*Satgas PRR Kawal Realisasi Tambahan TKD Rp144,67 Miliar di Kabupaten Solok*
SUMBAR, www.detik-nasional.com // Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengawal pemanfaatan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, agar mampu mempercepat pemulihan pascabencana secara menyeluruh.
Satgas PRR memastikan pelaksanaan program rehabilitasi berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, hunian tetap (Huntap), rehabilitasi lahan pertanian, hingga pemulihan layanan dasar.
Monitoring dilakukan Tim Koordinator Wilayah Sumatera Barat Satgas PRR melalui rapat koordinasi bersama Bupati Solok dan jajaran perangkat daerah, yang dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak bencana. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengawalan Satgas PRR agar anggaran yang telah dialokasikan pemerintah pusat dapat segera dikonversi menjadi pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kabupaten Solok telah menerima tambahan TKD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp144,67 miliar secara penuh. Dari jumlah tersebut, Rp2 miliar dialokasikan sebagai bantuan keuangan kepada Kabupaten Aceh Tengah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi anggaran telah mencapai 17,35 persen atau sekitar Rp25,09 miliar, dengan penyerapan terbesar berada pada sektor ekonomi. Sementara itu, sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masih berproses menyusul selesainya penyesuaian anggaran dan DPA Perubahan pada akhir Juni.
Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan komitmennya untuk mempercepat pelaksanaan proyek-proyek prioritas agar realisasi TKD meningkat signifikan pada triwulan berjalan. Sasaran utama meliputi pembangunan jalan, jembatan, irigasi, hunian tetap, serta fasilitas pelayanan dasar yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.
Selain mengawal pemanfaatan anggaran, Satgas PRR juga mencermati sejumlah pekerjaan yang masih membutuhkan percepatan. Di sektor perumahan, lokasi pembangunan 180 unit Huntap telah ditetapkan sesuai Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renduk). Lahan pembangunan juga telah siap dan memperoleh persetujuan Badan Pertanahan Nasional (BPN), sehingga pembangunan diharapkan dapat segera dimulai.
Di sektor pertanian, Pemkab Solok melaporkan terdapat 80 hektare sawah yang mengalami kerusakan berat. Sebanyak 16 hektare telah dibersihkan dari material sedimen, sedangkan 64 hektare lainnya diusulkan agar status kerusakannya dapat disesuaikan sehingga memenuhi syarat memperoleh bantuan rehabilitasi sawah dari Kementerian Pertanian. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan produksi pertanian sekaligus mengembalikan mata pencaharian masyarakat.
Hasil peninjauan lapangan juga menunjukkan normalisasi Sungai Saniang Baka sepanjang sekitar 20 kilometer dan Sungai Batang Muaro Bungai sepanjang sekitar 15 kilometer masih menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi risiko banjir dan sedimentasi. Di sisi lain, rehabilitasi pelayanan dasar juga terus berjalan, antara lain penanganan tujuh sistem penyediaan air minum (SPAM), rehabilitasi delapan sekolah terdampak, serta percepatan penyelesaian berbagai infrastruktur publik yang masih mengalami kerusakan.
“Satgas PRR memfasilitasi koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum/BBWS V untuk percepatan normalisasi sungai dan penguatan tebing. Satgas PRR juga memfasilitasi koordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait percepatan penanganan lahan pertanian terdampak,” tulis Tim Korwil Satgas PRR dalam laporannya.
REDAKSI
JAKARTA, DN-II Pemerintah terus melakukan langkah akselerasi untuk menyempurnakan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh tengah dilakukan guna memastikan program strategis ini berjalan tepat sasaran, efektif, dan transparan.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli usai mengikuti rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/07/2026). Ia menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah melakukan kajian mendalam terkait berbagai dinamika di lapangan untuk kemudian dirumuskan sebagai langkah perbaikan.
”Kami sedang melakukan pemetaan terhadap kendala yang ada. Hasil kajian ini nantinya akan kami laporkan kepada Bapak Presiden untuk mendapatkan arahan dan keputusan lebih lanjut,” ujar Zulkifli.
Dalam proses evaluasi tersebut, pemerintah telah mengidentifikasi beberapa poin krusial yang memerlukan perbaikan, di antaranya:

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Penguatan Pengawasan: Upaya mitigasi terhadap potensi penyalahgunaan program.
Akurasi Data: Pemetaan kembali titik distribusi agar tepat sasaran bagi penerima manfaat.
