Bandar Lampung, DN-II Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) harus dikembangkan sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi, bukan sekadar unit usaha retail. KDKMP diarahkan untuk menghubungkan kebutuhan masyarakat, layanan pemerintah, unit usaha, serta kemitraan strategis dalam satu ekosistem ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
“KDKMP ini akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Simpan pinjam itu salah satu saja. Di dalamnya bisa jadi ada toko sembako, ada apotek, dan semua barang subsidi disalurkan secara resmi melalui KDKMP ini,” ujar Bima dalam Seminar Nasional KDKMP bertema Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk Mewujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat di Gedung Semergou, Kantor Wali Kota Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).
Menurut Bima, KDKMP tidak boleh dipersepsikan hanya sebagai pesaing minimarket. Koperasi tersebut memiliki fungsi yang lebih luas, antara lain memotong rantai pasok dan mengurangi peran perantara sehingga harga di tingkat petani dapat meningkat, sementara harga bagi konsumen dapat ditekan. KDKMP juga diharapkan berkontribusi dalam pengendalian inflasi dan penciptaan lapangan kerja di desa.
“KDKMP ini menggabungkan, satu, kebutuhan masyarakat, kedua, layanan pemerintah, dan yang ketiga, ini yang penting dan menarik, yaitu layanan bisnis. Warga butuh apa, pemerintah melayani apa, subsidi-subsidi tadi, dan ketiganya adalah unit-unit usaha bisnis dan potensi kemitraan strategis,” kata Bima.

Dalam implementasinya, KDKMP diarahkan mendukung distribusi bantuan sosial dan Bantuan Langsung Tunai (BLT), beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pupuk, serta gas LPG bersubsidi. KDKMP juga didorong membangun ekosistem bersama program Makan Bergizi Gratis (MBG), antara lain dengan berperan sebagai agregator yang dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat setempat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Bima menjelaskan, pengelolaan KDKMP saat ini masih berada dalam masa transisi sekitar dua tahun. Dalam periode tersebut, PT Agrinas Pangan Nusantara mengelola koperasi melalui penempatan personel yang terus dimatangkan, termasuk melalui pelatihan serta dengan mengakomodasi masukan dari kepala desa maupun lurah. Setelah masa transisi berakhir, KDKMP diarahkan menjadi aset dan milik desa atau kelurahan.
Sejumlah daerah, kata Bima, telah menunjukkan perkembangan positif. KDKMP Sidomulyo di Jember telah menembus ekspor kopi ke tiga negara, sementara KDKMP di Sulawesi Tenggara berhasil memasuki pasar Tiongkok. Jawa Timur juga disebut mencatatkan nilai transaksi KDKMP tertinggi secara nasional.
Bima menegaskan, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan pengembangan KDKMP berjalan optimal, mulai dari tahap perencanaan hingga pengawalan implementasi di lapangan.
“Ujung tombaknya tentu pemerintahan daerah. Pak Mendagri Tito sudah mengeluarkan surat edaran, memastikan agar kepala daerah memberikan full atensi, mulai dari perencanaan. Dokumen-dokumen perencanaan pembangunan daerah silakan diselaraskan apabila ada hal yang perlu diakomodasi dengan KDKMP,” ujar Bima.
Terkait pemanfaatan lahan, Bima menjelaskan, lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat digunakan untuk mendukung KDKMP melalui skema kerja sama sesuai ketentuan yang berlaku. Kepala desa dapat berkoordinasi dengan kepala daerah untuk menyampaikan permohonan kepada BUMN terkait, termasuk opsi pinjam pakai tanpa pembayaran apabila memenuhi ketentuan.
Adapun target ideal luas lahan KDKMP mencapai 1.000 meter persegi. Namun, penerapannya dapat disesuaikan bagi daerah yang memiliki keterbatasan lahan.
Bima juga meminta pemerintah daerah memastikan proses verifikasi dan validasi dilakukan sebelum KDKMP diserahterimakan kepada desa atau pemerintah daerah. Tim yang dipimpin sekretaris daerah di masing-masing kabupaten/kota bertugas memeriksa administrasi, kesesuaian dokumen, serta kondisi lapangan dengan pendampingan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi sekaligus mencegah persoalan di kemudian hari.
Seminar tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Forkopimda Provinsi Lampung, serta para bupati, camat, dan lurah. Red
Tegal, DN-II Personel Polsek Balapulang bersama Koramil Balapulang dan masyarakat bergerak cepat mengevakuasi ternak sekaligus membantu memadamkan kebakaran kandang kambing milik Bumdes Pemerintah Desa Pamiritan, Desa7 Pamiritan, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jumat (4/9/2026).
