Bulan: Februari 2026

Tabalong, DN-II Polres Tabalong memaparkan hasil otopsi dan perkembangan penyidikan kasus penganiayaan berat yang menyebabkan meninggalnya RS (23), dalam konferensi pers yang digelar Senin (9/2/2026) terkait peristiwa di lingkungan SDN Sulingan.

Konferensi pers dipimpin PS Kasi Humas Polres Tabalong Iptu Heri Siswoyo, S.H., M.H., didampingi Kasat Reskrim AKP Danang Eko Prasetyo, serta menghadirkan tim ahli forensik RS Bhayangkara Banjarmasin dan Balistik Forensik Polda Kalimantan Selatan.


Dokter Spesialis Forensik dr. Mia, Sp.FM, menjelaskan hasil ekshumasi dan otopsi menemukan luka tusuk di dada kiri yang menembus jantung dan paru-paru, menyebabkan perdarahan hebat dan kematian cepat. Selain itu, dua luka tusuk pada perut kiri merusak usus dan limpa, serta luka berat pada lengan kiri.

Tim forensik memastikan tidak ditemukan luka tembak maupun proyektil peluru di tubuh korban. Penyebab kematian dipastikan akibat trauma berat senjata tajam.

Dari sisi barang bukti, penyidik turut memeriksa satu pucuk air gun. Ahli balistik menyatakan senjata tersebut dalam kondisi siap pakai dan berfungsi normal, namun tidak menjadi penyebab langsung kematian korban.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Atas peristiwa ini, penyidik menerapkan pasal berlapis,yakni Pasal 459 KUHP Nasional (UU No. 1 Tahun 2023) tentang pembunuhan, berencana Pasal 458 ayat (1) tentang perbuatan yang mengakibatkan kematian, Pasal 460 KUHP Nasional terkait pengeroyokan, serta Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang penguasaan senjata tajam. Polisi menegaskan penanganan perkara dilakukan profesional dan transparan serta mengimbau masyarakat tidak tidak terprovokasi.

Iswandi

Tim/Red :

JAKARTA, DN-II Ketua Relawan Rakyat Membela Prabowo (Rambo) Nusantara, Ali Sopyan, angkat bicara mengenai mandeknya penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan pupuk di PT Pupuk Sriwijaya Palembang. Ali mengendus adanya ketidakberesan dalam penanganan kasus periode 2024 yang dilaporkan pada 14 Februari 2025 lalu.

Menurut Ali, hingga saat ini perkembangan kasus tersebut seolah “ditelan bumi” tanpa ada kejelasan status hukum yang transparan dari pihak berwenang.

Kritik Tajam Terhadap Kinerja KPK

Ali Sopyan menyatakan keprihatinannya terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yang dinilai lamban dalam merespons laporan masyarakat terkait sektor ketahanan pangan.

“Kami sangat prihatin. Jangan sampai pameo ‘hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah’ benar-benar terjadi di lembaga sekelas KPK. Kasus ini melibatkan kepentingan petani dan kerugian negara yang diduga sangat besar,” ujar Ali Sopyan kepada media.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Komitmen Kawal Kasus Hingga Tuntas

Relawan Rambo Nusantara menegaskan tidak akan tinggal diam dan akan terus memantau serta menagih perkembangan laporan ini ke gedung Merah Putih. Ali menduga ada kerugian keuangan negara yang signifikan dalam carut-marut distribusi atau pengadaan pupuk tersebut.

“Kami akan terus memburu kejelasan kasus ini. Rakyat berhak tahu ke mana aliran dana tersebut dan siapa yang harus bertanggung jawab. Tunggu langkah kami selanjutnya,” tegas Ali menutup pembicaraan.

Tim Prima

MUSI RAWAS, DN-II Praktik dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar di SPBU 24.316.93 Terawas (Bukit Beton), Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, kini menjadi sorotan tajam. Selain memicu kemacetan panjang di Jalur Lintas Sumatera, aktivitas ini diduga kuat dibekingi oleh oknum yang melakukan intimidasi terhadap pihak-pihak yang mencoba mengusik praktik tersebut.