Penguatan Infrastruktur: Pemenuhan ketersediaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menjamin kelancaran penyaluran di berbagai daerah.
Menko Bidang Pangan memberikan target waktu selama satu bulan untuk menuntaskan hambatan-hambatan tersebut. Langkah ini dilakukan agar program MBG tidak hanya sekadar berjalan, tetapi mampu memberikan dampak optimal sesuai dengan tujuan pembangunan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah.
”Kami berkomitmen menuntaskan persoalan ini dalam waktu satu bulan. Harapannya, pelaksanaan ke depan menjadi jauh lebih efektif, transparan, dan mampu menjangkau seluruh penerima manfaat secara merata,” pungkasnya.
Rrd/BPMI Setpres
Tag: #KemensetnegRI #RilisPresiden #MakanBergiziGratis #KebijakanPemerintah
JAKARTA, DN-II Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai tahapan pembangunan (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela pada Kamis (16/7/2026).
Peresmian yang menandai dimulainya fase konstruksi ini dilakukan secara hibrida, dengan pusat kegiatan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, dan terhubung langsung dengan lokasi proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.
Proyek yang telah melalui proses perencanaan panjang sejak 1998 ini diproyeksikan menjadi pilar utama dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional. Dengan total investasi yang mencapai USD20,9 miliar, fasilitas LNG Abadi Masela ditargetkan memiliki kapasitas produksi sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun. Komitmen pemerintah dalam menjaga kedaulatan energi ditegaskan melalui kebijakan prioritas, di mana 60 persen dari total produksi akan dialokasikan untuk kebutuhan domestik.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa pembangunan bangsa memerlukan fondasi berupa kerja keras, sinergi, dan persatuan. Ia secara khusus memberikan arahan agar proyek yang telah dinantikan selama hampir tiga dekade ini dapat diselesaikan sesuai jadwal, bahkan dipercepat agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
”Pembangunan suatu bangsa membutuhkan kerja keras dan persatuan. Proyek ini sangat krusial bagi masa depan energi kita, saya minta seluruh pihak terkait untuk bekerja optimal agar penyelesaiannya dapat dilakukan secepat mungkin,” ujar Presiden.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Lebih lanjut, pemerintah memandang LNG Abadi Masela bukan sekadar proyek infrastruktur energi, melainkan langkah strategis untuk mempercepat hilirisasi sumber daya alam. Melalui proyek ini, nilai tambah gas bumi di dalam negeri akan meningkat secara signifikan, yang pada gilirannya diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Maluku dan kawasan Timur Indonesia. Red
Jakarta, DN-II Sorak-sorai silih berganti di salah satu ruangan Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta, (16/7/2026), Sorak-sorai itu mengiringi selama pertandingan semifinal antara timnas Inggris melawan Argentina dalam Piala Dunia 2026.
Keseruan nonton bareng (nobar) piala dunia itu juga disaksikan oleh Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi.
Nobar piala dunia yang kegiatannya didukung oleh TVRI itu tidak hanya di Kalibata, di kantor balai transmigrasi yang ada di Denpasar-Bali, Pekanbaru-Riau, Banjarmasin-Kalimantan Selatan, Malaka-NTT, Rempang-Batam, dan Yogyakarta juga secara serentak melakukan nobar. Para transmigran yang berada di Kawasan Barelang, Kota Batam; Salor, Merauke; dan Malaka, Nusa Tenggara Timur, juga terhubung dalam nobar itu.
Menurut Viva Yoga acara itu tidak hanya sekadar nobar namun dengan kegiatan tersebut dijalin rasa persatuan dan silaturahmi antara jajaran Kementrans dan transmigran. “Kita hadir dalam nobar tidak hanya menonton pertandingan namun juga mempererat dengan pegawai di daerah dan para transmigran yang berada di berbagai kawasan”, ujarnya.
Meski kesebelasan yang didukung tidak sama diharapkan perbedaan itu menambah keakraban. “Saya mendukung Argentina dan bila ada yang mendukung Inggris, silahkan”, tuturnya. Paling penting menurutnya adalah mengedepankan sportifitas, dan bisa menjadi media pelajaran tentang spirit perjuangan, kedisiplinan. kerjasama tim, dan strategi taktik lapangan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Mengomentari pertandingan, Viva Yoga menyebut laga yang digelar pukul 02.00 WIB itu berlangsung seru. Di babak pertama Inggris dan Argentina berusaha untuk mencetak gol. Meski ada peluang namun hasil akhir dari babak pertama itu berakhir imbang. Di babak dua, pertandingan lebih seru dengan bukti Inggris pada menit 55’ mampu merobek gawang lawan lewat gol Anthony Gordon.
