasi ponggol serta air mineral kemasan. Pemilihan bantuan makanan siap saji ini didasari atas kondisi di lapangan, di mana banyak warga mengalami kesulitan untuk memasak secara mandiri akibat dapur dan peralatan rumah tangga yang terendam air. 
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh tim BPKAD ke titik-titik lokasi yang terdampak paling parah. Dengan mendatangi rumah-rumah warga, tim memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan menjangkau mereka yang kesulitan akses mobilitas akibat genangan air yang masih cukup tinggi di area Dukuh Bayur.
”Alhamdulillah, bantuan telah kami distribusikan kepada para korban banjir di titik Dukuh Bayur. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar perwakilan pihak BPKAD di sela-sela kegiatan distribusi bantuan tersebut.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Aksi kemanusiaan ini diharapkan dapat memicu semangat gotong royong dari berbagai pihak lainnya untuk turut berkontribusi dalam penanganan pascabencana. Hingga saat ini, BPKAD bersama unsur pemerintah daerah terkait terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi selama masa pemulihan.
Reporter: Teguh
Brebes, DN-II Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kirana Nartiti Asih menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada Pebruari tahun 2026 dan RAPBK Tahun 2026 ini, di aula King Royal hotel. Agenda tahunan yang dipusatkan di wilayah Klampis ini menjadi momentum penting bagi ribuan anggota untuk meninjau perkembangan lembaga keuangan mikro tersebut. (13/2/2026).
Meski sempat ada keraguan mengenai jumlah partisipan, antusiasme terlihat jelas dari kehadiran para anggota. Estimasi anggota yang tergabung dalam KSP Kirana Nartiti Asih saat ini diperkirakan mencapai angka satu hingga dua ribu orang.
Fokus pada Layanan Simpan Pinjam
Salah satu poin utama dalam perjalanan 21 tahun KSP Jabar adalah konsistensinya dalam memberikan akses permodalan bagi masyarakat. Azis, salah satu staf KSP Kirana Nartiti Asih yang hadir dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa koperasi ini tetap fokus pada pilar utamanya, yakni layanan simpan dan pinjam.
”Koperasi ini melayani simpanan dan pinjaman. Untuk pinjaman, masyarakat bisa menggunakan agunan berupa sertifikat tanah maupun BPKB kendaraan,” ujar Azis salah satu staf karyawan koperasi simpan pinjam Kirana Nartiti Asih saat ditemui di sela-sela acara RAT.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Terkait besaran plafon pinjaman, Azis menambahkan bahwa hal tersebut sangat bergantung pada jenis agunan yang diberikan:
Agunan Sertifikat: Pinjaman dimulai dari minimal Rp 10 juta.
Agunan BPKB: Nilai pinjaman bersifat fleksibel, menyesuaikan dengan kondisi dan nilai motor yang dijaminkan.
Transparansi Melalui RAT
Sebagai lembaga yang telah berdiri selama dua dekade lebih, KSP Kirana Nartiti Asih yang berkantor pusat di wilayah Klampis, (Kecamatan Songgon), terus berupaya menjaga kepercayaan anggotanya melalui transparansi laporan tahunan.
RAT ini bukan sekadar seremonial, melainkan kewajiban bagi setiap anggota untuk memantau kesehatan finansial koperasi. Walaupun detail teknis mengenai iuran bulanan berada di bawah wewenang jajaran pengurus pusat, kehadiran para karyawan dan anggota dalam RAT ke-21 ini menunjukkan soliditas organisasi yang terjaga.
Diharapkan dengan usia yang sudah menginjak 21 tahun, KSP Kirana Nartiti Asih dapat terus berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi lokal, khususnya di wilayah Songgon dan sekitarnya.
Reporter: Teguh
Tegal, DN-II Industri furnitur kayu solid terus membuktikan kelasnya sebagai primadona dekorasi hunian mewah. Di pusat produksi debong Wetan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, Surono pemilik usaha mempunyai deretan koleksi terbaru mulai menampakkan wujudnya, menonjolkan perpaduan antara material masif dan desain internasional yang elegan.
Meja Trembesi: Raksasa 4 Meter yang Solid
Salah satu yang mencuri perhatian dalam pengerjaan kali ini adalah penggunaan material kayu trembesi dengan dimensi yang luar biasa. Bukan sekadar meja biasa, furnitur ini dirancang untuk mengisi ruang-ruang luas yang membutuhkan titik fokus (focal point) yang kuat.