Modus Antrean “Kendaraan Hantu”

Kepala Biro Media Cakra Buana Muratara, M. Sunandi, mengungkapkan bahwa SPBU Bukit Beton diduga melayani pengisian BBM bersubsidi dengan modus penggunaan “barcode” pada kendaraan tertentu secara berulang.

“Ratusan kendaraan antre dari pagi hingga pagi lagi tanpa henti. Akibatnya, arus lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera sering mengalami kemacetan parah. Masyarakat umum, terutama pengendara logistik, sering mengeluh karena tidak pernah kebagian Solar akibat antrean yang didominasi oleh armada itu-itu saja,” ujar Sunandi, Minggu (08/02/2026).

Sunandi menambahkan, pantauan di lapangan menunjukkan keganjilan pada jenis kendaraan yang mengantre. “Banyak truk pengangkut batu bara dalam keadaan kosong atau truk tanpa bak yang mengantre berkali-kali. Kami mendesak pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap manajemen SPBU ini,” tegasnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Intimidasi dan Ancaman Keamanan

Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media justru mendapat respons keras dari pihak yang mengaku sebagai keamanan SPBU. Seorang pria berinisial LAN secara terang-terangan melontarkan ancaman melalui pesan dalam bahasa daerah, meminta agar aktivitas di SPBU tersebut tidak diberitakan.

“Demlah Sunandi, jangan mau mengganggu SPBU Terawas. Cari yang lain saja. Yang menjaganya kakak saya, berarti saya juga ikut menjaga. Jangan buat berita yang tidak terbukti,” ujar LAN dalam kutipan bahasa daerah yang diterjemahkan.

Ia bahkan mengisyaratkan adanya potensi konflik fisik jika pihak media bersikeras menemui manajer atau mengusik operasional SPBU tersebut. LAN menyebutkan bahwa SPBU tersebut adalah sumber penghidupannya yang tidak boleh diganggu.

Respons Keamanan dan Manajemen

Sementara itu, M. Zakir, salah satu anggota Brimob yang disebut bertugas sebagai keamanan di lokasi, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait situasi di lapangan. “Saya sedang sakit cacar, Pak, belum bisa beraktivitas,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini diterbitkan, Manajer SPBU 24.316.93 Terawas (Bukit Beton) belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi maupun keterlibatan oknum dalam operasional mereka.

Masyarakat kini menunggu ketegasan dari Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pertamina Patra Niaga untuk menindak tegas jika ditemukan adanya pelanggaran hukum di SPBU tersebut, agar subsidi negara tepat sasaran dan tidak hanya dinikmati oleh oknum penimbun.

(TIM)

BREBES, DN-II Kondisi kebersihan dan tata ruang Kabupaten Brebes kini berada di bawah sorotan tajam. Berdasarkan penilaian kebersihan di tingkat Provinsi Jawa Tengah, Brebes dilaporkan menempati posisi paling bawah dari 35 kabupaten/kota, yang memicu kritik pedas dari berbagai elemen masyarakat.

Kritik Pedas Penasehat LMP

Penasehat Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Brebes, H.M. Silaban, menyatakan keprihatinan mendalam atas predikat “paling bontot” tersebut. Menurutnya, kondisi sanitasi dan tata lingkungan di Brebes saat ini sudah sangat memprihatinkan.

Saking buruknya kondisi lapangan, LMP bahkan memberikan julukan sarkastik bagi Kota Brebes, yakni Kota diduga Kumuh dan Banyak Nyamuk.

“Kota Brebes ini sudah layak disebut kota Kumuh dan Banyak Nyamuk. Ini adalah cerminan dari pengelolaan kebersihan yang gagal,” tegas H.M. Silaban saat ditemui di sela kegiatan di Alun-alun Brebes, Senin (9/2/2026).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia menambahkan bahwa permasalahan ini merata, mulai dari jalanan yang kotor, drainase yang buruk, hingga populasi nyamuk yang meledak dan mengganggu kenyamanan serta kesehatan warga.