Sebagai pendukung Argentina, Viva Yoga mendukung semangat Tim Tango itu. “Meski kebobolan lebih dulu namun Argentina tetap semangat, kerja keras, dan tidak mengenal lelah untuk mengejar ketertinggalan”, ujarnya. “Usaha tak mengkhianati hasil, kerja keras dan tak mengenal lelah itu membuah hasil dengan dua gol”, tambahnya.
Gol dari Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez yang membawa Argentina menang 2-1 atas Inggris. “Di sini peran Lionel Messi sangat penting untuk memberi umpan lambung di depan gawang lawan.”, ujarnya. Pelajaran dari kemenangan Argentina, menurut Viva Yoga, kita tidak boleh cepat menyerah. Selama ada waktu harus tetap berusaha sekuat tenaga agar cita-cita kita tercapai meski di menit-menit akhir seperti Argentina mencetak gol baru di menit 85’ dan 90+2’. “Pertandingan belum selesai selama wasit belum meniup peluit akhir”, paparnya. “Semangat hingga akhir inilah yang perlu Kita pegang”, tambahnya.
Semangat dan kerja keras ini dikatakan seperti pesan pak menteri (M. Iftitah Sulaiman Suryanagara) yang menegaskan dalam sepakbola ada semangat, disiplin, kerja sama, dan perjuangan. “Hal-hal inilah yang menurut Bapak Menteri perlu dikembangkan di masyarakat agar Indonesia menjadi lebih baik”, tuturnya. Red
Cilacap, Detik Nasional – Santri Gayeng Nusantara (SGN), organisasi sosial kemasyarakatan yang diinisiasi tokoh Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Cilacap. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyerap langsung berbagai usulan warga saat berkunjung ke Kecamatan Dayeuhluhur, Rabu (15/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, masyarakat mengusulkan agar ruas Jalan Mergokaraharjaan–Kuningan sepanjang sekitar 29 kilometer ditingkatkan statusnya dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi. Ruas jalan tersebut dinilai memiliki peran strategis karena menghubungkan Kabupaten Cilacap dengan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Kuningan di Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, warga juga mengusulkan dukungan Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk peningkatan akses menuju kawasan wisata Hanum D’Bonkeh Pass melalui ruas Jalan Dayeuhluhur–Hanum yang terhubung dengan Kecamatan Wanareja. Perbaikan akses tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, meningkatkan daya saing wilayah, serta mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan komoditas hortikultura, seperti cabai, manggis, alpukat, durian, pisang, gula aren, kelapa, pala, kapulaga, dan kopi, termasuk sektor peternakan.

“Aspirasi yang kami terima meliputi perbaikan infrastruktur jalan desa, peningkatan kapasitas UMKM, program bedah rumah, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), rehabilitasi sekolah, masjid, TPQ/Madin, hingga pelestarian budaya Sunda,” ujar Mujiburohman.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, peningkatan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan paling mendesak yang diharapkan segera mendapat perhatian pemerintah.
“Dari sekian banyak aspirasi masyarakat, yang paling mendesak untuk direalisasikan adalah peningkatan infrastruktur jalan. Kondisinya saat ini masih banyak yang rusak sehingga perlu segera mendapat perhatian,” katanya.
Mujiburohman menegaskan, SGN akan terus mengawal berbagai usulan masyarakat agar dapat direalisasikan melalui sinergi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan warga Kabupaten Cilacap.
“Kami ingin memastikan setiap program bantuan maupun pembangunan di Kabupaten Cilacap tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Dani)
Jakarta. DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo didampingi Wakil Panglima TNI serta para Kepala Staf Angkatan, memberikan pembekalan kepada 1.173 Calon Perwira Remaja (Capaja) dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU) dan Akademi Kepolisian (Akpol) di GOR A. Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (15/7/2026).
