Bulan: Februari 2026

TEGAL, DN-II Di tengah himpitan ekonomi yang kian terasa, secercah harapan muncul dari sudut RT 03/RW 01, Desa Debong Wetan Pada Kamis (12 /2/2026), suasana hangat menyelimuti desa tersebut saat Bapak Surono kembali melaksanakan aksi rutinnya berbagi sedekah kepada anak-anak setempat.

Berawal dari keprihatinan mendalam terhadap kasus kemiskinan ekstrem yang menimpa anak-anak di NTT, seorang pelaku usaha lokal menyerukan pentingnya kepekaan sosial di tingkat akar rumput. Ia menekankan bahwa kejadian memilukan di mana seorang anak kesulitan membeli buku LKS (Lembar Kerja Siswa) tidak boleh terjadi di lingkungannya sendiri.

Kritik Terhadap Ketergantungan LKS di Sekolah

Narasumber menyoroti pergeseran metode belajar mengajar saat ini yang dinilai terlalu bergantung pada buku paket atau LKS. Menurutnya, esensi belajar melalui menulis tangan mulai luntur.

“Dulu waktu saya sekolah, kami mempelajari apa yang diajarkan guru melalui tulisan tangan. Bukan memperbanyak LKS. LKS itu seharusnya hanya untuk pelajaran tambahan sebagai pendukung saja,” ujarnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia juga menyayangkan kurangnya empati di lingkungan pendidikan. Menurutnya, guru seharusnya bisa lebih peka jika ada murid yang tidak mampu membeli buku, dengan memberikan bantuan terlebih dahulu agar proses belajar anak tidak terhambat hanya karena kendala biaya.

Sentilan untuk Aparat Desa: “Lurah Harus Turun ke Bawah”

Terkait kesejahteraan warga, narasumber menyinggung fenomena kontras di masyarakat—seperti kisah anak yang terpaksa berjualan tisu demi sesuap nasi di tengah lingkungan yang seharusnya mampu membantu. Ia menegaskan bahwa kendali kesejahteraan ada di tangan perangkat desa.

Peran Vital RT/RW dan Lurah: Jika Bupati atau Camat memiliki keterbatasan waktu, maka Lurah, RT, dan RW wajib menjadi garda terdepan yang mengetahui kondisi nyata warga.

Pendataan yang Tepat Sasaran: “Prinsipnya, yang kaya membantu yang lemah. Yang mampu didata sebagai pemberi bantuan, sedangkan yang miskin itulah yang wajib mendapatkan bantuan,” tegasnya.

Membangun Ekosistem Gotong Royong

Kepedulian ini diharapkan menjadi pengingat bagi pemerintah desa untuk tidak hanya bekerja di balik meja. Pemimpin desa diharapkan lebih rajin melakukan “blusukan” untuk memetakan warga yang benar-benar membutuhkan bantuan agar tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah atau terlantar karena kemiskinan.

“Jangan sampai kejadian miris di tempat lain terjadi di desa kita. Kita harus fokus menjaga lingkungan sendiri agar rakyat kecil tetap terperhatikan,” pungkasnya.

Miris Kondisi Kesejahteraan Anak, Pelaku Usaha Desak Perangkat Desa Lebih Peka dan Turun ke Lapangan

Reporter: Teguh

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

BREBES, DN-II Suasana jam istirahat di PT Tiga Lumbung Padi, Brebes, pada Rabu (11/02) tampak sedikit berbeda. Bukan hanya hiruk-pikuk makan siang, namun para karyawan kedatangan tamu istimewa dari Unit Kamsel Sat Lantas Polres Brebes yang membawa misi penting: keselamatan di jalan raya.

Sambil berbincang santai, tim yang dipimpin oleh Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Brebes memberikan edukasi seputar Operasi Keselamatan Candi 2026. Tujuannya sederhana namun mendalam, yaitu memastikan para pejuang ekonomi ini berangkat dan pulang kerja dalam kondisi aman dan selamat sampai di rumah.

Dalam kegiatan tersebut, para karyawan diajak untuk lebih memahami manajemen lalu lintas. Bukan sekadar takut ditilang, tetapi lebih kepada kesadaran bahwa kedisiplinan di jalan raya adalah kunci utama meminimalisir fatalitas kecelakaan.