Respons Pemerintah dan Aksi Bersih-Bersih

Menanggapi kritik dan kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes menggelar operasi pembersihan massal. Aksi ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri (Polres Brebes), Satpol PP, perwakilan pedagang pasar, hingga organisasi kepemudaan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Brebes, Ahmad Sodiq, mengakui tantangan besar yang dihadapi instansinya. Ia menyebutkan bahwa langkah konkret sedang diupayakan untuk melepas predikat kota terjorok tersebut.

“Hari ini kami bersama TNI dan Polri menerjunkan personel untuk pembersihan sampah. Dari dinas sendiri, setidaknya 15 orang dikerahkan khusus untuk menyisir area publik,” ujar Ahmad Sodiq di Alun-alun Brebes.

Kendala Armada dan Logistik

Dalam operasi tersebut, DLH menyiagakan dua unit truk pengangkut sampah untuk menyisir limbah di sekitar Alun-alun Brebes hingga ke area pemukiman warga di wilayah Kecamatan Brebes.

Persoalan “Kota Kunyuk” ini kini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemerintah Kabupaten Brebes. Masyarakat mendesak agar langkah-langkah yang diambil tidak hanya bersifat seremonial atau insidentil, melainkan sebuah sistem pengelolaan sampah jangka panjang agar kebersihan daerah dapat meningkat secara signifikan.

Reporter: Teguh

BREBES, WWW.DETIK-NASIONAL.COM –  Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada hari ini, Senin (9/2/2026), Ketua DPC Lindu Aji Kabupaten Brebes, Khamdani, menyampaikan refleksi mendalam mengenai peran krusial media massa. Ia menegaskan bahwa pers merupakan pilar demokrasi sekaligus mitra strategis organisasi dalam mengawal pembangunan daerah.

Pers Sebagai Jangkar Kebenaran

Dalam pernyataannya, Khamdani memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para jurnalis, khususnya yang bertugas di wilayah Kabupaten Brebes. Menurutnya, di era disrupsi informasi, keberadaan pers yang kredibel sangat dibutuhkan.

“Saya pribadi dan atas nama keluarga besar DPC Lindu Aji Kabupaten Brebes mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional. Dedikasi rekan-rekan jurnalis dalam menyajikan informasi akurat dan edukatif adalah mesin penggerak kemajuan bangsa,” ujar Khamdani.

Ia menambahkan bahwa di tengah gempuran hoax di media sosial, pers harus tetap menjadi jangkar kebenaran bagi publik. Ia juga mengingatkan jajarannya untuk tetap tegak lurus pada aturan organisasi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Untuk jajaran Lindu Aji Brebes, saya tegaskan untuk memegang teguh AD/ART yang telah ditentukan oleh DPP Lindu Aji Pusat dalam menjalankan roda organisasi,” tandasnya.

Instruksi Khusus untuk Pengurus dan PAC

Tak sekadar ucapan selamat, Khamdani juga mengeluarkan instruksi khusus bagi seluruh jajaran pengurus DPC hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan agar membangun hubungan harmonis dengan awak media:

Harmonisasi Wilayah: Seluruh anggota PAC diinstruksikan untuk menjaga hubungan baik dan bersikap terbuka terhadap insan pers di wilayah masing-masing.

Keterbukaan Informasi: Organisasi harus menjadi mitra yang kooperatif. Setiap kegiatan sosial dan kemasyarakatan diharapkan dapat dipublikasikan agar dampak positifnya terasa lebih luas.

Etika dan Satu Komando: Anggota diminta menjaga marwah organisasi dengan mengedepankan etika berkomunikasi, baik kepada publik maupun media massa.