Dalam pembekalannya, Panglima TNI menegaskan bahwa para perwira remaja harus mampu menghadapi tantangan perang modern sekaligus mendukung pembangunan nasional melalui kepemimpinan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan bangsa. “Tugas para perwira ke depan adalah mendukung pengelolaan sumber daya alam dan proses pembangunan nasional. Ancaman Perang Modern bagi bangsa Indonesia bukan lagi perang konvensional semata. Ancaman saat ini berupa invasi non-fisik untuk mengontrol kepentingan politik, ekonomi, sumber daya alam, dan akses strategi,” ujar Panglima TNI.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan para Capaja agar mewarisi semangat Generasi 45 dengan menjunjung tinggi patriotisme, nasionalisme, profesionalisme, dan integritas, serta menjadi pemimpin yang adaptif, berkarakter, dan senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di tengah dinamika perkembangan teknologi, geopolitik, ancaman siber, dan perang informasi.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menekankan bahwa soliditas dan sinergitas TNI-Polri merupakan kunci dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Para Capaja juga diharapkan menjadi perwira yang peka terhadap persoalan masyarakat, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menghadirkan solusi dalam setiap pelaksanaan tugas.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pembekalan ini menegaskan komitmen TNI dan Polri dalam membentuk perwira muda yang profesional, berintegritas, loyal, dan berjiwa pengabdian, sekaligus memperkuat soliditas TNI-Polri sebagai fondasi menjaga persatuan, meningkatkan sinergi antarlembaga, dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Red
#tniprima #tnirakyat #indonesiaemas2045
Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto, Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut dan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara menghadiri Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Rapat kerja yang digelar secara tertutup tersebut membahas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Kementerian Pertahanan/TNI Tahun Anggaran 2025 sebagai bagian dari mekanisme pengawasan dan evaluasi pelaksanaan anggaran negara.

Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola keuangan negara di lingkungan Kemhan dan TNI.
Kehadiran Panglima TNI bersama para Kepala Staf Angkatan dalam rapat tersebut mencerminkan komitmen TNI untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel serta memperkuat sinergi dengan DPR RI dalam mewujudkan tata kelola pertahanan negara yang profesional, transparan, dan akuntabel. Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
#tniprima #tnirakyat #indonesiaemas2045
JAKARTA, DN-II Pemerintah menegaskan peran strategis Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pusat penyaluran program bantuan pemerintah sekaligus berfungsi sebagai penyerap hasil pertanian masyarakat desa. Langkah ini diambil untuk memastikan efisiensi distribusi bantuan dan menjaga stabilitas ekonomi di tingkat desa.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa KDMP dirancang sebagai infrastruktur pemerintah yang berfungsi untuk mendistribusikan bantuan sosial serta barang-barang bersubsidi. Selain itu, KDMP memegang peran krusial sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi pertanian masyarakat.
”Peran ini sangat vital, terutama saat harga komoditas pertanian di pasar berada di bawah harga ketetapan pemerintah,” ujar Zulkifli Hasan usai memberikan keterangan kepada media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/07/2026).
Senada dengan hal tersebut, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menambahkan bahwa program KDMP diproyeksikan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, mekanisme pengelolaan koperasi memastikan bahwa sebesar 20 persen dari keuntungan operasional akan dikembalikan kepada masyarakat guna meningkatkan pendapatan desa.
Integrasi dengan BUMDes
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pemerintah juga terus memperkuat ekosistem ekonomi perdesaan melalui integrasi KDMP dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain itu, pengembangan desa tematik berbasis potensi lokal juga menjadi prioritas dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
”Ke depan, setiap KDMP akan bersinergi dengan BUMDes untuk memastikan komoditas yang dipasarkan relevan dengan potensi unggulan desa masing-masing. Dengan cara ini, kemandirian ekonomi desa dapat terwujud dan manfaatnya dirasakan langsung oleh seluruh penduduk desa,” pungkas Yandri.
Red/BPMI Setpres
Tagar: #KemensetnegRI #RilisPresiden
Slawi, DN-II Keakraban dan komunikasi yang hangat tampak mewarnai pertemuan antara jajaran Polres Tegal dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal, Rabu (15/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antarpenegak hukum guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Tegal Kompol M. Iskandarsyah, S.P., S.I.K., M.M., bersama Pejabat Utama Polres Tegal diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal beserta jajaran. Suasana penuh keakraban terlihat saat kedua institusi berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai penguatan koordinasi dalam pelaksanaan tugas sebagai aparat penegak hukum.