“Kami ingin teman-teman pekerja di sini tidak hanya jago dalam urusan produksi, tapi juga jadi ‘suhu’ dalam tertib berlalu lintas. Paham cara berkendara yang benar dan berkeselamatan adalah modal utama sebelum memacu kendaraan di jalan raya,” ujar tim Sat Lantas di sela-sela sosialisasi.

Menanggapi kegiatan tersebut, Ps Kasi Humas Polres Brebes Iptu Indra Prasetyo selaku Kasatgas Humas dalam Operasi Keselamatan Candi 2026, memberikan keterangannya pada hari ini, Kamis (12/02). Iptu Indra menerangkan bahwa operasi yang digelar selama dua pekan (2 – 16 Februari 2026) ini memang menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk sektor industri.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Operasi Keselamatan Candi ini sudah memasuki minggu kedua. Kami tidak hanya fokus di jalan protokol, tapi juga jemput bola ke perusahaan-perusahaan. Target kami jelas, menciptakan budaya tertib yang lahir dari kesadaran sendiri, bukan karena paksaan petugas,” ungkap Kasi Humas.

Kasatgas Humas juga mengingatkan bahwa sisa waktu operasi hingga tanggal 16 Februari mendatang harus dimanfaatkan masyarakat untuk mengecek kembali kelengkapan kendaraan dan surat-suratnya.

“Melalui sosialisasi ke PT Tiga Lumbung Padi ini, kami harap para karyawan bisa menjadi pelopor keselamatan bagi keluarga dan lingkungannya. Ingat, ada keluarga yang menanti Anda pulang dengan selamat di rumah. Mari kita wujudkan Brebes yang tertib dan nihil kecelakaan,” pungkasnya. (Red/Hms)

Brebes, DN-II Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma Bersama Dinas Lingkungan Hidup serta Satpol PP Brebes melaksanakan aksi pelarangan pembuangan sampah sembarangan atau liar dibeberapa titik pusat kota Brebes, Jawa Tengah. Kamis (12/02/2026).

Kegiatan sosialisasi yang dilanjutkan aksi pemasangan spanduk dilarang buang sampah sembarangan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap tingginya jumlah sampah yang menumpuk akibat pembuangan ilegal tersebut. Warga tidak tinggal diam, mereka telah memberikan peringatan berulang kali agar tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang jalan ini. Spanduk-spanduk bertuliskan larangan membuang sampah liar pun ditempel sebagai tanda peringatan.

Pembuangan sampah liar bukan hanya mengotori lingkungan, tetapi juga dapat mengakibatkan gangguan kesehatan serius, termasuk bau tidak sedap, penyebaran lalat, dan bahkan potensi penyakit yang dapat menyebar.

Bagi pelaku pembuangan sampah liar yang nanti berhasil ditangkap dengan bukti yang cukup kuat. Akan di tindak, tindakan warga tidak hanya sebatas penangkapan, tetapi juga melibatkan edukasi serta pernyataan bermaterai agar para pelaku tidak mengulangi perbuatan tersebut. Selain itu, diberlakukan sanksi sosial berupa denda dan kewajiban membersihkan lokasi pembuangan sampah ilegal yang telah mereka buat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Brebes M . Sodiq didampingi Kasdim 0713 Brebes Mayor Arm Aris Khaerudin dan Kasatpol PP, yang memimpin langsung kegiatan ini, mengungkapkan harapannya bahwa, melalui kegiatan ini, masyarakat akan semakin sadar akan tanggung jawab mereka terhadap sampah. Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai Stakeholder, Tokoh Masyarakat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ditambahkan M . Sodiq, bahwa Kegiatan ini Dinas Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Kodim 0713 Brebes juga melakukan hal yang sama di lokasi TMMD Reguler ke-127 Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo dan bukan hanya sebuah upaya untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga merupakan panggilan untuk kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Semoga dengan kegiatan ini, masyarakat dapat lebih bertanggung jawab terhadap sampah nya dan menjaga lingkungan mereka tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk semua. (Red/Pen0713).

BREBES, DN-II Isu kesejahteraan tenaga honorer di sektor pendidikan kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat. SMPN 3 Brebes kini berada di tengah dilema besar: keinginan untuk memberikan upah layak bagi staf pengajar non-ASN terbentur oleh ketatnya regulasi alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). (12/2/2026).

Regulasi 20 Persen Jadi “Tembok” Penghalang

Pihak sekolah mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 13 tenaga honorer berstatus paruh waktu yang menggantungkan hidup dari dana BOS. Meski dedikasi mereka setara dengan tenaga pengajar lainnya, realita penggajian masih jauh di bawah Upah Minimum Regional (UMR) Kabupaten Brebes.