“Lindu Aji harus hadir sebagai solusi di tengah masyarakat. Untuk menyampaikan pesan kebaikan itu, kita butuh sinergi yang sehat dengan pers. Saya minta seluruh PAC satu visi dalam hal ini,” tegas Khamdani dengan nada instruktif.

Komitmen Kolaborasi ke Depan

Menutup refleksinya, Khamdani berharap kolaborasi antara Lindu Aji Brebes dan insan pers semakin solid ke depannya. Ia berkomitmen mendukung kemerdekaan pers demi terciptanya transparansi dan kontrol sosial yang konstruktif di Kabupaten Brebes.

Penulis: Humas DPC Lindu Aji Brebes
Editor: Casroni

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

BREBES, DN-II Dalam rangka mendukung Operasi Keselamatan Candi 2026, Satlantas Polres Brebes melaksanakan kegiatan Police Go To School dengan menjadi pembina upacara di SMA Negeri 1 Brebes, Senin (9/2/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Brebes AKP Ahmad Zainurrozaq, didampingi Kanit Kamsel beserta anggota Unit Kamsel Satlantas Polres Brebes, dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi serta tenaga pendidik SMA N 1 Brebes.

Dalam amanatnya, Kasatlantas Polres Brebes menyampaikan sosialisasi dan edukasi tentang tugas-tugas kepolisian, pentingnya tertib dan patuh terhadap peraturan lalu lintas, serta bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preemtif dan preventif Polri untuk menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

Disampaikan pula bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 dilaksanakan mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, dengan tujuan menekan angka kecelakaan dan fatalitas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dengan mengedepankan upaya preemtif dan preventif khususnya dikalangan pelajar.

Adapun sasaran prioritas Ops Keselamatan Candi 2026 meliputi pengendara yang menggunakan handphone saat berkendara, pengemudi di bawah umur, pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, pengemudi roda empat yang tidak menggunakan safety belt, pengemudi dalam pengaruh alkohol, pelanggaran melawan arus, serta aksi balap liar di jalan raya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam keterangan yang disampaikan usai kegiatan, Kepolisian berharap melalui kegiatan ini, para pelajar SMA N 1 Brebes dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, patuh terhadap aturan, serta ikut menyebarluaskan pesan tertib berlalu lintas kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.

“Dengan demikian, diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Brebes,” terang Kasatlantas AKP Ahmad Zainurrozaq. (Red/Hms)

BREBES, DN-II Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes mempertegas komitmennya dalam mengawal program unggulan Bupati guna memajukan sektor agraris. Fokus utama kini diarahkan pada stabilitas harga komoditas, kemudahan akses sarana produksi, serta peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.

Kepala DPKP Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara, S.Pt., M.Pt., menyatakan bahwa dinasnya berperan sebagai pelaksana teknis yang memastikan visi pembangunan daerah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.

“Poin utamanya adalah bagaimana program Bupati ini menonjol dan terlaksana dengan baik di lapangan. Kami ingin memastikan setiap kebijakan tepat sasaran,” ungkap Hendri dalam koordinasi internal, Senin (9/2/2026).

Tiga Pilar Utama Sektor Pertanian

Sebagai tulang punggung ekonomi daerah, sektor pertanian di Brebes kini bertumpu pada tiga mandat krusial:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Stabilitas Harga Bawang Merah: Menjaga harga tetap kompetitif dan mencegah anjloknya nilai tukar petani saat memasuki musim panen raya.

Pembenahan Distribusi Pupuk: Menjamin ketersediaan stok serta keterjangkauan harga pupuk bagi seluruh petani.

Kesejahteraan Sektor Primer: Penguatan program bantuan dan pendampingan berkelanjutan bagi petani dan nelayan untuk meningkatkan taraf hidup.

Menerjemahkan Visi “Brebes Beres”

Hendri menjelaskan, DPKP menjadi motor penggerak dalam mewujudkan visi “Brebes Beres” (Beradab, Ekonomi Tangguh, Responsif, Edukatif, Sehat, dan Sejahtera).