Spesifikasi teknis meja ini mempertegas kesan kokohnya:
Panjang: 4 meter (ideal untuk meja perjamuan atau ruang rapat besar).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Lebar: Dinamis, berkisar antara 50 cm hingga 1 meter pada bagian utamanya.
Ketebalan: Menggunakan bilah kayu solid setebal 10 cm, menjamin ketahanan jangka panjang, dengan harga jual sampai Rp 60 juta
Sentuhan Eropa dalam Formasi Jati
Tak hanya trembesi, material kayu jati tetap menjadi standar emas. Berdasarkan pantauan di lokasi, para perajin tengah menyelesaikan set kursi dengan formasi lengkap 3-2-1 (tiga dudukan, dua dudukan, dan satu dudukan).
Yang menarik, koleksi jati ini mengusung tajuk “Model estetik dan terbaru “. Meski desainnya tampak modern, penggunaan jati asli memberikan sentuhan klasik yang tetap relevan. Gaya Model estetik dan terbaru, ini diprediksi akan menjadi tren baru bagi konsumen yang menginginkan furnitur kayu jati namun tetap tampil dengan siluet yang lebih segar dan internasional.
Suasana Produksi yang Intensif
Nuansa di lokasi produksi terasa sangat hidup. Di sela-sela percakapan mengenai spesifikasi bahan, terdengar riuh suara benturan kayu dan dentum alat kerja yang ritmis. Suasana ini menggambarkan proses pengerjaan yang intens dan teliti demi memastikan setiap sambungan kayu presisi dan kualitas finishing tetap terjaga.
Kombinasi antara ukuran yang masif dan desain yang up-to-date mempertegas posisi furnitur kayu solid sebagai investasi estetika yang tak lekang oleh waktu bagi pecinta hunian kokoh dan berkelas, suruh Membuka harga dari harga 5 juta rupiah, dan bisa pesan di nomor HP 0823-2734-0692
Reporter Teguh
Bentengi 633 Siswa dari Narkoba, MTs Ma’arif NU 1 Brebes Perkuat Sinergi dengan BNN dan Kepolisian
BREBES – Di tengah maraknya peredaran obat-obatan terlarang yang menyasar kalangan remaja, MTs Ma’arif NU 1 Brebes mengambil langkah proaktif dalam melindungi siswanya. Sekolah yang kini membina 633 siswa tersebut menekankan pentingnya sinergi antara edukasi di sekolah dan pengawasan orang tua di rumah. (13/2/2026).
Pentingnya Peran Orang Tua Pasca-Sekolah
Wakil pihak sekolah, Abdul Mufti, menyatakan bahwa pihak sekolah bertanggung jawab penuh atas aktivitas siswa selama berada di lingkungan sekolah, yakni mulai pukul 07.00 hingga 13.30 WIB. Namun, tantangan sesungguhnya muncul saat siswa telah kembali ke lingkungan masyarakat.
”Setelah jam sekolah berakhir, tanggung jawab kembali ke orang tua masing-masing. Kami terus menjalin kerja sama dengan wali murid agar mereka tetap memperhatikan pola pergaulan dan lingkungan pertemanan anak-anaknya,” ujar Abdul Mufti saat ditemui di lingkungan sekolah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Beliau menambahkan bahwa tingginya rasa ingin tahu remaja seringkali menjadi pintu masuk penyalahgunaan barang terlarang. “Anak-anak punya rasa penasaran yang tinggi untuk mencoba hal baru. Terkadang, karena ketidaktahuan atau tekanan dari kelompok agar dianggap setia kawan, mereka terjerumus ke hal-hal yang melanggar hukum,” imbuhnya.
Langkah Preventif dan Kolaborasi Instansi
Guna membekali siswa dengan pengetahuan yang tepat, MTs Ma’arif NU 1 Brebes secara rutin menggelar program pencegahan. Baru-baru ini, sekolah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tegal untuk memberikan sosialisasi langsung kepada para siswa.
”Dua minggu yang lalu, tim dari BNNK Kota Tegal hadir memberikan edukasi. Anak-anak sangat antusias. Selain itu, kami didukung oleh 44 orang guru dan karyawan yang tidak henti-hentinya mengimbau siswa menjauhi NAFZA,” jelas Abdul Mufti.
Tak hanya fokus pada isu narkoba, sekolah juga memperluas cakupan pembinaan karakter melalui kerja sama dengan pihak Kepolisian, khususnya Satlantas. Hal ini dilakukan untuk mengedukasi siswa mengenai aturan berlalu lintas agar mereka menjadi pribadi yang patuh hukum di mana pun berada.