Kendala utama bukan pada kemauan sekolah, melainkan pada Peraturan Menteri Pendidikan (Permendikbud) terkait penggunaan anggaran. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, alokasi dana BOS yang diperbolehkan untuk pembayaran honorarium dipatok maksimal sebesar 20 persen. Batasan inilah yang mengunci ruang gerak sekolah dalam melakukan penyesuaian gaji secara signifikan.

Transparansi Anggaran: Simulasi yang Pahit

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Untuk memberikan gambaran riil kepada publik, pihak sekolah memaparkan simulasi perhitungan kasar berdasarkan jumlah siswa yang ada:

Komponen Anggaran Estimasi Nilai

Total Siswa ± 900 Siswa

Dana BOS per Siswa ± Rp1.140.000 / tahun

Total Dana BOS per Tahun Rp900.000.000 (pembulatan)

Pagu Maksimal Gaji Honorer (20%) Rp180.000.000 / tahun

Anggaran Gaji per Bulan Rp15.000.000

“Dengan anggaran Rp15 juta per bulan yang harus dibagi untuk 13 orang, maka setiap orang hanya menerima sekitar Rp1,1 juta hingga Rp1,2 juta. Inilah alasan teknis mengapa gaji mereka belum bisa menyentuh standar UMR,” ujar seorang narasumber internal sekolah yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Komite Sekolah Sebagai Jaring Pengaman

Menyikapi celah anggaran yang lebar ini, SMPN 3 Brebes mengakui sangat terbantu oleh eksistensi Komite Sekolah. Mengingat biaya operasional sekolah yang besar tidak mungkin tertutup hanya dari sisa dana BOS (setelah dikurangi gaji honorer), partisipasi orang tua siswa menjadi napas tambahan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dukungan dari Komite Sekolah berperan vital dalam menambal kekurangan biaya operasional serta menyokong kesejahteraan tenaga honorer. Tanpa sinergi ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) dikhawatirkan tidak akan berjalan optimal di tengah keterbatasan finansial negara.

Persoalan ini menjadi pengingat bagi pemangku kebijakan bahwa pemenuhan hak tenaga pendidik memerlukan solusi yang lebih sistematis daripada sekadar membebankannya pada pos dana BOS yang terbatas.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes membuktikan bahwa pengabdian mereka tidak hanya sebatas pembangunan infrastruktur fisik. Komitmen untuk menyejahterakan warga juga diwujudkan melalui tertib administrasi kependudukan (Adminduk) dengan sistem “jemput bola” di Balai Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kamis (12/02/2026).

Bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Brebes, layanan ini menjadi magnet bagi ratusan warga. Mereka tampak antusias mengantre demi mendapatkan dokumen kependudukan tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat kota.

Hadir memantau langsung di lokasi, Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk (Dafduk) Dindukcapil Brebes, Oki Nahar, didampingi Babinsa Desa Cikuya Serka Sagiman, serta Kepala Desa Cikuya, Sekod.

Layanan Lengkap dalam Satu Pintu

Berbagai dokumen vital dilayani dalam kegiatan ini, mulai dari:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Perekaman KTP-el bagi pemilih pemula.

Pembaruan dan pembuatan Kartu Keluarga (KK).

Pengurusan Akta Kelahiran hingga Akta Kematian.

Kabid Dafduk, Oki Nahar, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Satgas TMMD ini bertujuan untuk memangkas hambatan geografis yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat desa.

Apresiasi Pemerintah Desa

Kepala Desa Cikuya, Sekod, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas inisiatif non-fisik dari program TMMD ini. Menurutnya, akses layanan kependudukan yang dekat sangat meringankan beban warga, terutama dari sisi waktu dan biaya transportasi.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kodim 0713/Brebes dan Dindukcapil. Melalui program TMMD ini, warga kami bisa mengurus KTP dan Akta dengan cepat dan mudah. Ini adalah bantuan non-fisik yang manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Sekod.

Kegiatan yang berlangsung tertib ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki dokumen kependudukan yang sah guna memudahkan akses bantuan sosial dan layanan publik lainnya di masa depan. (Red/pen0713)

BREBES, DN-II Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes membuktikan bahwa pengabdian TNI tidak hanya terpaku pada pembangunan infrastruktur jalan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan fundamental masyarakat.