Pertanian tidak hanya dilihat dari sisi produksi untuk Ekonomi Tangguh, tetapi juga aspek Responsif dalam pelayanan publik dan Edukatif melalui penyuluhan intensif. “Muara dari semua ini adalah terciptanya masyarakat tani yang sehat dan sejahtera,” tambahnya.

Edukasi Pupuk Bersubsidi: KTP Saja Tidak Cukup

Menanggapi dinamika di lapangan terkait pupuk bersubsidi, pihak dinas mengonfirmasi bahwa harga saat ini masih stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, yakni di kisaran Rp90.000 hingga Rp92.000 per sak.

Namun, Hendri memberikan catatan penting bagi para petani. Akses terhadap pupuk subsidi tidak bisa didapatkan hanya dengan menunjukkan KTP. Petani wajib terverifikasi dalam sistem e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

“Banyak keluhan mengenai sulitnya mendapat pupuk. Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata petani yang bersangkutan belum terdaftar di e-RDKK. Akibatnya, kuota mereka tidak muncul di sistem. Pemerintah hanya menyalurkan subsidi bagi mereka yang datanya sudah tervalidasi,” tegas Hendri.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Melalui pendataan yang lebih akurat dan edukasi berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Brebes optimis sektor pertanian akan semakin solid dalam menopang perekonomian daerah di masa depan.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

Semarang, DN-II 9 Februari 2026 – Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh insan pers, terutama mereka yang tergabung dalam Insan Pers Jawa Tengah (IPJT). Dalam kesempatan ini, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IPJT, Firdaus Andika, memberikan penegasan yang sangat penting bagi seluruh pengurus maupun anggota IPJT di tingkat provinsi hingga kabupaten. Ia menekankan konsistensi dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas kewartawanan dengan mengedepankan prinsip-prinsip jurnalisme yang beretika serta tunduk pada Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Mengingat Indonesia adalah negara yang secara geografis rawan bencana alam, peran wartawan tidak sekadar sebagai penyampai informasi, melainkan sebagai penghubung yang kritis dalam proses penyampaian aspirasi, kebutuhan, serta situasi yang dialami masyarakat. Dalam situasi bencana, informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya adalah kunci agar penanganan bencana bisa dilakukan secara efektif.

Konsistensi Menjunjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik

Firdaus menegaskan, menjaga independensi adalah fondasi utama bagi wartawan. Dalam era informasi sekarang, di mana berita palsu (hoaks) mudah tersebar luas, kehadiran wartawan yang bertanggung jawab dapat menahan arus disinformasi yang meresahkan masyarakat. Wartawan dituntut untuk selalu melakukan verifikasi fakta dan sumber berita yang mereka gunakan. Hal ini sesuai dengan kode etik jurnalistik yang menuntut kejujuran, keberimbangan, serta menghindari pemberitaan yang menyudutkan tanpa alasan yang jelas.

“Setiap berita yang kita sampaikan harus berlandaskan fakta yang bisa dipertanggung jawabkan. Ini penting agar kita benar-benar bisa menjadi lidah yang menyambung suara masyarakat kepada pihak yang berwenang,” ujar Firdaus.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pentingnya Peran Wartawan dalam Menangani Situasi Bencana

Indonesia sering mengalami bencana alam mulai dari banjir, longsor, gempa bumi, hingga cuaca ekstrem seperti angin puting beliung. Kejadian ini menyebabkan dampak sosial dan ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat terdampak. Oleh karena itu, seorang wartawan harus memahami betul perannya saat bencana terjadi, yaitu sebagai penyampai informasi yang objektif dan benar-benar membantu masyarakat serta pemerintah dalam mengambil langkah penanganan bencana.