Sekilas Suasana Sekolah
Di sela-sela jam istirahat, atmosfer ceria khas remaja masih menyelimuti koridor sekolah. Interaksi hangat antar-siswa, seperti diskusi mengenai tugas dan aktivitas harian, menunjukkan sisi positif kehidupan sekolah yang ingin terus dijaga oleh pihak manajemen melalui lingkungan yang aman dan bebas dari pengaruh negatif luar.
Dengan pengawasan yang ketat dan edukasi berkelanjutan, MTs Ma’arif NU 1 Brebes berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bersih dari narkoba dan taat pada aturan hukum yang berlaku.
Reporter: Teguh
Brebes, DN-II Kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat terus ditunjukkan melalui pendampingan kegiatan kewilayahan. Babinsa Serka Sagiman, turut serta mendampingi kegiatan Posyandu Balita dan Ibu Hamil dari Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dilokasi TMMD Reguler 127 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, Jawa Tengah. Jum’at (13/02/2026).
Kegiatan Posyandu tersebut merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, Bidan Desa dengan dukungan para kader PKK dan Babinsa. Posyandu bertujuan untuk memantau dan mengontrol kesehatan balita serta ibu hamil yang berdomisili di Desa Cikuya, mulai dari penimbangan berat badan balita, imunisasi, pemberian vitamin, makanan tambahan, hingga pemeriksaan kesehatan ibu hamil.
Dalam kesempatan tersebut, Serka Sagiman menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk pendampingan, meningkatkan partisipasi warga, memotivasi kader, serta memperkuat sinergi dalam pencegahan stunting dan pemantauan kesehatan ibu dan balita di wilayah binaan. Babinsa aktif membantu memantau data tumbuh kembang anak, penimbangan, dan pengukuran tinggi badan untuk deteksi dini stunting.
“Sebagai Babinsa, kami mendukung sepenuhnya pelaksanaan Posyandu, termasuk program imunisasi balita. Ini merupakan bagian dari dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam mewujudkan balita yang sehat demi terciptanya generasi penerus bangsa yang unggul,” ujar Serka Sagiman.
Ia juga menambahkan bahwa Posyandu memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya ibu dan anak, sebagai sarana pemantauan tumbuh kembang balita serta kesehatan ibu hamil secara berkala.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Dengan adanya Posyandu, diharapkan kesehatan masyarakat dapat terus terjaga sehingga pada akhirnya mampu mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” pungkasnya.
Sementara Petugas Kesehatan Puskesmas Banjarharjo Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Bidan Maryam, Amd. Keb. Menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan Bersama dengan TNI untuk memberikan motivasi dan himbauan kepada warga untuk rutin membawa balita ke Posyandug guna meningkatkan pelayanan Kesehatan serta membantu kader dalam menyampaikan edukasi gizi dan kesehatan kepada masyarakat khususnya di Desa Cikuya. (Rio/tsm).
BREBES, DN-II Penantian panjang warga Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes akan air bersih segera berakhir. Satgas TMMD ke-127 Kodim 0713/Brebes bergerak cepat memulai pembangunan bak penampung air bersih sebagai solusi nyata atas krisis air yang selama ini menghantui masyarakat. Jum’at(13/2/2026)
Sejak pagi, personel Satgas TMMD bersama warga turun langsung ke lokasi, bahu-membahu mengerjakan pembangunan dengan penuh semangat. Kehadiran program ini menjadi harapan baru bagi warga yang selama bertahun-tahun harus berjalan jauh demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD Ke-127 Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan prioritas utama karena menyangkut kesehatan dan kelangsungan hidup masyarakat.
“Pembangunan bak penampung ini merupakan Program Unggulan TNI AD yang dilaksanakan pada TMMD Ke-127, diharapkan nantinya mampu menyalurkan air secara merata sehingga warga tidak lagi mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih terutama saat musim kemarau.”tegas Dandim.
Raut wajah bahagia dan rasa syukur terpancar dari warga. Mereka optimistis, pembangunan tersebut akan mengakhiri penderitaan panjang akibat krisis air bersih yang selama ini dialami.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui TMMD ke-127, TNI tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga menghadirkan harapan dan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat. Gotong royong yang terjalin menjadi bukti kuat kemanunggalan TNI-rakyat dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.(Rio/dika)