Bekerja sama dengan Puskesmas Banjarharjo, Satgas TMMD menggelar layanan Posyandu Balita terpadu di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian krusial dari sasaran non-fisik TMMD dalam upaya menciptakan generasi bebas stunting.

Fokus pada Tumbuh Kembang dan Pencegahan Polio

Dalam kegiatan tersebut, puluhan balita mendapatkan layanan kesehatan menyeluruh, meliputi:

Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan secara berkala.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pemberian Vitamin A dan imunisasi Vaksin Polio.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi.

Edukasi kesehatan bagi para ibu menyusui dan orang tua.

Babinsa Cikuya, Serka Fery, yang mendampingi langsung jalannya kegiatan, menegaskan bahwa kehadiran TNI adalah untuk memastikan program pemerintah di bidang kesehatan sampai ke pelosok desa.

“Melalui Posyandu ini, kami ingin memastikan tidak ada balita di Desa Cikuya yang terlewat dalam pemantauan kesehatan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi emas yang tangguh dan sehat,” tegas Serka Fery.

Sinergi Lintas Sektoral

Tenaga kesehatan dari Puskesmas Banjarharjo, Ayu Wulandari, S.Kes, memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif TNI. Menurutnya, kehadiran personel Satgas TMMD mampu meningkatkan antusiasme dan partisipasi warga untuk datang ke Posyandu.

“Kolaborasi ini sangat membantu kami dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan. Sinergi ini memastikan intervensi terhadap risiko stunting dan penyakit menular seperti Polio dapat dilakukan secara dini dan efektif,” ungkap Ayu.

Dampak Nyata bagi Masyarakat

Kegiatan ini disambut hangat oleh warga setempat. Kehadiran pelayanan kesehatan gratis di tengah pemukiman dinilai sangat meringankan beban masyarakat, terutama dalam mendapatkan akses imunisasi lengkap.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dengan terlaksananya Posyandu Balita ini, TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes kembali menegaskan komitmennya: bahwa membangun desa bukan sekadar mengecor jalan, melainkan juga membangun kualitas hidup manusia di dalamnya. (Red/Pen0713)

BREBES, DN-II Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Brebes mengakibatkan banjir di sejumlah titik strategis Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari. Lokasi terparah terpantau di kawasan Perempatan Lampu Merah Losari (bawah jembatan), di mana ketinggian air menghambat total mobilitas warga dan kendaraan pada Kamis (12/2/2026).

Merespons kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Pendamping PKH Kecamatan Losari, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas diterjunkan ke lokasi. Mereka melakukan pemantauan ketat serta aksi cepat tanggap untuk membantu warga yang terjebak genangan.

Lumpuh Akibat Genangan Tinggi

Kondisi di lapangan menunjukkan arus lalu lintas mengalami kendala serius. Berdasarkan pantauan, titik di bawah jembatan Losari yang merupakan akses utama penghubung antarwilayah terendam air dengan kedalaman yang cukup signifikan.

Menurut laporan petugas lapangan, Anto Santosa, situasi di lokasi menuntut penanganan ekstra karena banyaknya kendaraan yang terjebak:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Evakuasi Prioritas: Petugas fokus membantu lansia dan pejalan kaki menyeberangi arus air agar tidak tergelincir.

Kendaraan Mogok: Puluhan roda dua mengalami mati mesin setelah nekat menerjang banjir. Petugas tampak berjibaku mendorong motor warga ke area yang lebih tinggi.

Kemacetan Panjang: Penumpukan kendaraan tak terhindarkan di perempatan lampu merah Losari, mengingat jalur ini merupakan urat nadi transportasi lokal.

Kesiapsiagaan Tim di Lokasi

Hingga sore hari, Tim Reaksi Cepat (TRC) PKH bersama unsur TNI dan Polri tetap bersiaga di titik-titik rawan. Personel gabungan terus memantau debit air yang berpotensi naik jika hujan kembali turun.

Anto Santosa, perwakilan dari tim lapangan, menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama dalam aksi tanggap darurat ini.

“Kami tetap standby di lokasi untuk memastikan keamanan warga. Selain membantu evakuasi, kami juga membantu mendorong kendaraan yang mogok agar tidak menyumbat arus lalu lintas lebih parah lagi,” ujar Anto dalam keterangannya.

Imbauan bagi Pengendara

Pihak berwenang mengimbau pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor, untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri melintas jika ketinggian air terus meningkat. Masyarakat disarankan mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan dan kerusakan kendaraan.