Selain menyampaikan kabar terbaru tentang keadaan terkini, wartawan juga memegang peran penting dalam mengawasi penyaluran bantuan serta penanganan oleh aparat dan pemerintah daerah. Mereka menjadi pengawas publik agar proses bantuan tidak tersendat, serta memberikan tekanan positif bagi pihak yang berwenang untuk bertindak cepat dan tepat.

Teknologi dan Media Sosial sebagai Pendukung Kewartawanan Bencana

Di era digital saat ini, penyebaran informasi melalui media sosial menjadi salah satu kekuatan paling besar dalam kewartawanan. Firdaus menekankan agar para wartawan IPJT juga memanfaatkan teknologi informasi dengan maksimal namun tidak terjebak pada informasi yang belum diverifikasi kebenarannya.

“Media sosial bisa menjadi alat yang efektif untuk cepat memberikan informasi, menggalang solidaritas, maupun mempercepat koordinasi bantuan bagi korban bencana. Tapi kita harus tetap berjaga-jaga agar tidak menyebarkan informasi yang salah yang justru bisa memperkeruh situasi,” tandasnya.

Selain itu, pengembangan platform digital dan website resmi media menjadi sangat penting untuk menyajikan berita yang berkualitas dan akurat. Penggunaan multimedia seperti video, foto, serta grafik interaktif juga dapat membantu masyarakat memahami fakta situasi bencana secara lebih komprehensif.

Peningkatan Kapasitas Wartawan untuk Menghadapi Tantangan Baru

Firdaus juga menyerukan perlunya peningkatan kapasitas dan profesionalisme wartawan, terutama dalam menangani berita-berita penting terkait bencana, wartawan harus siap secara mental dan teknis ketika harus meliput kejadian di lokasi yang terkadang berbahaya.

Kemampuan berbahasa yang baik juga sangat pentting karena wartawan yang baik harus menguasai tata berbahasa dan penguasaan teknologi informasi sebagai modal utama wartawan di era sekarang agar bisa menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan mudah diterima masyarakat luas.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Firdaus berharap agar hubungan koordinasi antara insan pers dan pemerintah semakin erat. Media bukan hanya berperan sebagai pengawas atau penyampai informasi, melainkan juga menjadi mitra penting pemerintah dalam menyiarkan program edukasi mitigasi bencana, sosialisasi keselamatan, serta update terkait perkembangan penanganan bencana.

Melalui kolaborasi yang baik, masyarakat akan mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat mulai dari peringatan dini hingga setelah proses evakuasi selesai. Hal ini juga memperkuat rasa percaya masyarakat terhadap media dan pemerintah sebagai sumber informasi terpercaya.

Menjaga Integritas dalam Peliputan Politik dan Isu Sosial

Selain peran wartawan dalam peliputan bencana, Firdaus juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam peliputan isu-isu politik, sosial, dan ekonomi. Di tengah dinamika politik nasional maupun daerah, wartawan harus tetap netral dan proporsional dalam penyajian berita. Tidak boleh ada intervensi atau kepentingan tertentu yang mengganggu objektivitas berita.

Dalam konteks ini, IPJT menegaskan kembali kepada seluruh anggotanya untuk menjadikan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 sebagai landasan hukum utama dalam menjalankan tugas jurnalistik. Dengan begitu, wartawan bisa menjalankan profesinya secara profesional, legal, dan beretika tanpa tekanan maupun intimidasi.

Wartawan Pilar Demokrasi dan Pendorong Perubahan

Dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional 2026, pernyataan dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IPJT menjadi penegasan penting akan peran wartawan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Wartawan diharapkan menjadi pilar demokrasi yang objektif, mengedepankan kebenaran dan fakta, serta menjadi agen perubahan sosial yang mampu menyuarakan aspirasi rakyat.

Terutama dalam situasi sulit seperti bencana alam yang kerap melanda negeri ini, keberadaan wartawan sangat krusial untuk memastikan suara masyarakat terdengar dan bantuan bisa tersalurkan dengan efektif. Dengan memperkuat kapasitas, menjaga profesionalisme, dan memanfaatkan teknologi secara tepat, wartawan akan terus menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang benar dan mencerahkan.