Kebakaran diketahui sekitar pukul 13.15 WIB setelah warga melihat kobaran api disertai asap tebal dari area kandang. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Balapulang sekitar pukul 13.20 WIB.
Berdasarkan informasi awal, sebelum kebakaran terjadi terdapat aktivitas pembakaran sampah di sekitar kandang sekitar pukul 11.15 WIB. Setelah api diketahui membesar, Kapolsek Balapulang bersama personel segera mendatangi lokasi. Petugas kemudian berkoordinasi dengan pemadam kebakaran serta bersama anggota Koramil dan masyarakat melakukan penanganan.
Di tengah kobaran api, petugas dan warga terlebih dahulu berupaya menyelamatkan kambing yang masih dapat dievakuasi. Setelah itu, pemadaman dilakukan menggunakan air dan peralatan yang tersedia hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 WIB.
Kapolsek Balapulang IPTU Syaeful Hidayat, S.H. mengatakan, prioritas petugas saat tiba di lokasi adalah mencegah api semakin meluas sekaligus menyelamatkan ternak yang masih memungkinkan untuk dievakuasi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Begitu menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi. Bersama TNI dan masyarakat, kami melakukan pemadaman sekaligus mengevakuasi kambing yang masih dapat diselamatkan agar dampak kebakaran tidak semakin besar,” ujar IPTU Syaeful Hidayat, S.H.
Kapolsek mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan aktivitas pembakaran sampah tanpa pengawasan, terlebih di sekitar bangunan atau kandang yang mudah terbakar.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak meninggalkan api atau pembakaran sampah begitu saja. Pastikan api benar-benar padam dan jauhkan sumber api dari material yang mudah terbakar. Pencegahan menjadi langkah paling penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, berdasarkan pendataan awal, sebanyak 75 ekor kambing dilaporkan terdampak dengan taksiran kerugian sekitar Rp150 juta, sedangkan kerusakan bangunan kandang yang terbuat dari kayu diperkirakan mencapai Rp150 juta. Total kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp300 juta.
Polsek Balapulang telah melakukan pengecekan tempat kejadian, berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polres Tegal dan Damkar, serta mencatat keterangan saksi untuk mendalami penyebab kebakaran. ( S. Bimantoro )
Brebes, DN-II Kodim 0713/Brebes melalui jajaran Koramil 16/Larangan terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau.
Salah satunya dengan melaksanakan pendampingan kegiatan penyaluran bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes kepada masyarakat di Desa Kamal dan Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan pendistribusian air bersih tersebut merupakan bentuk respons pemerintah daerah dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, di tengah kondisi musim kemarau yang menyebabkan ketersediaan air di sejumlah wilayah mengalami keterbatasan.
Dalam pelaksanaannya, Babinsa Koramil 16/Larangan Serda Faisal Susanto turut mendampingi proses penyaluran bantuan air bersih kepada warga. Kehadiran Babinsa di lapangan sekaligus sebagai bentuk kepedulian dan komitmen TNI AD untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat serta membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi warga di wilayah binaannya.
Adapun penerima manfaat bantuan air bersih tersebut meliputi masyarakat Desa Kamal dan Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga, terutama untuk keperluan sehari-hari selama berlangsungnya musim kemarau.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Desa Pamulihan Wandi, Sekretaris Desa Kamal Cipto, serta Babinsa Koramil 16/Larangan Serda Faisal Susanto. Kehadiran unsur pemerintah desa bersama TNI dan BPBD menunjukkan adanya sinergi lintas sektor dalam penanganan dampak musim kemarau di wilayah Kabupaten Brebes.
Babinsa Koramil 16/Larangan Serda Faisal Susanto mengatakan, pendampingan dilakukan untuk membantu memastikan proses pendistribusian air bersih berjalan dengan tertib dan bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Babinsa akan selalu berupaya hadir dan membantu masyarakat, terutama ketika warga menghadapi kesulitan akibat kondisi musim kemarau. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun instansi terkait agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menegaskan bahwa jajaran Kodim 0713/Brebes akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai dampak musim kemarau.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian bersama. Untuk itu, keberadaan Babinsa di wilayah diharapkan dapat menjadi penghubung sekaligus membantu mempercepat penanganan apabila terdapat masyarakat yang mengalami kesulitan.
“Musim kemarau dapat berdampak terhadap ketersediaan air bersih masyarakat. TNI melalui Babinsa akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, BPBD dan pemerintah desa untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Dandim.
Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari kepedulian Kodim 0713/Brebes terhadap kondisi masyarakat di wilayah binaannya. Babinsa diharapkan dapat terus memonitor perkembangan situasi di desa masing-masing, termasuk terkait ketersediaan air bersih selama musim kemarau.