Laporan: Anto Santosa (Tim PKH Kecamatan Losari)
Editor: Casroni

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

KUNINGAN, DN-II Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan dan sekitarnya memicu serangkaian bencana hidrometeorologi. Hingga Rabu (11/02/2026) pukul 19.00 WIB, data sementara mencatat sebanyak delapan desa di lima kecamatan terdampak banjir luapan dan tanah longsor.

Kecamatan Ciwaru dilaporkan menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan, di mana warga harus menghadapi ancaman ganda berupa luapan air sungai sekaligus pergerakan tanah di beberapa titik pemukiman.

Update Banjir: Air Mulai Surut, Lumpur Masih Mengepung

Memasuki malam hari, debit air di beberapa titik banjir dilaporkan mulai mengalami penurunan. Fokus utama petugas gabungan dan masyarakat kini bergeser pada proses pembersihan dan pemulihan infrastruktur.

Desa Andamui & Desa Baok (Kec. Ciwaru): Air dilaporkan telah surut sepenuhnya. Namun, sisa material lumpur setebal 10-30 cm masih menutupi akses jalan dan masuk ke dalam rumah warga. Relawan dan warga kini bahu-membahu melakukan pembersihan manual.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Desa Cisaat (Kec. Cibingbin): Personel BPBD masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan debit sungai serta mendata kerusakan bangunan akibat luapan air yang terjadi sore tadi.

Waspada Longsor: Lima Kecamatan Dalam Pantauan

Selain banjir, curah hujan yang tak kunjung reda memicu ketidakstabilan tanah di area perbukitan. Berikut adalah daftar wilayah yang melaporkan kejadian tanah longsor:

Kecamatan Desa Terdampak

Cimahi Desa Cimulya

Karangkancana Desa Margacina

Cilimus Desa Linggaindah

Ciwaru Desa Ciwaru

Ciniru Desa Cipedes

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa sebagian besar titik longsor berdampak pada akses jalan desa dan area perkebunan, namun pendataan terhadap kerusakan rumah tinggal masih terus dilakukan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Langkah Darurat dan Imbauan

Hingga berita ini diturunkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan beserta instansi terkait masih terus memverifikasi total kerugian materiil. Beruntung, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam rentetan peristiwa ini.

Peringatan Dini: Masyarakat yang berdomisili di sepanjang bantaran sungai dan area tebing curam diminta tetap waspada dan bersiap melakukan evakuasi mandiri jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi lebih dari dua jam.

Layanan Darurat:

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan evakuasi, logistik, atau ingin melaporkan kejadian susulan, harap segera menghubungi Call Center BPBD Kabupaten Kuningan melalui nomor darurat setempat atau melalui aparat desa terdekat. (*)

BREBES, DN-II Upaya penghormatan terhadap hak-hak penyandang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terus digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Brebes. Melalui pendekatan yang humanis, Dinas Sosial melalui staf Rehabilitasi Sosial berupaya memastikan setiap warga, sekecil apa pun peluangnya, mendapatkan akses kesehatan yang layak. (12/2/2026).

Salah satu kisah perjuangan ini datang dari Mas Rahim, seorang warga Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog. Terletak di wilayah administratif yang berada di “pucuk gunung” perbatasan Sirampog, kondisi Rahim sempat membuat pihak keluarga nyaris putus asa.

Menembus Keterbatasan Administrasi

Staf Rehabilitasi Sosial, Adi Sukarno, menjelaskan bahwa kunci utama penanganan ODGJ di lapangan adalah kelengkapan data administrasi agar mereka bisa menyentuh layanan kesehatan gratis.

“Kami perjuangkan agar dia dapat data (kependudukan). Setelah itu kami cek BPJS-nya. Kalau belum punya, kami ajukan. Jika posisinya darurat, kami gunakan APBD daerah dulu, baru kemudian kita ajukan ke provinsi,” ujar Adi saat diwawancarai.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Menurut Adi, pasien seperti Mas Rahim harus diperlakukan dengan penuh hormat. Ia mengibaratkan kondisi ODGJ sebagai sosok yang sudah “telanjang” karena kehilangan kemampuan untuk membela diri sendiri atau sekadar berbicara menyampaikan keinginannya.

Alur Rehabilitasi yang Terintegrasi

Penanganan Mas Rahim tidak berhenti pada pengobatan medis sesaat. Adi memaparkan alur panjang yang harus dilalui pasien untuk mencapai kesembuhan total:

Penanganan Darurat: Sebelumnya telah mendapatkan perawatan di RS Medical Pemalang.