Mari kita dukung para insan pers agar terus konsisten memegang teguh kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Pers sebagai landasan utama dalam tugas mulia mereka. Sebab, melalui wartawan yang independen dan profesional, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang jujur dan tepat waktu, serta pemerintah dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. (*)

Detik-Nasional.Com — Banyak di antara kita merasa telah mencapai puncak spiritualitas melalui rutinitas ibadah yang padat. Namun, sebuah fenomena spiritual mengungkap realitas yang menggetarkan: banyak amalan ternyata “ditunggangi” oleh tipu daya ego dan gangguan non-fisik, sehingga gagal membuahkan perubahan akhlak yang nyata.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut adalah bedah mendalam mengenai pentingnya memurnikan tauhid dari intervensi jin dan tipu daya hati.

1. Paradoks Dzikir: Saat Lisan Berucap, Namun Hati Menolak

Dalam praktik penyucian jiwa (Tazkiyatun Nafs), sering ditemukan fenomena unik: seseorang mampu berdzikir mandiri selama berjam-jam, namun bereaksi keras—seperti mual, sesak, atau gelisah—saat diperdengarkan ayat Al-Qur’an oleh orang lain.

Hal ini mengindikasikan adanya “dualisme spiritual”. Dzikir tersebut mungkin baru sebatas hiasan lisan, sementara di relung hati terdalam masih ada “penghuni” lain yang merasa nyaman karena tidak terusik oleh esensi tauhid yang murni. Al-Qur’an menegaskan:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Jika dzikir justru memicu gejolak negatif saat kebenaran datang, itu adalah alarm nyata bahwa ada intervensi jin yang sedang “berlindung” di balik rutinitas ibadah Anda.

2. Tipu Daya ‘Jalur Kanan’: Iblis di Balik Topeng Kesalehan

Iblis telah bersumpah untuk menyesatkan manusia tidak hanya melalui lembah maksiat, tetapi juga melalui puncak ketaatan. Inilah yang disebut dengan Godaan Jalur Kanan. Allah SWT berfirman mengenai janji Iblis:

“…saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka…” (QS. Al-A’raf: 16-17)

Godaan dari “kanan” adalah menyusupkan penyakit hati secara halus, seperti:

Ujub: Bangga berlebihan atas amal sendiri.

Riya: Haus akan pujian manusia.

Sum’ah: Senang jika kehebatannya didengar orang lain.

Jika ibadah meningkat namun rasa sombong dan dengki tetap kokoh, maka pahala Anda sedang mengalami “pencurian” secara sistematis.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Mengapa Ibadah Gagal Menjadi Transformasi Akhlak?

Sering kita jumpai seseorang yang ahli ibadah namun tetap temperamental, kikir, atau gemar mencela. Hal ini terjadi karena ibadah kehilangan ruh utamanya: Ikhlas.

Beberapa faktor penyebab “kebocoran” spiritual ini antara lain:

Orientasi Transaksional: Beribadah hanya sebagai alat tukar agar bisnis lancar atau hajat duniawi terpenuhi, bukan karena cinta kepada Sang Khalik.

Bisikan Was-was: Setan menyusupkan keraguan atau niat mencari pengakuan manusia ke dalam dada (sebagaimana peringatan dalam QS. An-Nas).

Investasi Ego: Merasa lebih suci dibandingkan orang lain sehingga menutup pintu hidayah dan nasihat.

Solusi: Menuju Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa)

Al-Qur’an menjanjikan keberuntungan bagi mereka yang berani berbenah dan membersihkan diri dari segala bentuk polusi spiritual:

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9-10)

Langkah praktis yang dapat ditempuh:

Taubat Nasuha: Mengakui penyimpangan niat di masa lalu secara jujur di hadapan Allah.