Dengan adanya bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Brebes tersebut, diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Kamal dan Desa Pamulihan. Selain membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Kodim 0713/Brebes melalui para Babinsa akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna membantu masyarakat, sehingga berbagai permasalahan yang muncul di wilayah dapat segera ditangani secara bersama-sama. Red/Casroni
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Wonogiri, DN-II Anggota Koramil 24/Puhpelem Kodim 0728/Wonogiri, dipimpin Peltu Paimin, memberikan pelatihan ketarunaan Angkatan XIII kepada siswa SMKN 1 Puhpelem. Kegiatan tersebut didampingi Kepala SMKN 1 Puhpelem, Ibu Choirul Hidayah, sebagai bagian dari pembinaan disiplin, karakter, dan mental siswa. Sabtu (5/9/2026).
Pelatihan meliputi pembinaan kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, serta semangat kebersamaan. Para siswa mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias.
Peltu Paimin menyampaikan bahwa pelatihan ketarunaan tidak hanya bertujuan meningkatkan kedisiplinan, tetapi juga membentuk generasi muda yang bermental kuat, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama.
“Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa semakin disiplin, memiliki rasa tanggung jawab, serta mampu menerapkan nilai-nilai kebersamaan dan jiwa korsa di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.
Ibu Choirul Hidayah mengapresiasi keterlibatan Koramil 24/Puhpelem dalam pembinaan siswa. Sinergi TNI dan sekolah diharapkan dapat memperkuat karakter peserta didik serta mempersiapkan generasi muda yang tangguh dan berjiwa nasionalisme. Red/Ak
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
jarbaru, DN-II Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak hanya dilakukan ketika api mulai berkobar. Di balik setiap operasi pemadaman, kesiapan sumber air menjadi salah satu faktor penting yang harus dipastikan setiap saat. Hal tersebut menjadi perhatian Lanud Sjamsudin Noor melalui Satgas Pengamanan Irigasi Embung Jokowi yang terus menjaga kesiapan sarana pendukung operasi Karhutla di Kalimantan Selatan, Jumat (04/09/2026).
Berlokasi di kawasan Tegal Arum, Embung Jokowi menjadi salah satu sumber air strategis dalam mendukung operasi pemadaman Karhutla, khususnya di wilayah sekitar Bandara Syamsudin Noor. Karena itu, personel Satgas Irigasi Lanud Sam secara konsisten melaksanakan pengamanan, pemeliharaan, serta pengecekan sarana dan prasarana guna memastikan seluruh sistem siap digunakan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan.
Pengecekan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari unit pompa, mesin penggerak, generator, selang bertekanan tinggi, rangka apung, hingga saringan air. Setiap komponen diperiksa untuk memastikan tidak terdapat kendala yang dapat menghambat distribusi air saat operasi pemadaman berlangsung.
Bukan hanya peralatan yang menjadi perhatian. Keamanan fasilitas dan lingkungan sekitar Embung Jokowi juga dijaga secara berkelanjutan. Personel melaksanakan pengamanan selama 24 jam melalui sistem piket bergilir, sehingga kondisi lokasi dapat terus dipantau sekaligus mengantisipasi potensi titik api maupun gangguan terhadap fasilitas pendukung operasi.
Dalam pelaksanaannya, Satgas Irigasi Lanud Sam juga terus memperkuat sinergi dengan unsur terkait. Dukungan alat berat dimanfaatkan untuk menjaga akses menuju lokasi, menata saluran, serta memastikan jalur suplai air tetap terbuka dan dapat berfungsi dengan baik. Kesiapan tersebut menunjukkan bahwa perjuangan menghadapi Karhutla tidak hanya berlangsung di garis depan ketika api membesar. Jauh sebelum itu, personel Lanud Sam telah memastikan sumber daya, sarana, dan personel berada dalam kondisi siap untuk bergerak.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui kesiapsiagaan 24 jam, pemeliharaan sarana secara berkelanjutan, serta koordinasi lintas unsur, Lanud Sam terus memperkuat dukungan TNI Angkatan Udara dalam penanganan Karhutla di Kalsel. Setiap pompa air yang siap, setiap saluran yang terjaga, dan setiap personel yang berjaga menjadi bagian dari kesiapan menghadapi ancaman api sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak Karhutla. Red
NTT, DN-II Penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlanjut hingga hari kedua puluh satu, Jumat (4/9/2026). TNI terus melaksanakan berbagai kegiatan penanganan untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak.