Rujukan Medis Spesialis: Saat ini sedang dalam proses masuk ke RSJ Amino Gondohutomo, Semarang.

Rehabilitasi Sosial: Pasca-perawatan medis di RSJ, pasien akan langsung dirujuk ke Panti Rehabilitasi milik Provinsi untuk pemulihan mental dan sosial.

“Harapan kami ada kesembuhan, agar dia bisa kembali seperti dulu. Sangat disayangkan karena yang bersangkutan sebenarnya memiliki riwayat pendidikan yang baik,” tambah Adi.

Tantangan ODGJ di Kabupaten Brebes

Masalah ODGJ di Brebes merupakan tantangan nyata. Meski beredar isu angka yang mencapai ribuan, Adi Sukarno mencatat data yang ditanganinya secara langsung mencapai angka ratusan.

Data Tahunan: Sekitar 272 orang terdata dalam setahun.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kategori: Mencakup kondisi gejala ringan, sedang, hingga kategori parah.

Sinergi Lapangan: Mengandalkan mitra TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) yang tersebar di tiap kecamatan untuk menjemput bola laporan warga.

Adi berpesan agar masyarakat dan keluarga tidak menyerah. Meski keluarga sempat merasa “gelap” atau putus asa, pendampingan dari pemerintah akan selalu diupayakan secara maksimal. “Sudah, sini saja nanti saya tangani, saya bantu semaksimal mungkin,” pungkasnya menirukan pesannya kepada keluarga pasien.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Peredaran obat-obatan terlarang golongan daftar G yang berkedok warung kelontong atau “Warung Aceh” di wilayah Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, kian meresahkan. Berdasarkan informasi dari warga sekitar, toko-toko ini beroperasi secara bebas di beberapa titik strategis tanpa tersentuh hukum. (12/2/2026).

Modus Operandi “Tabrak Lari”

Dari pantauan warga, aktivitas di warung-warung tersebut menunjukkan pola yang mencurigakan. Berbeda dengan warung kopi atau kelontong pada umumnya, pelanggan yang datang biasanya hanya singgah dalam hitungan menit.

“Modelnya kayak gitu, datang sebentar lalu pergi. Tidak ada yang nongkrong lama. Sepertinya sudah pakai kode, sistem tempel,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Ia menambahkan bahwa keramaian kendaraan roda dua terlihat hampir setiap saat, terutama oleh kalangan pemuda. “Kita sering lewat, jadi tahu. Motor ramai terus, datang dan pergi. Logikanya, kalau warung biasa tidak akan seintens itu,” lanjutnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Titik Lokasi Tersebar Luas

Berdasarkan pengakuan narasumber, terdapat beberapa titik yang diduga kuat menjadi pusat transaksi obat keras tersebut, di antaranya:

Depan Kantor Capil/IBI: Lokasi ini disebut-sebut sudah beroperasi cukup lama.

Wilayah Pekijangan: Berada di dekat Masjid Pekijangan, setelah Kantor Kecamatan Bulakamba.

Depan SMA 1 Bulakamba: Menyasar kalangan yang diduga usia pelajar.

Depan RS Mutiara Bunda: Berada tepat di seberang rumah sakit.

Kawasan Cimohong: Juga terindikasi adanya aktivitas serupa.

Ciri fisik warung ini biasanya sederhana, terkadang hanya menggunakan sekat triplek, namun memiliki perputaran pelanggan yang sangat tinggi.

Kritik Terhadap Aparat Penegak Hukum

Maraknya peredaran obat daftar G yang kasat mata ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai fungsi pengawasan dari pihak kepolisian dan intelijen. Warga merasa aneh jika masyarakat sipil saja mengetahui keberadaan toko tersebut, namun belum ada tindakan tegas dari pihak berwenang.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Aneh, jelas-jelas jual obat terlarang tapi tidak tersentuh. Masa iya intel tidak tahu? Kita orang biasa saja tahu, apalagi polisi,” cetus warga dengan nada kecewa.

Masyarakat berharap adanya tindakan nyata dari Polres Brebes maupun instansi terkait untuk memberantas peredaran obat ilegal ini, mengingat dampaknya yang merusak generasi muda di wilayah Bulakamba dan sekitarnya.

Reporter: Teguh

You cannot copy content of this page