Kapolres Tegal mengatakan bahwa komunikasi yang baik antara Polri dan Kejaksaan merupakan fondasi penting dalam membangun sistem penegakan hukum yang efektif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, sinergi yang kuat akan semakin mempercepat penyelesaian berbagai persoalan hukum sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Polri dan Kejaksaan memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik akan terus kami perkuat agar setiap pelaksanaan tugas dapat berjalan secara profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum,” ujar AKBP Bayu Prasatyo.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal juga menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga hubungan kerja yang harmonis dengan Polres Tegal. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang baik menjadi kunci dalam mendukung proses penegakan hukum yang efektif, mulai dari tahap penyidikan hingga penuntutan.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan saling menghargai. Momen kebersamaan itu tidak hanya mempererat hubungan antarinstansi, tetapi juga mempertegas komitmen Polri dan Kejaksaan untuk terus berjalan beriringan dalam memberikan kepastian hukum, menjaga stabilitas keamanan, serta menghadirkan pelayanan yang semakin humanis kepada masyarakat. ( S. Bimantoro )
Sragen, DN-II Kodim 0725/Sragen kembali menggelar kegiatan upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa atau disingkat TMMD Sengkuyung tahap III tahun 2026 di Lapangan Ds. Majenang Kec. Sukodono Kab. Sragen. Rabu, (15/07/2026).
Saat menjadi inspektur upacara Bupati Sragen H. Sigit Pamungkas SIP, MA membacakan amanat Gubernur Jateng Komjen Pol (P) Drs. AHMAD LUTHFI, SH, S.St., MK.
“TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kolaborasi yang erat antara TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa. Selama 45 tahun, program ini telah menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kesengkuyungan mampu meng-hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada TNI atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendukung pembangunan di Jawa Tengah”
“Pada Tahun 2026, pelaksanaan TMMD didukung oleh sinergi antara TNI AD, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta Pemerintah Kabupaten/Kota dengan dukungan anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp33,2 Miliar. Kolaborasi ini menjadi kekuatan bersama untuk mempercepat pembangunan yang inklusif dan merata. Program TMMD Reguler maupun TMMD Seng-kuyung telah nyata berhasil membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam mengakselarasi pembangunan di wilayah perdesaan, terisolir, terbelakang, perkotaan kumuh dan miskin melalui kegiatan fisik maupun nonfisik”
“Sasaran kegiatan fisik diprioritaskan pada pem-bangunan infrastruktur dan sarana prasarana kebutuhan dasar masyarakat, untuk meningkatkan aksesibilitas daerah terpencil dan mendukung peningkatan per-ekonomian. Sedangkan sasaran kegiatan nonfisik diprioritaskan pada peningkatan kesadaran masyarakat dalam berbangsa dan bernegara serta mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh, melalui 3 (tiga) bidang yaitu kesehatan, pendidikan dan bela Negara”
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Saya berharap semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat tidak berhenti pada pelaksanaan program ini, tetapi terus menjadi budaya kerja bersama dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Dengan kolaborasi, gotong royong, dan kepedulian seluruh pemangku kepentingan, kita akan mampu membangun desa yang mandiri, tangguh, dan sejahtera”
“Melalui kesengkuyungan seluruh komponen bangsa, saya optimistis TMMD Reguler ke-129 dan Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 akan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa dan kelurahan, sekaligus mendukung pencapaian target RKPD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, yaitu menurunkan angka kemiskinan di angka 8,70%8,53% dan mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5,00%6,00%, sebagai bekal menyongsong bonus demografi dan Indonesia Emas 2045”
Sementara Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin, S.IP menjelaskan bahwa sasaran TMMD Sengkuyung III tahun 2026 di Desa Majenang ini tidak jauh berbeda dengan TMMD lainnya.
“Sasaran TMMD yang berlokasi di Ds. Majenang, Kec. Sukodono, Kab. Sragen dengan waktu pelaksanaan selama 30 hari terhitung mulai tanggal 15 juli s.d 13 Agustus 2026 meliputi Sasaran fisik yakni cor blok jalan sepanjang 400 x 3 x 0,12 m, Rehab RTLH 5 unit dan Jambanisasi 5 unit”
“Sasaran Non fisik meliputi penyuluhan Wawasan Kebangsaan, KB-Kes, Stunting, Posyandu dan penyuluhan penyakit tidak menular, Bin Kamtibmas dan bahaya narkoba, Peternakan dan perikanan, Pertanian dan perkebunan serta Bintal/rohani” jelas Dandim.
Upacara pembukaan TMMD selesai dilanjutkan dengan pemberian paket sembako untuk Lansia dan warga Prasejahtera. Red/Ak
You cannot copy content of this page