Pada hari ini, sebanyak 121,487 ton bantuan dikirim melalui jalur laut menggunakan KRI untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak dan mendukung proses pemulihan pascabencana.
Secara keseluruhan, bantuan yang telah dikirim TNI dalam penanganan gempa NTT sebanyak 1.201,5 ton melalui jalur darat, laut, dan udara.
TNI terus bersinergi dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, dan unsur terkait dalam mendukung penanganan bencana serta pemulihan kondisi masyarakat terdampak. Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
#tniprima #tniprofesional #indonesiaemas2045
BREBES, DN-II Jajaran Polres Brebes terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan akibat cuaca panas dan kondisi angin yang cukup kencang.
Langkah cepat tersebut ditunjukkan personel Satuan Samapta Polres Brebes yang merespons laporan masyarakat terkait adanya pembakaran liar di sepanjang Jalan Tol Pejagan KM 269, Kabupaten Brebes, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Mendapat laporan tersebut, tim patroli Sat Samapta segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan. Petugas mendapati adanya titik api dan kepulan asap pada lahan persawahan yang berpotensi meluas akibat cuaca panas serta tiupan angin.
Petugas kemudian melakukan tindakan cepat dengan menggunakan kendaraan AWC (Armoured Water Cannon) untuk melakukan pemadaman awal sekaligus mencegah api menjalar ke area lainnya.
Selain melakukan pemadaman, personel juga mengamankan area sekitar dan melaksanakan pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi dampak asap yang dapat mengganggu jarak pandang pengguna jalan tol. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya preventif untuk memastikan keselamatan masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kapolres Brebes AKBP Muhammad Ali Akbar melalui Kasat Samapta Polres Brebes AKP Lily Untoro, mengatakan respons cepat tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mencegah potensi kebakaran agar tidak berkembang menjadi lebih besar.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel langsung kami arahkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal. Kami melakukan pemadaman menggunakan AWC serta mengamankan area sekitar agar api tidak meluas dan asap tidak membahayakan pengguna jalan,” ujar AKP Lily, Sabtu (5/9).
Menurutnya, kondisi cuaca panas disertai angin kencang membuat pembakaran di area terbuka memiliki risiko tinggi untuk berkembang dan menyebar ke lahan di sekitarnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan, terlebih saat kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan,” tegasnya.
AKP Lily menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan patroli di sejumlah wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, BPBD, pemadam kebakaran maupun pihak pengelola jalan tol.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jika menemukan titik api atau melihat adanya aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.
Polres Brebes menegaskan bahwa pencegahan kebakaran membutuhkan peran bersama. Selain sebagai langkah menjaga lingkungan, upaya tersebut juga penting untuk menjamin keselamatan masyarakat dan pengguna jalan serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Red/Hms
Kota Tegal, DN-II BNN Kota Tegal bersama Sentra Satria Baturaden, Kementerian Sosial (Kemensos) RI, memberikan bantuan sosial kepada 11 klien pascarehabilitasi BNN Kota Tegal. Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap korban penyalahgunaan narkoba, bantuan tersebut diberikan sebagai upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar, mendukung keberlanjutan pendidikan, serta mendorong kemandirian klien setelah menjalani proses rehabilitasi.
Bantuan diberikan berdasarkan hasil dari asesmen yang sebelumnya dilakukan oleh Kemensos atas usulan BNN Kota Tegal. Dengan demikian, jenis bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing klien sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat secara tepat sasaran.
Sebanyak 6 klien menerima paket sembako, yang masing-masing terdiri atas 20 kilogram beras, satu dus mi instan, serta paket kebutuhan nutrisi lainnya. Sementara 4 klien rehabilitasi anak ( pelajar ) mendapatkan paket kebutuhan dasar sekolah berupa sepatu, tas, alat tulis, dan paket kebutuhan nutrisi. Sementara itu, untuk bantuan keuangan sekolah akan disalurkan melalui transfer langsung ke rekening sekolah.
Selain bantuan kebutuhan dasar dan pendidikan, terdapat 1 paket bantuan kewirausahaan berupa 7 karung pakan bebek. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha klien sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kemandirian.
Kepala BNN Kota Tegal, Kunarto, S.Pd.I., MH. menyampaikan apresiasi kepada Sentra Satria Baturaden (Kemensos) atas dukungan yang diberikan kepada para klien pascarehabilitasi BNN Kota Tegal.