Tajdidun Niyah (Meluruskan Niat): Mengembalikan fokus bahwa “Lailahaillallah” berarti tidak ada tujuan dan tidak ada yang dicintai melebihi Allah.

Terapi Ruqyah & Edukasi Tauhid: Menggunakan sarana syar’i untuk membersihkan sisa-sisa energi negatif atau gangguan jin yang menghambat kekhusyukan.

Kesimpulan

Ibadah bukanlah sekadar angka statistik atau rutinitas mekanis, melainkan sarana transformasi diri. Tanpa pembersihan hati dari intervensi jin dan dominasi ego, kita hanya sedang membangun istana pasir yang akan runtuh seketika oleh badai kesombongan di akhirat kelak.

Editor: Redaksi Detik-Nasional
Tanggal: 9 Februari 2026

TASIKMALAYA, DN-II Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, kawasan wisata religi Pamijahan di Tasikmalaya Selatan mulai dipadati peziarah. Situs yang menjadi saksi bisu perjuangan dakwah Islam di Jawa Barat ini tetap menjadi magnet bagi masyarakat yang mencari keberkahan dan ketenangan batin. (8/2/2026).

Tradisi Ziarah Menjelang Ramadan

Bambang (30), salah satu pengelola atau petugas setempat yang telah mengabdi selama hampir 21 tahun, menuturkan bahwa Pamijahan memiliki siklus keramaian tersendiri. Menurutnya, puncak kunjungan biasanya terjadi antara bulan Maulid hingga bulan Rajab.

“Sekarang sudah mulai ramai lagi karena mau masuk bulan Ramadan. Orang-orang datang dari mana-mana, ada yang pakai bus pariwisata, mobil pribadi, sampai travel,” ujar Bambang saat ditemui di area masjid Pamijahan.

Situs Goa dan Karomah Syekh Abdul Muhyi

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pusat dari ziarah ini adalah makam dan jejak peninggalan Syekh Abdul Muhyi, seorang ulama besar yang dikenal sebagai salah satu wali penyebar Islam. Perjalanan spiritual beliau, yang bermuara setelah kepulangan dari Makkah, meninggalkan jejak fisik berupa goa yang hingga kini dikeramatkan.

Di dalam Goa Pamijahan, terdapat beberapa titik yang dipercaya memiliki fadhilah (keutamaan) tersendiri, di antaranya:

Air Kejayaan dan Air Kahuripan: Sumber air yang diyakini membawa barokah bagi pengunjung.

Tempat Kontemplasi: Lokasi yang sering digunakan peziarah untuk bertapa atau berzikir mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Kepopuleran situs ini bahkan telah menjangkau mancanegara. “Alhamdulillah sudah mendunia. Kadang-kadang ada pengunjung dari luar negeri juga, meski tidak sesering warga lokal,” tambah Bambang.

Magnet Bagi Artis hingga Tokoh Politik

Daya tarik Pamijahan tidak hanya menyasar masyarakat umum. Sederet musisi papan atas Indonesia tercatat pernah menginjakkan kaki di sini, mulai dari Charly Van Houten, Doel Sumbang, Opick, hingga sang legenda Iwan Fals.

Tak hanya seniman, tokoh politik pun kerap menjadikan Pamijahan sebagai destinasi kunjungan, terutama menjelang momentum politik besar. Bambang mengonfirmasi bahwa beberapa tokoh setingkat Bupati, Gubernur, hingga calon presiden pernah hadir untuk bersilaturahmi dan berziarah.

Harapan dan Pesan Spiritual

Menutup perbincangan, Bambang menyampaikan pesan sederhana bagi setiap peziarah yang datang. Ia berharap setiap niat baik yang dibawa dari rumah dapat dikabulkan melalui perantara karomah para wali di tanah Pamijahan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Pesannya ya supaya kita semua mendapatkan karomah dan barokah. Apa yang menjadi maksud dan tujuannya, semoga berhasil,” pungkasnya.

Reporter: Teguh

You cannot copy content of this page