“Kami mengapresiasi dukungan dari Sentra Satria Baturaden. Bantuan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pemulihan dan membangun kemandirian klien pascarehabilitasi,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, proses rehabilitasi tidak berhenti setelah klien menyelesaikan layanan rehabilitasi. Dukungan pascarehabilitasi menjadi salah satu faktor penting agar klien dapat kembali menjalani kehidupan secara produktif, melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, serta berperan positif di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara BNN Kota Tegal dan Kemensos, diharapkan dukungan terhadap klien pascarehabilitasi dapat terus diperkuat dan diberikan sesuai kebutuhan. Sinergi tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan dan mencegah klien kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. ( S. Bimantoro )
BANGGAI LAUT, DN-II Operasi penertiban kendaraan bermotor yang digelar oleh UPT Samsat Wilayah 13 Banggai Laut bersama jajaran Satlantas di depan SPBU Pasar Baru, Kamis (3/9/2026), diwarnai insiden kekerasan. Meski mengantongi surat perintah (Sprint) resmi, pelaksanaan di lapangan dinodai oleh tindakan arogansi dan penganiayaan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan fungsi kontrol sosial.
Kericuhan bermula ketika awak media mendatangi lokasi untuk memantau jalannya razia yang dinilai kurang memperhatikan keselamatan publik karena berlokasi di dekat fasilitas vital SPBU. Di lokasi, wartawan mendapati sejumlah petugas yang namanya tercantum dalam Sprint justru tidak berada di tempat. Kepala UPT Samsat Wilayah 13 baru mendatangi lokasi setelah dihubungi oleh awak media menyusul protes terkait ketidakhadiran para pejabat penanggung jawab tersebut.
Alih-alih memberikan klarifikasi secara profesional, oknum pegawai UPT Samsat justru menunjukkan gestur intimidatif. Salah satu oknum melepas baju dinasnya di hadapan publik dan menantang wartawan untuk berduel. Situasi semakin memanas ketika oknum pegawai Samsat lainnya melayangkan pukulan ke arah wajah jurnalis sebelum akhirnya dilerai oleh personel kepolisian yang bertugas di lokasi.
Tindakan main hakim sendiri dan kekerasan fisik ini dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi pers serta mencederai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Rekaman video insiden tersebut saat ini telah beredar luas dan tengah dipelajari oleh berbagai organisasi pers nasional untuk langkah hukum lanjutan.

Menanggapi insiden memalukan ini, aliansi masyarakat dan insan pers mendesak Kementerian Dalam Negeri serta instansi berwenang untuk segera mengambil langkah tegas:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Evaluasi dan Copot Pimpinan: Mendesak pencopotan Kepala UPT Samsat Wilayah 13 Banggai Laut karena dinilai lalai, mangkir saat awal kegiatan, serta gagal mengawasi kedisiplinan dan mentalitas bawahannya.
Sanksi Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH): Menjatuhkan sanksi berat berupa pemecatan kepada seluruh oknum pegawai Samsat yang terlibat dalam aksi pelepasandiri, tantangan duel, dan pemukulan terhadap wartawan.
Proses Hukum Pidana: Memproses pelaku penganiayaan secara hukum pidana guna memastikan perlindungan hukum bagi insan pers yang bertugas di lapangan.
Publik dan kalangan jurnalis kini menanti langkah pertanggungjawaban nyata dari pihak berwenang serta itikad baik dari pimpinan UPT Samsat untuk menyelesaikan kasus hukum yang mencederai marwah birokrasi pemerintahan ini.
TAPANULI SELATAN, DN-II Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung kondisi hunian sementara (huntara) di Desa Napa, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (04/09/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Wapres menyempatkan diri untuk mendengarkan aspirasi serta keluhan warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara pada akhir November 2025 lalu. Hingga saat ini, sebagian warga masih harus menempati huntara sambil menantikan realisasi pembangunan hunian tetap (huntap).
Menanggapi penantian warga, Wapres menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang terjadi sekaligus memastikan bahwa proses pembangunan huntap bagi warga terdampak akan segera dimulai pada bulan ini. Ia menegaskan bahwa komitmen pemerintah tidak hanya terbatas pada penyediaan fisik rumah, tetapi juga memastikan aspek keamanan, kenyamanan, serta ketersediaan fasilitas dasar yang berfungsi dengan baik.
Rangkaian kunjungan kerja Wapres di Sumatera Utara kali ini mencakup peninjauan di tiga lokasi hunian bagi warga terdampak bencana, yakni huntap Aek Parombunan di Kota Sibolga, huntap Desa Hapesong Baru, serta huntara Desa Napa di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Lebih lanjut, Wapres menekankan pentingnya sinergi yang solid dan koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah. Setiap kendala yang ditemukan di lapangan harus segera ditindaklanjuti secara cepat dan tepat agar masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan serta aktivitas sehari-hari secara layak. Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
You cannot copy content of this page




